Paksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal Bagian dari Pelanggaran HAM

KIBLAT.NET, Bogor – Tindakan memaksa karyawan muslim menggunakan atribut Natal dinilai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bogor Raya sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Saat melakukan sosialisasi fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 tentang Tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim pada Kamis (15/12), tim GNPF-MUI Bogor Raya menemukan adanya sejumlah karyawan muslim yang memakai atribut Natal di pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Setelah dilakukan komunikasi, pihak pengelola akhirnya memahami dan menyatakan tak akan lagi melakukan pemaksaan pemakaian atribut di luar Islam kepada karyawan muslim.

“Terbuka kemungkuinan karena selama ini mereka tidak paham,” kata pimpinan GNPF-MUI Bogor Raya Ustadz Wardhani saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (15/12).

Menurut Ustadz Dani, memaksa karyawan muslim memakai atribut Natal merupakan bagian dari memaksakan ajaran agama di luar Islam kepada orang Islam. “Yang sebenarnya itu bagian dari pelanggran hak asasi manusia,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemaksaan itu juga telah melanggar konstitusi negara. Pasalnya, kebebasan menjalankan ajaran agama telah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Bagi orang muslim haram memakai atribut di luar Islam, seperti tercantum dalam fatwa MUI tersebut.

Ustadz Dani, yang juga pengurus MUI Kota Bogor, pun berharap pemerintah daerah segera mengeluarkan instruksi dan surat edaran kepada pengusaha yang malarang pemaksaan pemakaian atribut Natal. Pasalnya, memakai atribut di luar Islam bagi kaum muslimin adalah perbuatan yang mengarah pada pelanggaran akidah.

BACA JUGA  Milad ke 108, Muhammadiyah Angkat Tema 'Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri'

“Itu mencederai kebhinekaan dan itu toleransi yang menyimpang,” tandasnya.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat