Marinir AS: Perang Selanjutnya Butuh Banyak Pasukan dan Senjata

KIBLAT.NET, Washington – Komandan korps marinir AS (USMC), Jenderal Robert Neller menyambut baik rencana Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan masif mengirim lebih banyak lagi pasukan dari batalyon infantri Marinir. Pada hari Senin (5/12) Neller menyatakan sikapnya tersebut, sekaligus menyatakan secara jelas bahwa ia ingin lebih dari sekedar pengerahan banyak pasukan.

Saat menyinggung mengenahi “perang berikutnya”, Neller bersikukuh korps pasukan yang dipimpinnya saat ini, USMC, membutuhkan lebih banyak ahli-ahli siber, intelijen, dan penerbangan, termasuk jet-jet tempur, kapal amfibi, dan berbagai jenis persenjataan dalam jumlah besar. Menurutnya, perang yang akan dihadapi berikutnya akan jauh lebih rumit, dan musuh yang akan dihadapi juga jauh lebih canggih daripada ISIS.

Menjelaskan apa dan bagaimana “perang berikutnya” itu, secara tidak langsung Neller mengatakan bahwa pasukan ISIS tidak sehebat pasukan separatis dukungan Rusia yang melawan Ukraina. Ia menggarisbawahi, meskipun seandainya Trump tidak berminat memulai perang dengan Rusia, tidak berarti bahwa pejabat-pejabat Pentagon sengaja untuk tetap menggunakan Rusia sebagai alasan untuk menghabiskan lebih banyak lagi anggaran militer/pertahanan.

Petinggi militer Amerika lainnya, Laksamana John Richardson juga menyatakan keyakinan serupa bahwa para produsen senjata AS sangat mampu untuk melakukan “produksi besar-besaran” sehingga bisa memenuhi berbagai permintaan baru & kebutuhan sesuai yang diharapkan.  Hal itu sebagai bagian dari komitmen dan janji Trump yang akan mengerahkan lebih banyak lagi pasukan, kapal, dan pesawat-pesawat militer, meskipun Richardson sendiri tidak secara eksplisit menyebut Rusia, atau (kekuatan) lainnya tentang sebuah perang yang akan dihadapi selanjutnya.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Antiwarnews

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat