... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Abu Fatiah: Umat Islam Terbagi Tiga Dalam Memahami Al-Mahdi

KIBLAT.NET – Dalam memahami Al-Mahdi, menurut penulis buku akhir zaman Abu Fatiah Al-Adnani, Kaum Muslimin terbagi menjadi 3 golongan.

Pertama, golongan ekstrim kiri yang tidak mempercayai akan adanya Al Mahdi, sedangkan kolongan ekstrim kanan yaitu yang mempercayai akan adanya Al Mahdi tetapi golongan ini kebablasan sehingga menjadikan semua hadits dan riwayat tentang Al Mahdi sebagai sandaran dalam mempercayai Al Mahdi, meskipun dhaif. Abu Fatiah pun menjelaskan golongan yang ketiga adalah Muslim Ahlussunnah wal Jamaah yang harus meyakini dan mempercayai Akan adanya Al Mahdi dengan riwayat yang mutawatir.

Hal itu disampaikan dalam Bedah Buku Fenomenal Inikah Al Mahdi Yang Dijanjikan yang ditulis oleh Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani. Kegiatan bedah buku ini diselenggarakan oleh MADINA (Majelis Dakwah Islam Indonesia) Ahad (27/11) yang bertempat di Kota Palu. Ratusan orang diperkirakan hadir dalam acara ini.

“Pada Abad 8 Ibnu Khaldun ingin mendhaifkan seluruh riwayat yang menyatakan keyakinan tentang kehadiran Al Mahdi itu bathil. Akan tetapi para ulama membantah dan menjelaskan dengan baik bahwa riwayat tentang Al Mahdi itu benar adanya,” kata Abu Fatiah
Dalam konteks tersebut, Ustadz Abu Fatiah mengatakan bahwa kita sekarang sudah berada di akhir zaman yang tak lain sudah memasuki fase keempat yaitu Fase Modern atau Mulkan Jabariyyan. Fase yang ditandai dengan pemimpin negeri-negeri Islam kejam lagi bengis.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Kalau Majelis Taklim Harus Didaftar, Lama-lama Seperti Gereja

Lebih lanjut, Abu Fatiah Al Adnani menjelaskan mengapa Al-Mahdi diutus di akhir zaman. Ia menyampaikan bahwa walaupun manusia diciptakan dengan yang akal yang sempurna akan tetapi tidak akan bisa membedakan mana haq dan mana bathil maka dari itu diutuslah para nabi dan rasul ditengah-tengah umat manusia.

Pada abad ke 15, kerusakan umat Islam tidak lagi bersifat parsial akan tetapi sudah bersifat global. Kondisi dunia saat ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi manusia sebelum diutusnya Rasulullah SAW. Abu Fatiah juga menanyakan bahwa pembaru seperti apa yang kita akan inginkan di zaman sekarang yang bisa memberikan problem solving untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat? Karena sudah tidak lagi problem solving untuk problem politik, ekonomi, sosial dll. Maka, Allah akan mengutus kepada manusia seorang manusia, yaitu Al Mahdi.

Abu Fatiah juga memberikan penjelasan pada akhir zaman juga hanya akan ada 3 kekuatan politik di dunia yaitu Islam, Romawi dan Persia.

“Ummat Islam sekarang sudah tidak memiliki rumah, yaitu khilafah. Mental umat Islam pun sudah hilang dan rusak karena sudah tidak memiliki rumah yang menaungi umat Islam”, tutur Ustadz Abu Fatiah.

Di akhir, Ustadz Abu Fatiah memberikan nasehat kepada para peserta bahwa tugas berat para ulama, khususnya Imam Al Mahdi, adalah menyadarkan umat untuk kembali kepada syariat Islam.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Membubarkan Diri dengan Tertib

Rep. Moh Salam
Editor: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Sebuah Helikopter Iran Jatuh, 5 Orang Tewas

KIBLAT.NET, Teheran – Sebuah helikopter milik sebuah perusahaan di Iran dilaporkan telah jatuh di laut...

Senin, 28/11/2016 08:07 0

Philipina

Dr. Aidh Al-Qarni Turut Belasungkawa Atas Pembunuhan Pengkhotbah Islam Filipina

KIBLAT.NET – Pengkhotbah dan ulama Arab Saudi Dr. Aidh Al-Qarni mengucapkan belasungkawa dan doa atas...

Senin, 28/11/2016 07:51 0

Philipina

Pengkhotbah Filipina Ini Dibunuh Saat Mengimami Shalat Subuh

KIBLAT.NET – Seorang pengkhotbah Filipina yang populer, Nuh Kabarryno, telah dibunuh oleh orang tak dikenal...

Senin, 28/11/2016 07:23 0

Indonesia

Jelang Aksi Bela Islam III, GNPF-MUI kepada Umat Islam: Banyak Doa, Siapkan Fisik

"Umat Islam banyak-banyak do'a, siapkan fisik," kata Panglima GNPF-MUI, Munarman, SH

Ahad, 27/11/2016 19:50 1

Myanmar

PBB: Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Muslim Rohingya

"Para tentara membunuh orang, menembak mereka, menyembelih anak-anak, memperkosa para wanita, membakar dan menjarah rumah-rumah, memaksa orang-orang untuk menyeberangi sungai," kata Kepala Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di perbatasan Bangladesh

Ahad, 27/11/2016 19:20 0

Indonesia

Ini Tiga Tuntutan GNPF-MUI pada Aksi Damai Bela Islam III

"Supaya jaksa menetapkan berkas itu dititetapkan sebagai P21. Artinya berkasnya lengkap dan bisa dilanjutkan ke proses penuntutan," kata Panglima Aksi Damai Bela Islam III Munarman

Ahad, 27/11/2016 18:45 0

Indonesia

Catat! Aksi Bela Islam III Dimulai Jam 8 Pagi

"Kalau kemarin aksi setelah sholat Jumat, sekarang kita Aksi dari pagi dari jam 8 pagi," kata Panglima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Munarman, SH

Ahad, 27/11/2016 17:30 0

Indonesia

Ribuan Muslim Poso Ikuti Gerakan Bersatu Dukung Aksi Bela Islam III

Ribuan umat Islam Poso begitu antusias menghadiri tabligh akbar bela Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan aksi longmarch sejauh 2 kilometer

Ahad, 27/11/2016 16:40 0

Munaqosyah

Antara Khuruj Terhadap Ulil Amri dan Penguasa Sekuler

Seringkali kita menemukan salah kaprah beberapa pihak terhadap istilah khuruj. Di antara contohnya adalah istilah khuruj seringkali disematkan kepada orang atau kelompok yang mengkritisi penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah. Terkadang istilah khuruj disematkan kepada orang yang melakukan demonstrasi menentang kebijakan penguasa sekuler.

Ahad, 27/11/2016 15:45 1

Munaqosyah

Berhati-hati dalam Vonis Khuruj Terhadap Ulil Amri

Pemaparan di atas menjadi bukti bahwa pembahasan “khuruj” terhadap ulil amri yang tidak tuntas dan sepotong-potong bisa menimbulkan kegaduhan dan kerancuan pemahaman yang menyebabkan kerancuan dalam menyimpulkan suatu hukum. Tulisan ini mencoba memberikan gambaran akan kompleksitasnya perkara khuruj tersebut. Sehingga seseorang harus berhati-hati dalam menjatuhkan vonis khuruj.

Ahad, 27/11/2016 15:30 0

Close