... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

FPI Bekasi Sambangi Dealer Mobil yang Paksa Karyawan Pakai Atribut Natal

Foto: Laskar FPI dan manager dealer Mobil di Bekasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) Bekasi, Rabu (12/12), menyambangi dealer mobil di kawasan Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, yang sebelumnya dikabarkan memaksa karyawan muslim memakai atribut Natal. Kedatangan FPI ini untuk mengonfirmasi dan meminta penjelasan kepada pihak perusahaan penjualan mmobil itu terkait pemaksaan karyawan Muslim tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa petugas Muslimah berhijab di sebuah dealer mobil pabrikan Jepang di Jati Asih, Bekasi, diwajibkan menggunakan atribut Natal berupa topi santa. Bahkan, sejumlah pengguna media sosial menyebut pihak perusahaan menerapkan denda sejumlah uang bagi karyawan yang menolak memakai atribut Natal.

Komandan Laskar Pembela Islam Bekasi, Heru Mulyawan menuturkan bahwa awalnya pihaknya melakukan pemantauan terhadap dealer tersebut pada Rabu siang. Hasilnya, terkonfirmasi bahwa karyawan Muslim di dealer itu memang mengenakan atribut Natal.

“Kita coba pantau adanya unsur pemaksaan,” kata Heru saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (15/12).

Selanjutnya, terang Heru, kami tidak tak serta merta mendatangi dealer tersebut. Kami bersama Perwakilan FPI Bekasi Raya Ustadz Muhammad Husein dan laskar baru datang ke lokasi pada sore hari, saat pengunjung dealer sepi. “Kita datang pakai adab,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, tim FPI bertemu seorang karyawati berjilbab yang mengenakan atribut Natal.  Dengan sopan, anggota FPI menasehati untuk melepaskan simpol umat Kristen itu. Awalnya dia menolak, karena takut kena sanksi dari perusahaan. Namun setelah diberi nasihat kembali, akhirnya sang karyawati itu mau melepasnya.

BACA JUGA  Pembentukan UU Omnibus Law Bukan Lagi Kotor, Tapi Jorok

Perwakilan DPW FPI Bekasi Raya dan Laskar Pembela Islam kemudian mencoba menemui pimpinan dealer bercat putih itu. Namun, laskat Tak bisa menjumpai pucuk pimpinan dan hanya diterima oleh manajer di dealer tersebut. Setelah dilakukan dialog, pihak dealer akhirnya menandatangani surat pernyataan mencaput aturan yang menciderai keyakinan karayawan Muslim itu.

“Menyatakan tidak akan melakukan pemaksaan memakai atribut Natal kepada pegawai Muslim,” tulis Service Manager Dealer, Andri Suherman, dalam pernyataan bermaterai tertanggal 14 Desember 2016.

Pihak dealer pun menyatakan bahwa mereka siap diproses secara hukum apabila mengulang tindakan serupa di kemudian hari. Heru menambahkan bahwa proses kedatangan tim FPI berjalan dengan damai. Bahkan, ada perwakilna dari pihak keamanan yang menyertai kedatangan mereka.

“Jangan ada ancaman kepada pegawai yang tidak suka dengan aturan pemaksaan itu,” tandas Heru.

Reporter: Imam Suroso
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Konsultasi

Bolehkah Qunut Aleppo Tanpa Sholat Berjamaah?

Yang mau saya tanyakan, bagaimana kami ibu-ibu yang sholat di rumah, bolehkah kami qunut nazilah sendirian di rumah?

Kamis, 15/12/2016 12:40 0

Video Dokumenter

Film Dokumenter Aksi Bela Islam 212

Aksi Bela Islam dengan sederet jilidnya adalah saringan siapa yang setia dan siapa yang ingkar terhadap janji. Dalam aksi ketiga, umat Islam tetap setia dengan janji yang disepakati, meski janji pembukaan blokade diciderai. Selanjutnya, kita tidak bisa menebak, apakah janji penegak hukum untuk menindak Ahok akan dipenuhi, atau sama seperti janji-janji sebelumnya.

Kamis, 15/12/2016 12:38 0

Suriah

Rezim Suriah Lepaskan Palmyra Sangat Cepat, Sengajakah?

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menegaskan bahwa pasukan rezim Suriah menari pasukannya "sangat cepat" dari kota Tadmur (Palmyra) dan meninggalkan banyak senjata dan amunisi untuk kepentingan pasukan Daulah Islamiyah atau ISIS.

Kamis, 15/12/2016 10:34 0

Suriah

Rezim Rusak Gencatan di Aleppo, Begini Kata Rusia

Gencatan senjata kemanusiaan di Aleppo Timur buyar beberapa jam setelah diberlakukan, tepatnya pada Selasa malam (13/12).

Kamis, 15/12/2016 09:39 0

Suriah

Oposisi dan Rezim Sepakati Gencatan Baru di Aleppo Timur

Penanggung jawab negosiasi oposisi Suriah di kota Aleppo, Al-Faruq Abu Bakar, Rabu (14/12), mengatakan bahwa pihaknya sedang melangsungkan negosiasi kembali terkait gencatan di Aleppo Timur dengan dimediasi Turki dan Rusia.

Kamis, 15/12/2016 09:03 0

Arab Saudi

Beredar Isu Arab Saudi Usir Diplomat Rusia dan Putuskan Hubungan Diplomatik

Sejumlah media menyebarkan isu bahwa kerajaan Arab Saudi pada Rabu, 14 Desember 2016, memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia. Isu tersebut muncul menyusul pembunuhan dan jatuhnya sejumlah besar korban sipil di Aleppo, Suriah. Rusia telah lama menjadi sekutu Basyar Assad dalam masalah ini.

Kamis, 15/12/2016 08:57 0

Qatar

Demi Solidaritas Rakyat Aleppo, Qatar Batalkan Perayaan Hari Nasional

KIBLAT.NET – Qatar telah memutuskan untuk membatalkan perayaan Hari Nasional Qatar, demi solidaritas dengan rakyat...

Kamis, 15/12/2016 08:27 0

Suriah

Milisi Syiah Hadang Evakuasi Sipil dari Aleppo Timur

Pejuang oposisi Suriah, Rabu (14/12), menegaskan bahwa milisi Syiah pendukung rezim Assad menghambat proses evakuasi sipil dari Aleppo Timur yang terkepung.

Kamis, 15/12/2016 07:58 0

Artikel

5 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Membantu Aleppo

Aleppo tubaad (حلب_تباد), itulah tagar yang menjadi trending topic di tanah Arab. Tagar itu berarti Aleppo sedang dibinasakan. Bagaimana tidak, dalam sebuah laporan yang dilansir oleh wartawan Al-Jazeera, saat ini rakyat Aleppo timur hanya menduduki daerah seluas 5 meter persegi. Padahal jumlah mereka yang tersisa masih ribuan, bahkan puluhan ribu.

Rabu, 14/12/2016 19:30 4

Analisis

Ada Kerjasama Internasional di Balik ‘Festival Kematian’ di Aleppo

Semua malapetaka itu terjadi atas restu dan dukungan Amerika. Aleppo merupakan salah satu peradaban tertua dan paling terkenal di dunia. Kota ini, yang dibangun sejak puluhan abad yang lalu, baru-baru ini mengalami penghancuran oleh tangan-tangan jahat yang kuat dari musuh umat manusia, dan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rabu, 14/12/2016 18:34 0

Close
CLOSE
CLOSE