Rilis Laporan Tak Sesuai Keinginan AS, Seluruh Staf PBB Akan Diusir

KIBLAT.NET, Kabul – Selama 15 tahun perang di Afghanistan, pernyataan-pernyataan yang dirilis Pentagon tidak pernah sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Berbagai bantahan ternyata tidak benar, dan hampir semua prediksi dan optimisme tentang keberhasilan misi dan operasi Amerika di tanah Afghan tidak pernah terwujud. Hal itu membuat kredibilitas superpower AS berada pada titik yang sangat rendah. Sudah terlalu sering laporan-laporan PBB bertolak belakang dengan narasi pejabat-pejabat AS. Terbukti, laporan-laporan badan dunia itu hanya akan mempermalukan pasukan pendudukan Barat, terutama AS dan sekutu-sekutunya.

Kesabaran nampaknya telah mendekati batas setelah 15 tahun terus-menerus berada dalam “kebenaran” versi militer Amerika, yang dipaksakan mengenahi berbagai peristiwa di medan perang. Perkembangan terbaru, kedua pejabat PBB dan AS sama-sama mengatakan bahwa hubungan di antara dua entitas itu seperti sebuah “mimpi buruk”. Komandan militer AS saat ini, Jenderal John Nicholson pernah berencana untuk mengambil tindakan keras terhadap PBB, bahkan baru-baru ini ia sedang mempertimbangkan untuk mengusir seluruh staf PBB dari sebuah kamp militer di Kabul.

Bermula dari perbedaan data laporan antara AS dan PBB yang lama-lama menjadi suatu hal yang sangat biasa. Sekelompok warga sipil yang tewas akibat serangan drone AS di Propinsi Nangarhar diklaim Pentagon sebagai anggota ISIS. Pada saat sumber-sumber lokal menolak laporan versi AS tersebut, PBB pun membenarkan bahwa semua korban di sebuah rumah yang luluh lantak akibat serangan drone Amerika itu betul-betul warga sipil.

Perlu dicatat, semua insiden semacam itu terjadi begitu saja dan terus berulang, sebagaimana dalam beberapa tahun terakhir terjadi sebuah insiden serupa yang juga menewaskan sekelompok warga sipil tanpa ada peringatan sebelumnya. Dan AS pun menganggap bahwa setiap orang baik perempuan ataupun anak-anak atau siapa saja merupakan “teroris”.

BACA JUGA  Tak Masuk Kepengurusan MUI, Din: Saya Memang Mau Berhenti

Ketika perang semakin menyulitkan pasukan AS, sejumlah laporan PBB semakin banyak menyoroti bagian-bagian yang paling memprihatinkan, seperti meningkatnya jumlah korban sipil yang tewas di Afghanistan, termasuk semakin tingginya angka korban (sipil) yang tewas akibat serangan udara. Tingginya tekanan yang harus dihadapi oleh komandan-komandan militer AS untuk selalu memperlihatkan “ilusi” progress/kemajuan mereka di medan perang, nampaknya akan mendorong mereka untuk semakin meningkatkan upaya membungkam PBB.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat