... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi dan Rezim Sepakati Gencatan Baru di Aleppo Timur

Foto: Warga Aleppo Mengungsi

KIBLAT.NET, Aleppo – Penanggung jawab negosiasi oposisi Suriah di kota Aleppo, Al-Faruq Abu Bakar, Rabu (14/12), mengatakan bahwa pihaknya sedang melangsungkan negosiasi kembali terkait gencatan di Aleppo Timur dengan dimediasi Turki dan Rusia. Negosiasi ini mencapai kesepakatan seperti sebelumnya, yang membolehkan sipil dan pejuang keluar dari Aleppo Timur.

Dalam sambungan telepon dengan Al-Jazeera pada Rabu malam, Abu Bakar menjelaskan bahwa gencatan yang dimulai pada Selasa malam lalu telah buyar. Akan tetapi, negosiasi dan kontak masih berlangsung dengan Rusia dan mencapai kesepakatan baru yang mulai diterapkan pada Kamis (15/12).

Dia menambahkan, pemerintah Turki menjadi mediator negosiasi baru ini. Tidak ada kekuatan internasional ataupun PBB yang terlibat di dalamnya.

Sementara itu, sumber dekat rezim Suriah mengonfirmasi negosiasi itu. Bahkan dikabarkan, negosiasi ini juga melibatkan Iran.

Kantor berita Al-Jazeera berhasil mendapat isi kesepakatan terbaru ini. Seperti yang dilansirnya, kesepakatan yang ditandatangani perwakilan oposisi dan Rusia serta rezim itu membolehkan para pejuang dan warga sipil keluar dari Aleppo Timur.

Untuk para pejuang hanya dibolehkan membawa senjata ringan. Militer Suriah dan Rusia menjamin keselamatan para warga dan pejuang selama proses pemindahan.

Kedua pihak, oposisi dan rezim, harus menahan serangan selama proses evakuasi. Kesepakatan ini ditandatangani oleh oposisi, rezim dan Rusia, tanpa perwakilan Iran.

Sebelumnya, oposisi Suriah mengonfirmasi buyarnya gencatan di Aleppo Timur disebabkan upaya Iran meminta syarat baru yang tidak disepakati dalam gencatan. Iran meminta warga dan milisi Syiah di kota Al-Fu’ah dan Kufreya di Idlib dilakukan seperti di Aleppo Timur. Tidak hanya itu, Iran juga meminta oposisi menyerahkan mayat-mayat milisi Syiah Hizbullah, Harakan An-Nujaba dan Liwa Fathimiyun yang ditahan.

BACA JUGA  Oposisi di Daraa Capai Kesepakatan dengan Rusia, Ini Poin-poinnya

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

5 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Membantu Aleppo

Aleppo tubaad (حلب_تباد), itulah tagar yang menjadi trending topic di tanah Arab. Tagar itu berarti Aleppo sedang dibinasakan. Bagaimana tidak, dalam sebuah laporan yang dilansir oleh wartawan Al-Jazeera, saat ini rakyat Aleppo timur hanya menduduki daerah seluas 5 meter persegi. Padahal jumlah mereka yang tersisa masih ribuan, bahkan puluhan ribu.

Rabu, 14/12/2016 19:30 4

Analisis

Ada Kerjasama Internasional di Balik ‘Festival Kematian’ di Aleppo

Semua malapetaka itu terjadi atas restu dan dukungan Amerika. Aleppo merupakan salah satu peradaban tertua dan paling terkenal di dunia. Kota ini, yang dibangun sejak puluhan abad yang lalu, baru-baru ini mengalami penghancuran oleh tangan-tangan jahat yang kuat dari musuh umat manusia, dan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rabu, 14/12/2016 18:34 0

Indonesia

Akhir Tahun 2016 Laznas BMH Gelar Rakernas XIII

Akhir tahun ini Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XIII di Depok pada Senin hingga Rabu (19-21/12/2016) mendatang.

Rabu, 14/12/2016 18:16 0

Indonesia

Soal Rohingya, Hasan Kleib: Reaksi Militer Myanmar Sudah Tak Wajar

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Hasan Kleib mengatakan bahwa pembantaian oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya sudah jauh dari kewajaran.

Rabu, 14/12/2016 17:35 0

Foto

Dari Eropa hingga Gaza, Aksi Protes atas Pembantaian di Aleppo Mengemuka

Penderitaan warga Aleppo turut dirasakan oleh mereka yang memiliki empati kemanusiaan tinggi. Sejumlah warga dari beberapa wilayah di dunia hari Selasa (13/12), menggelar aksi protes atas pembantaian yang dilakukan Rezim Assad dan sekutu-sekutunya

Rabu, 14/12/2016 16:35 1

Rohah

Menguji Kecerdasan Sahabat Ali

Ali menjawab, “Karena rakyatnya Abu Bakar ialah aku dan orang-orang yang semisal denganku, sementara rakyatku ialah kamu dan orang-orang yang semisal denganmu!”

Rabu, 14/12/2016 16:00 0

Indonesia

Pengamat Ungkap Sederet Kemunduran Jakarta di Bawah Pimpinan Ahok

Direktur Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap menegaskan bahwa DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok mengalami kemunduran dari berbagai aspek. Misalnya dari jumlah pengangguran meningkat, dan kemiskinan yang tidak berkurang.

Rabu, 14/12/2016 14:45 0

Indonesia

Pelapor Yakin JPU Dapat Membuktikan Unsur Pidana Ahok

Eksepsi penasehat hukum menunjukkan secara jelas bahwa ia tidak memahami unsur dan dalil yang dimaksud pada 156a KUHP. Penasehat hukum juga banyak menggunakan istilah dan kondisi yang tidak relevan atas dakwaan JPU.

Rabu, 14/12/2016 13:16 0

Fikih

Bersumpah dengan Meletakkan Tangan di atas Mushaf, Bolehkah?

Menggunakan mushaf al-Qur’an sebagai sarana untuk memperkuat sumpah bukanlah suatu yang asing di tengah-tengah masyarakat kita. Dalam seremonial pengukuhan jabatan tertentu, al-Quran sering digunakan untuk memperkuat ikatan sumpah jabatan yang diucapkan oleh calon pejabat.

Rabu, 14/12/2016 12:08 0

Profil

Nashiruddin Haqqani, Sosok Mujahid Cerdas yang Menguasai Empat Bahasa

Bisa dibilang bahwa Nashir benar-benar meniru ayahnya dalam segala hal baik, kepribadian, pemikiran, amalan dan perbuatan. Hingga para mujahid menyebut Nashir sebagai "Sang Anak Singa". Allah telah menganugerahinya wajah yang tampan, jasmani yang kuat. Orang-orang disekitarnya mengatakan bahwa Nashir adalah orang yang sederhana, rendah hati dan berakhlak mulia.

Rabu, 14/12/2016 11:38 0

Close