... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Carolina Utara, Seorang Guru TK Menganiaya Siswa Muslimnya

Foto: Kasus penganiayaan guru terhadap siswa muslim

KIBLAT.NET, Carolina – Organisasi terbesar yang memperjuangkan hak-hak sipil bagi warga Muslim di AS pada hari Rabu (07/12) mendesak dilakukannya sebuah investigasi atas kasus dugaan penganiayaan dan penyerangan terhadap murid Taman Kanak-Kanak yang beragama Islam oleh seorang guru di Charlotte, Negara Bagian Carolina Utara.

Siswa Muslim tersebut mengalami pelecehan dan di-bully habis-habisan oleh teman-teman siswa lainnya dan seorang guru sejak dimulainya kegiatan sekolah pada bulan September lalu di Sekolah Dasar David Cox Road. Seorang pengacara hak-hak sipil Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), Maha Sayed, telah membuat laporan ke pihak dewan sekolah.

Sayed mengatakan, guru pelaku penganiayaan itu secara rutin memanggil anak Muslim tersebut dari teman-temannya, lalu menyuruhnya membawa tas punggung yang berat berisi sebuah buku cetak berukuran besar dan beberapa headphone. Setelah berlangsung beberapa bulan, perintah sang guru menyebabkan siswa Muslim itu menderita sakit punggung serius.

“Guru itu juga memperlakukan (siswa Muslim) dengan kasar, dan dilaporkan dalam berbagai kesempatan kerap memanggilnya dengan sebutan ‘anak Muslim yang nakal’,” jelas Sayed.

Dalam insiden terbaru pada tanggal 16 November, sang guru pelaku penyerangan itu dilaporkan mendekati siswa Muslim tersebut… menarik lehernya dan mulai mencekiknya. Guru-guru yang lain kemudian memisahkan keduanya lalu menghibur si murid yang menangis dan tengah mengalami goncangan luar biasa,” kata Sayed.

BACA JUGA  Imajinasi Kolonial di Balik Budaya ‘Asli’ Nusantara

CAIR mengingatkan bahwa ketetapan dalam Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964 dan Klausul Persamaan Perlindungan dari Amandemen Ke-14, keduanya mewajibkan atas nama hukum untuk memberikan lingkungan belajar yang aman dan tanpa diskriminasi bagi semua siswa.

Jumlah kasus serangan terhadap kelompok minoritas, terutama Muslim, dilaporkan terus meningkat sejak diumumkannya Donald Trump sebagai presiden terpilih AS.

Sedikitnya tiga orang Muslimah juga mengalami serangan di New York City sepekan yang lalu. Ketiganya diserang karena mengenakan pakaian Muslimah “hijab” serta dikait-kaitkan dengan terorisme. Salah seorang korban bernama Aml Elsokary sebetulnya merupakan seorang penduduk asli kota New York dan bekerja di dinas kepolisian setempat selama hampir lima belas tahun.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: World Bulletin

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BMH Jateng Buka Posko Peduli Gempa Aceh

Gempa yang menggoncang Kabupaten Pedie Jaya, Aceh, dengan kekuatan 6,5 SR mengakibatkan kerusakan dan menelan korban meninggal dunia

Kamis, 08/12/2016 10:33 0

Info Event

Peduli Derita Muslim Rohingya di Myanmar, Ini Aksi Murid SD Luqman Al-Hakim

Event ini sebagai bentuk kepedulian dan faktor kemanusiaan, terutama kepada umat Muslim Rohingya yang saat ini membutuhkan pertolongan,” jelasnya, Selasa, (07/12/2016) di halaman bermain sekolah.

Rabu, 07/12/2016 21:31 0

Info Event

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Denpasar Gelar Dauroh Marhalah 2

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Denpasar kembali mengadakan kegiatan Dauroh Marhalah 2 (Latihan Kepemimpinan).

Rabu, 07/12/2016 21:21 0

Opini

Melihat Pemberitaan 212: Cerdas Membaca Ideologi, Menjadi Pembaca Digdaya

Pembingkaian media sangat terkait dengan ideologi media itu. Apa yang ditonjolkan, apa yang disembunyikan, akan menunjukkan posisi media dan ideologi media. Cara paling mudah ialah dengan melihat headline surat kabar nasional dan daerah. Headline adalah berita terpenting dan disimpan di halaman pertama. Halaman depan adalah etalase media cetak.

Rabu, 07/12/2016 19:51 0

Indonesia

Dalam 2 Hari, Petisi Boikot MetroTV Sudah Ditandatangani 85.000 Orang

Sebanyak 85.060 orang telah menandatangani petisi boikot Metro TV. Petisi yang baru dibuat pada Senin, (05/12) ini langsung menuai 80ribu dukungan hanya dalam satu hari.

Rabu, 07/12/2016 19:40 2

Indonesia

Beredar Petisi Ajakan Masyarakat untuk Boikot MetroTV

Setelah maraknya gelombang aksi bela Islam 411 dan 212, terjadi perang opini di tengah masyarakat. Sejumlah media gencar memberitakan aksi bela Islam dari berbagai sudut pandang. Namun, sejumlah media mainstream justeru mendapat kecaman dari masyarakat. Kini, beredar petisi untuk memboikot media seperti MetroTV.

Rabu, 07/12/2016 19:00 4

Indonesia

Panglima TNI Khawatir Dana Pemberantasan Terorisme Dibiayai Asing

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan kekhawatirannya atas dana pemberantasan terorisme di Indonesia yang dibiayai oleh asing. Dan yang terbesar adalah dari Australia. "Terorisme di Indonesia anggaran paling besar masuknya dari Australia. Baru Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina," ungkapnya.

Rabu, 07/12/2016 16:19 0

Indonesia

HMI Akan Selidiki Dalang Pencatut Atributnya di ‘Parade Kita Indonesia’

Pengurus Besar Humpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) menyayangkan adanya massa Parade Kita Indonesia, pada Ahad (4/12/2016) di Car Free Day seputar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menggunakan atribut HMI secara ilegal.

Rabu, 07/12/2016 15:48 0

Indonesia

Komnas HAM: Masih Terjadi Pelanggaran dalam Penindakan Terorisme

Roichatul Aswidah menegaskan bahwa masih ada pelanggaran yang dilakukan aparat hukum dalam upaya penindakan terorisme.

Rabu, 07/12/2016 14:52 0

Indonesia

Video Amatir Sesaat Pasca Gempa Aceh

Aceh diguncang gempa pada Rabu (07/12) pukul 05.30 WIB. Gempa dirasakan kuat oleh warga, dan terasa di daerah Bireun, Sigli, dan pesisir Aceh bagian utara serta timur.

Rabu, 07/12/2016 14:23 0

Close