Oposisi: Rusia Tutup Seluruh Pintu Negosiasi untuk Aleppo Timur

KIBLAT.NET, Aleppo – Oposisi Suriah mengungkapkan bahwa Rusia telah menutup seluruh pintu negosiasi untuk Aleppo Timur dan bersikeras mendesak pejuang keluar dari wilayah yang terkepung itu.

Para komandan oposisi, dua hari sebelumnya, dengan tegas menolak tawaran Rusia untuk keluar dari Aleppo Timur. Mereka menegaskan tidak akan menyerahkan Aleppo Timur kepada rezim meskipun harus membayar mahal. Akan tetapi, oposisi mendukung dibukanya jalan aman bagi warga sipil untuk meninggalkan kota yang terkepung itu.

Oposisi juga menggelar pertemuan dengan para pejabat Rusia beberapa hari terakhir di Turki membahas sejumlah kesepakatan, di antaranya mengeluarkan faksi-faksi Islamis dari Aleppo. Di sisi lain, tujuan pertemuan ini menyepakati para pejuang dari Free Syrian Army (FSA) tetap berada di kota tersebut.

Meski Rusia bersedia bertemu oposisi Suriah, namun tidak ada informasi apapun yang dibocorkan ke media dalam pertemuan yang difasilitasi Turki itu.

Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, Kepala media faksi Tastaqim (salah satu faksi FSA), Zakariya Malazafi, kepada Reuters, mengatakan bahwa pernyataan terbaru Rusia telah menghapus seluruhnya. Rusia mengatakan akan menganggap teroris setiap kelompok yang tidak mau keluar dari Aleppo Timur.

Zakariya menambahkan bahwa pertemuan di Turki telah mencapai kebuntuan. Pejuang menyatakan akan tetap bertahan di Aleppo.

Faksi-faksi lainnya juga menegaskan terus melawan sampai titik darah terakhir. Segala upaya mengeluarkan pejuang dari Aleppo Timur tidak dapat diterima.

Dukungan Rusia di DK PBB

Dari Damaskus, Departemen Luar Negeri Suriah memuji sikap Rusia dan Cina yang menggunakan hak veto dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB pekan ini. Kedua anggota DK PBB itu memveto rencana gencatan senjata kemanusiaan di Aleppo Timur yang tidak termasuk keluarnya oposisi.

Rusia dan Cina beralasan, gencatan hanya memberi kesempatan bagi “teroris” merapikan barisan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan negaranya mendukung operasi militer rezim Suriah di Aleppo Timur menargetkan pejuang oposisi yang menolak pergi. Dia menambahkan, Moskow akan memberlakukan para oposisi itu seperti kelompok teroris.

Rusia juga berupaya menggelar pembicaraan dengan AS untuk mengeluarkan oposisi dari Aleppo Timur. Akan tetapi, pertemuan yang dijadwalkan kemarin itu gagal.

Perlu dicatat, sampai saat ini masih terdapat 200 ribu lebih warga yang berada di Aleppo Timur. Beberapa pekan ini, kondisi mereka kian memprihatinkan akibat blokade dan gempuran udara. Saat ini, Rusia mengancam menganggap mereka kelompok “teroris”.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat