Ini Penjelasan Fath Al-Syam Soal Penyerbuan Gudang Senjata Faksi Lain di Aleppo Timur

KIBLAT.NET, Aleppo – Jabhah Fath Al-Syam memberi penjelasan terkait tuduhan penyerangan gudang senjata faksi Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam di Aleppo Timur yang terkepung. Penyerbuan itu dilakukan atas dasar keputusan Dewan Komando Aleppo, yang merupakan komando gabungan faksi-faksi Aleppo.

Anggota Kantor Media Jabhah Fath Al-Sam, Abu Anas Al-Syami, Senin (05/12), menjelaskan bahwa pasukannya menyerbu salah satu gudang senjata milik faksi Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam untuk membukanya bagi faksi lain.

Kepada harian An-Nada, Abu Anas menunjukkan bahwa operasi membuka paksa gudang senjata kedua faksi itu berdasarkan keputusan Dewan Komando Aleppo, yang menggabung seluruh faksi-faksi di Aleppo Timur yang terkepung.

“Keputusan itu diambil setelah mereka tidak mau saling mendukung dan berkomitmen bertempur bersama meski front membutuhkan mereka dan senjata mereka,” jelas Abu Anas.

Menurut Abu Anas, tekanan kuat militer terhadap faksi-faksi anggota Dewan Komando Aleppo membuat keputusan itu tak terlaksana. Padahal, keputusan ini telah disepakati sejak tiga pekan sebelumnya.

Kondisi itu mendorong Fath Al-Syam turun tangan merealisasikannya. Kami membuka paksa gudang senjata kedua faksi tersebut dan membagi-bagikan senjata di dalamnya kepada pejuang lain. Sebagian didistribusikan ke front-front pertahanan yang beberapa waktu terakhir berjuang keras menghadang serangan pasukan darat rezim Assad.

Abu Anas menegaskan bahwa pihaknya tidak menangkap seorang pun dari anggota kedua faksi tersebut saat melakukan penyerbuan.

Sementara itu, seorang komandan Faylaq Al-Syam Idris Ar-Raid membantah adanya keputusan Dewan Komando Aleppo untuk menyerbu gudang senjata kelompoknya. Menurutnya, keputusan itu bohong dan dibuat-buat.

Para pejuang Jabhah Fath Al-Syam dan faksi Abu Ammarah di Aleppo Timur, Ahad (04/12), menyerbu gudang senjata milik faksi Jaisyul Islam dan Faylaq Al-Syam di lingkungan Al-Kalasah di Aleppo Timur yang terkepung. Senjata-senjata dan amunisi di dua gudang senjata tersebut diangkut.

Sumber yang dilansir portal enabbaladi.net menyebutkan tidak ada pertempuran dalam insiden penyerbuan itu. Para pejuang Faylaq Al-Syam mengklaim, mereka sengaja tidak melawan untuk menghindari pertumpahan darah.

Perlu diketahui, insiden ini terjadi setelah sejumlah perwakilan oposisi Suriah menggelar pertemuan dengan Rusia di Ankara, Turki. Rusia ingin menekan oposisi di Aleppo Timur untuk keluar. Jika bertahan, Rusia mengancam mengubur mereka di kota yang terkepung itu.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: arabi21.com, enabbaladi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat