... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi: Rusia Tutup Seluruh Pintu Negosiasi untuk Aleppo Timur

Foto: Kondisi Kota Aleppo Timur

KIBLAT.NET, Aleppo – Oposisi Suriah mengungkapkan bahwa Rusia telah menutup seluruh pintu negosiasi untuk Aleppo Timur dan bersikeras mendesak pejuang keluar dari wilayah yang terkepung itu.

Para komandan oposisi, dua hari sebelumnya, dengan tegas menolak tawaran Rusia untuk keluar dari Aleppo Timur. Mereka menegaskan tidak akan menyerahkan Aleppo Timur kepada rezim meskipun harus membayar mahal. Akan tetapi, oposisi mendukung dibukanya jalan aman bagi warga sipil untuk meninggalkan kota yang terkepung itu.

Oposisi juga menggelar pertemuan dengan para pejabat Rusia beberapa hari terakhir di Turki membahas sejumlah kesepakatan, di antaranya mengeluarkan faksi-faksi Islamis dari Aleppo. Di sisi lain, tujuan pertemuan ini menyepakati para pejuang dari Free Syrian Army (FSA) tetap berada di kota tersebut.

Meski Rusia bersedia bertemu oposisi Suriah, namun tidak ada informasi apapun yang dibocorkan ke media dalam pertemuan yang difasilitasi Turki itu.

Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, Kepala media faksi Tastaqim (salah satu faksi FSA), Zakariya Malazafi, kepada Reuters, mengatakan bahwa pernyataan terbaru Rusia telah menghapus seluruhnya. Rusia mengatakan akan menganggap teroris setiap kelompok yang tidak mau keluar dari Aleppo Timur.

Zakariya menambahkan bahwa pertemuan di Turki telah mencapai kebuntuan. Pejuang menyatakan akan tetap bertahan di Aleppo.

Faksi-faksi lainnya juga menegaskan terus melawan sampai titik darah terakhir. Segala upaya mengeluarkan pejuang dari Aleppo Timur tidak dapat diterima.

BACA JUGA  35 Milisi Pro-Iran di Suriah Tewas Dibom Pesawat Tak Dikenal

Dukungan Rusia di DK PBB

Dari Damaskus, Departemen Luar Negeri Suriah memuji sikap Rusia dan Cina yang menggunakan hak veto dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB pekan ini. Kedua anggota DK PBB itu memveto rencana gencatan senjata kemanusiaan di Aleppo Timur yang tidak termasuk keluarnya oposisi.

Rusia dan Cina beralasan, gencatan hanya memberi kesempatan bagi “teroris” merapikan barisan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan negaranya mendukung operasi militer rezim Suriah di Aleppo Timur menargetkan pejuang oposisi yang menolak pergi. Dia menambahkan, Moskow akan memberlakukan para oposisi itu seperti kelompok teroris.

Rusia juga berupaya menggelar pembicaraan dengan AS untuk mengeluarkan oposisi dari Aleppo Timur. Akan tetapi, pertemuan yang dijadwalkan kemarin itu gagal.

Perlu dicatat, sampai saat ini masih terdapat 200 ribu lebih warga yang berada di Aleppo Timur. Beberapa pekan ini, kondisi mereka kian memprihatinkan akibat blokade dan gempuran udara. Saat ini, Rusia mengancam menganggap mereka kelompok “teroris”.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BMH Jatim Gelar Baksos untuk Korban Banjir Sungai Bengawan Solo

Baitul Mal Hidyatullah (BMH) Jawa Timur menggelar aksi bakti sosial untuk membantu korban banjir luapan sungai Bengawan Solo yang merendam kota Bojonegoro dan Tuban pekan ini

Rabu, 07/12/2016 08:13 0

Indonesia

Penyelesaian Kasus Ahok, Begini Janji Jaksa Agung

Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa pihak kejaksaan akan menangani kasus Ahok dengan benar. Artinya, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selasa, 06/12/2016 18:45 0

Indonesia

Komisi III Minta Kejagung Gunakan Jaksa Terbaik dalam Kasus Ahok

Anggota Komisi III DPR RI, Abu Bakar Al-Habsy memandang saat ini masyarakat sedang menghadapi peristiwa yang tidak terlalu sulit penyelesaiannya. Yaitu penistaan agama oleh Ahok.

Selasa, 06/12/2016 18:02 0

Indonesia

Sebut Aksi Bela Islam terkait Politik, Pengamat Terorisme Diteriaki

Salah satu yang menjadi narasumber adalah pengamat terorisme, Nasir Abbas. Di tengah-tengah materinya, ia menyebut bahwa seluruh aksi damai yang dilakukan umat Islam Indonesia selama ini berhubungan dengan politik.

Selasa, 06/12/2016 15:26 0

Rohah

Debat Hebat Hakim dengan Khalifah

Kemudian Syuraik berkata, “Orang zindiq memiliki tiga ciri, yaitu meninggalkan shalat berjamaah, suka mendengar nyanyian, dan meminum minuman memabukkan.”

Selasa, 06/12/2016 14:10 0

Analisis

Trump Menarik Dukungan, Akankah Kelompok Oposisi “Moderat” Merapat ke Al-Qaidah dan Saudi?

Presiden terpilih AS, Donald Trump sejak diumumkan menang dalam pilpres yang lalu secara jelas menyatakan bahwa ia berniat akan mengubah kebijakan AS di Suriah.

Selasa, 06/12/2016 13:40 0

Indonesia

Silaturrahim Pasca 212, UBN: Allah Membuat Iri dan Menyesal Mereka yang Tidak Ikut Aksi

Shalawat dan Takbir selimuti ratusan orang yang hadir di dalam masjid. Tangis pilu dari para hadirin pun menetes ketika Ustadz Bachtiar membacakan shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

Selasa, 06/12/2016 12:44 0

Video Kajian

Tips Menuntut Ilmu Ala Ibnu Abbas [Ust. Taqiyyudin, Lc.]

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki ataupun perempuan. Bahkan banyak sekali dalil-dalil syar’i yang menyatakan keutamaan menuntut ilmu

Selasa, 06/12/2016 10:04 0

Indonesia

Koordinator Tim Medis: Aksi 212 Menyatukan Dokter Se-Nusantara

Aksi 212 mewujudkan hubungan persaudaraan antar dokter se-Nusantara. Demikian yang diungkapkan dr. Sholeh selaku koordinator Tim Medis Aksi Bela Islam III pada Jum'at 2 Desember lalu.

Senin, 05/12/2016 21:00 0

Indonesia

Jelang Persidangan Kasus Ahok, Pemuda Muhammadiyah Surati Komisi Yudisial

"Pesan utamanya tentu adalah memastikan proses peradilan tidak terjadi akrobat hukum, terutama di kejaksaan"

Senin, 05/12/2016 20:14 0

Close