... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Antara Nasihat dan Ghibah

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Terkadang kita melihat ada seseorang yang berniat baik dengan menasihati saudaranya. Namun. tidak sedikit niat baik itu justru berbuah dosa karena dilakukan tidak pada tempatnya. Niat yang baik dengan memberi nasihat berubah menjadi ghibah jika dilakukan di muka umum.

Mengenai ghibah terhadap seorang muslim, Imam An-Nawawi mengatakan, “Haram menggunjing pakaiannya, hewan tunggangannya, makanannya, dan sebagainya.” Yakni, kita tidak boleh mengatakan, “Tengoklah Fulan, ia memakai baju yang jahitannya sangat jelek.”

Hal seperti ini dianggap sebagai ghibah menurut para ulama dan dianggap sebagai perbuatan haram. Bahkan, para ulama menyatakan keharaman ghibah atas golongan Yahudi dan Nasrani yang tinggal dalam masyarakat Muslim sebagai kaum dzimmi. Kecuali jika memang orang tersebut menampakkan kefasikan dan kemaksiatannya, serta dikhawatirkan orang banyak akan terpengaruh oleh perbuatan orang tersebut.

Jadi, ghibah itu haram dalam segala bentuknya. Adapun jika kita menasihati, hendaklah kita sampaikan kepadanya ketika sendirian, hanya antara kita dan dia, bukan di tengah orang ramai. Jika kita menasihati seseorang di hadapan orang, berarti kitatelah merendahkannya. Jika kita menasihatinya di luar pengetahuan orang, berarti kita telah menghias (memperbagus)nya.

Amirul Mukminin Umar bin Khattab pernah mengatakan, “Semoga Allah merahmati seseorang yang mau menunjukkan aib-aibku.”

Jika kita melakukannya, kita mendapat pahala nasihat di dalamnya. Nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan kaum awamnya. Adapun jika dengan alasan memberi nasihat, kita membolehkan diri sendiri untuk menggunjing orang sekehendak kita, mencela orang, menulis tentang seseorang, menyerang seseorang dan menyebarkan pamflet-pamflet berisi tuduhan negatif; hal ini sama sekali bukan dari ajaran Islam.

BACA JUGA  Jangan Mengumbar Ancaman di Saat Lemah

Nasihat itu disampaikan jika memang dapat memberikan manfaat. Jika kita tidak lagi menaruh harapan bahwa nasihat akan diterima, lebih baik tidak menasihatinya. Tidak secara berduaan ataupun di hadapan orang.

Sebab, memberi nasihat hanya wajib dikerjakan terhadap orang-orang yang memang kita anggap mau mengambil nasihat. Yang jelas, antara kita dan dia boleh jadi mendapatkan pahala karenanya. Menggunjing seorang muslim adalah seperti memakan daging orang yang telah mati. Seperti memakan daging saudaramu yang telah mati. Sekali lagi, sebagaimana Ibnu Katsir jelaskan, “Sebagaimana kalian benci makan daging saudara kalian yang telah mati, maka kalian harus juga membenci hal yang sama menurut pandangan syar’i. Sedangkan menggunjing seorang muslim jauh lebih besar keharamannya di sisi Allah dari itu.”

Jangan Menyia-nyiakan Pahalamu

Jangan sia-siakan pahala yang besar itu dengan lisan kita. Jangan meremehkan dan menyepelekan masalah ghibah, dan menganggap kecil dosa-dosanya. Rasulullah bersabda:

“Ketika aku dinaikkan (ke Sidratul Muntaha), aku melihat kaum yang kuku-kukunya dari tembaga. Mereka menggaruk-garuk wajah serta dada mereka. Lalu saya bertanya kepada Jibril, ‘Siapa mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (menggunjing mereka) dan mencela kehormatan orang’.” (HR Abu Dawud. Lihat At-Targhib wa Tarhib: III/510)

Al ‘Irdhu (kehormatan), sebagaimana telah saya katakan, di dalam bahasa Arab bukan hanya berarti kehormatan dari dua aurat. Namun, al- ‘irdhu mempunyai makna sesuatu yang dipuji atau dicela. Jika seseorang memuji kita, dikatakan bahwa ia menyanjung kehormatan kita. Jika ia mencela kita, dikatakan ia telah menyinggung kehormatan kita. Oleh karena itu, berhentilah pada batas-batas yang tidak boleh kita langgar. Jangan sampai setan membujuk kita untuk melakukan ghibah dengan alasan untuk kemaslahatan; untuk kepentingan amal islami; atau dengan alasan untuk maslahat jihad.

BACA JUGA  Cahaya Allah Tidak Akan Pernah Padam

Kita harus menerangkan kepada manusia bahwa perkara itu bukan urusan kita, tapi menjadi hak para pemegang urusan (ulil amri). Jika kita memang benar, kembalikanlah perkara tersebut kepada yang berhak mengurusnya.

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan dan ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasulullah dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri)” (AnNisa’: 83)

Baca halaman selanjutnya: Keadilan...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Ternyata Ini yang Membuat Imam Bukhari Sembuh dari Kebutaan

Imam Muslim pernah bersua dengan Imam Al-Bukhari, lalu ia mengecup keningnya, dan berkata, “Biarkanlah aku mencium kedua kakimu, wahai ustadznya para ustadz, penghulu para muhaddits, dan dokter dalam menganalisa cacat-catat dalam hadits.”

Jum'at, 09/12/2016 15:30 0

Rusia

Dukung Invasi Rusia, Chechnya Kirim Pasukan ke Suriah

Dua batalyon polisi militer Chechnya dilaporkan bersiap untuk berangkat ke Suriah untuk melindungi pangkalan udara Khmeimim milik Rusia di Suriah.

Jum'at, 09/12/2016 14:40 0

Indonesia

Ahok Tak Ingin Dipenjara, Berharap Kembali Pimpin Jakarta

Sidang perdana kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta utara, Selasa, 13 Desember 2016. Menurut Ahok, dia enggan persidangan berujung kepada vonis bersalah kepada dirinya. Hal itu akan membuat ia harus menjalani hukuman penjara.

Jum'at, 09/12/2016 14:00 0

Mesir

Pemerintah Mesir Tangkap Putra Muhammad Mursi

Osama Mursi ditangkap di rumahnya kota Delta Nil Zaqaziq, Sharqiya, timur laut Kairo pada Kamis kemarin (08/12).

Jum'at, 09/12/2016 13:28 0

Arab Saudi

Arab Saudi Akan Hapus IM Mesir dari Daftar Teroris

Normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan IM tidak terbatas pada menghapus nama organisasi dari daftar teroris. Tetapi akan diikuti dengan dukungan politik terhadap organisasi dan intervensi dari pihak internasional untuk memaksakan rekonsiliasi dengan pemerintah Mesir.

Jum'at, 09/12/2016 12:30 0

Rohah

Kepala Dibalas dengan Kepala

Selanjutnya terjadilah pembalasan. Setahun kemudian kepala Ubaidullah bin Ziyad terputus. Lalu kepala itu diletakkan di atas kursi taman tersebut yang sama. Pada saat orang-orang sudah mengelilinginya, tiba-tiba seekor ular kecil masuk ke dalam lubang hidungnya untuk meng-qishash dari tongkatnya setahun yang lalu, “…dan luka-luka (pun) ada qishashnya.” (Al-Mâidah [5]: 45)

Jum'at, 09/12/2016 11:15 0

Irak

Militer Irak Hadapi Pertempuran Sulit di Mosul

Militer Irak menghadapi pertempuran sulit dan berat di Mosul.

Jum'at, 09/12/2016 10:45 0

Video News

Wawancara Esklusif Ketua MUI Sumatera Barat Tentang Aksi 212

ada malam hari usai aksi 212, tim Kiblat Tv berkesempatan untuk mewawancarai KH. Gusrizal Gazhar Ketua GNPF MUI Padang, Sumatera Barat di sebuah hotel tempat istirahat beliau perihal aksi 212 yang sudah berjalan

Jum'at, 09/12/2016 10:10 0

Suriah

Rezim Assad Mulai Gunakan Gas Klor Untuk Bombardir Aleppo Timur

Setidaknya 46 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan rezim Assad di wilayah Aleppo Timur, Suriah.

Jum'at, 09/12/2016 09:28 0

Prancis

Menlu AS dan Rusia Gelar Pertemuan Rahasia Bahas Aleppo

Menlu Amerika Serikat, John Kerry dilaporkan tengah bertemu dengan rekannya dari Rusia Sergei Lavrov untuk membahas isu Suriah di sela-sela konferensi OSCE.

Jum'at, 09/12/2016 08:45 0