... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ditembaki Milisi Syiah, Proses Evakuasi Warga Aleppo Kembali Gagal

Foto: Pemandangan pilu yang terlihat di Aleppo Timur

KIBLAT.NET, Aleppo – Milisi Syiah dilaporkan menembaki mobil ambulan yang mengevakuasi warga dari Aleppo Timur pada Kamis pagi (15/12). Akibatnya, sejumlah seorang tewas dan lainnya terluka. Proses evakuasi juga kembali ditangguhkan.

Evakuasi warga sipil dari Aleppo Timur kembali dilakukan pada Kamis pagi setelah oposisi dan rezim Assad kembali menyepakati gencatan senjata pada Rabu sebelumnya. Kesepakatan gencatan ini sendiri merupakan kesepakatan kedua setelah gencatan pada Selasa buyar beberapa jam setelah diberlakukan.

Para petugas yang bertanggung jawab mengoordinir ambulan di Aleppo mengatakan kepada Orient News TV, milisi Iran menembaki sejumlah mobil ambulan saat keluar dari Aleppo Timur.

Menurut keterangan petugas, satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka–di antaranya anggota Pertahanan Sipil– akibat serangan itu. Konvoi mobil ambulan pun berhenti dan kembali ke dalam wilayah Aleppo Timur. Seluruh proses evakuasi dihentikan kembali.

Menurut kesepakatan, hari ini sebanyak 500 warga Aleppo yang dalam kondisi terluka dan sakit dievakuasi ke luar Aleppo Timur melintasi wilayah kontrol militer Suriah dan milisi Syiah pendukungnya. Ratusan warga itu akan dipindahkan ke wilayah Aleppo Barat yang dikontrol oposisi.

Penanggung jawab negosiasi oposisi Suriah untuk Alepp beberapa jam sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya kembali menggelar negosiasi dengan Rusia soal gencatan di Aleppo Timur yang terkepung. Negosiasi ini dimediasi oleh pemerintah Turki, tanpa ada keterlibatan internasional.

Berdasarkan teks yang didapat Al-Jazeera, di antara isi kesepakatan terbaru itu membolehkan para pejuang dan warga sipil keluar dari Aleppo Timur. Pejuang diharuskan meninggalkan senjata berat dan hanya dibolehkan membawa senjata ringan.

Militer Suriah dan Rusia harus menjamin keselamatan para warga dan pejuang selama proses pemindahan. Tidak boleh ada kelompok bersenjata yang menyerang konvoi evakuasi.

Begitu juga, kedua pihak (oposisi dan rezim) harus menahan serangan selama proses evakuasi. Kesepakatan ini ditandatangani oleh oposisi, rezim dan Rusia, tanpa perwakilan Iran.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Orient News


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi FPI Bekasi Sebagai Bentuk Menolong Akidah Saudara Seiman

Pihak dealer penjualan mobil di kawasan Jati Asih, Bekasi, akhirnya membuat surat pernyataan mencabut aturan yang memaksa karyawan Muslim memakai atribut Natal

Kamis, 15/12/2016 15:52 1

Indonesia

FPI Bekasi Sambangi Dealer Mobil yang Paksa Karyawan Pakai Atribut Natal

Front Pembela Islam (FPI) Bekasi, Rabu (12/12), menyambangi dealer mobil di kawasan Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, yang sebelumnya dikabarkan memaksa karyawan muslim memakai atribut Natal.

Kamis, 15/12/2016 14:03 0

Konsultasi

Bolehkah Qunut Aleppo Tanpa Sholat Berjamaah?

Yang mau saya tanyakan, bagaimana kami ibu-ibu yang sholat di rumah, bolehkah kami qunut nazilah sendirian di rumah?

Kamis, 15/12/2016 12:40 0

Video Dokumenter

Film Dokumenter Aksi Bela Islam 212

Aksi Bela Islam dengan sederet jilidnya adalah saringan siapa yang setia dan siapa yang ingkar terhadap janji. Dalam aksi ketiga, umat Islam tetap setia dengan janji yang disepakati, meski janji pembukaan blokade diciderai. Selanjutnya, kita tidak bisa menebak, apakah janji penegak hukum untuk menindak Ahok akan dipenuhi, atau sama seperti janji-janji sebelumnya.

Kamis, 15/12/2016 12:38 0

Indonesia

ASEAN Diimbau Bentuk TPF Pembantaian Muslim Rohingya

Ahli Hukum Internasional, Prof. Hikmahanto Juana, menegaskan bahwa genosida yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya tidak bisa dibenarkan.

Kamis, 15/12/2016 11:29 0

Artikel

5 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Membantu Aleppo

Aleppo tubaad (حلب_تباد), itulah tagar yang menjadi trending topic di tanah Arab. Tagar itu berarti Aleppo sedang dibinasakan. Bagaimana tidak, dalam sebuah laporan yang dilansir oleh wartawan Al-Jazeera, saat ini rakyat Aleppo timur hanya menduduki daerah seluas 5 meter persegi. Padahal jumlah mereka yang tersisa masih ribuan, bahkan puluhan ribu.

Rabu, 14/12/2016 19:30 4

Analisis

Ada Kerjasama Internasional di Balik ‘Festival Kematian’ di Aleppo

Semua malapetaka itu terjadi atas restu dan dukungan Amerika. Aleppo merupakan salah satu peradaban tertua dan paling terkenal di dunia. Kota ini, yang dibangun sejak puluhan abad yang lalu, baru-baru ini mengalami penghancuran oleh tangan-tangan jahat yang kuat dari musuh umat manusia, dan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rabu, 14/12/2016 18:34 0

Indonesia

Akhir Tahun 2016 Laznas BMH Gelar Rakernas XIII

Akhir tahun ini Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XIII di Depok pada Senin hingga Rabu (19-21/12/2016) mendatang.

Rabu, 14/12/2016 18:16 0

Indonesia

Soal Rohingya, Hasan Kleib: Reaksi Militer Myanmar Sudah Tak Wajar

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Hasan Kleib mengatakan bahwa pembantaian oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya sudah jauh dari kewajaran.

Rabu, 14/12/2016 17:35 0

Foto

Dari Eropa hingga Gaza, Aksi Protes atas Pembantaian di Aleppo Mengemuka

Penderitaan warga Aleppo turut dirasakan oleh mereka yang memiliki empati kemanusiaan tinggi. Sejumlah warga dari beberapa wilayah di dunia hari Selasa (13/12), menggelar aksi protes atas pembantaian yang dilakukan Rezim Assad dan sekutu-sekutunya

Rabu, 14/12/2016 16:35 1

Close