... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Berhati-hati dalam Vonis Khuruj Terhadap Ulil Amri

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET Suatu ketika Umar memboncengkan temannya sepulang kuliah dari kampus Arab Saudi di Jakarta. Karena terburu-buru Umar menerobos lampu merah. Umar diingatkan oleh teman yang diboncengnya, “Hati-hati lho, kalau kamu menerobos lampu merah bisa-bisa kamu jadi khowarij.” Bukannya tidak terima diingatkan tapi Umar merasa aneh dengan perkataan temannya, Umar bertanya, “Apa hubungannya merobos lampu merah dengan khawarij?”

Teman Umar menjawab, “Iya, menerobos lampu merah itu kan salah satu bentuk keluar (khuruj) dari ketaatan kepada ulil amri. Jika seorang keluar dari ketaatan ulil amri maka dia khawarij.” Tidak terima dengan argumentasi temannya Umar langsung menukil tafsir ulil amri dari buku tafsir yang diajarkan di kampus, “Tahu nggak antum, ulil amri yang dimaksud dalam Al-Quran itu adalah ulil amri yang memiliki hak perwalian legal secara syar’i, bukan pemimpin yang memiliki perwalian lewat jalan thoghut.” Suasana hening hingga mereka berdua sampai di kos-kosan.

Beberapa tahun pasca kejadian di atas, jagad maya dihebohkan dengan ceramah seorang ustadz yang “memfatwakan” bolehnya menumpahkan darah demonstran. Menurut dia darah para demonstran yang tidak mau diingatkan maka boleh ditumpahkan darahnya karena dia keluar dari keataan kepada ulil amri alias khowarij.

Pemaparan di atas menjadi bukti bahwa pembahasan “khuruj” terhadap ulil amri yang tidak tuntas dan sepotong-potong bisa menimbulkan kegaduhan dan kerancuan pemahaman yang menyebabkan kerancuan dalam menyimpulkan suatu hukum. Tulisan ini mencoba memberikan gambaran akan kompleksitasnya perkara khuruj tersebut. Sehingga seseorang harus berhati-hati dalam menjatuhkan vonis khuruj.

Antara khuruj dan bughot

Serupa tapi tak sama, itulah kalimat yang tepat menggambarkan tentang dua kata di atas, khuruj dan bughot. Ada beberapa prilaku yang beririsan antara khuruj dan bughot, namun juga ada beberapa perbedaan pada detail dari masing-masing kedua kata.

BACA JUGA  Menag: Ilmu Agama Tinggi Tapi Tak Bisa Bersaing, Buat Apa?

Kata bughot (بغاة) sendiri adalah bentuk jamak dari kata (باغي)  yang merupakan pecahan dari kata bagho-yabghi (بغى – يبغي) di dalam tafsir Ath Thobari disebutkan bahwa kata bagho secara bahasa bermakna melewati batas (طغى), memusuhi (اعتدى عليه) dan melampaui batas (تجاوز الحد). (lihat Tafsir Ath-Thobari 4/281)

Imam An Nawawi berkata, “Baghi (bughot) dalam istilah para ulama adalah orang yang menyelisihi imam yang adil, keluar dari ketaatannya dengan enggan menunaikan yang wajib baginya atau bagi orang lain yang serupa dengannya…”

Beliau melanjutkan, “Orang yang menyelisihi imam dengan keluar dari ketaatan imam, tidak mau tunduk dan enggan menunaikan hak imam bisa berupa bughot atau selainnya. Masing-masing dari mereka memiliki hukum-hukum khusus. Adapun bughot ada 2 hal mendasar dari mereka :

  1. Mereka memiliki takwil yang mereka yakini memperbolehkan mereka untuk keluar dari ketaatan kepada imam atau enggan menunaikan hak imam yang wajib atas mereka. Jika suatu kaum keluar dari ketaatan dan tidak menunaikan hak imam tanpa takwil, baik hak imam tersebut berupa had (hukum pidana Islam) atau qishosh atau hak harta, baik hak Allah maupun hak manusia, atas dasar pembangkangan dan kesombongan dan tidak ada takwil sedikitpun, maka mereka tidak dihukumi sebagai bughot.
  2. Mereka memiliki kekuatan dan jumlah. Di mana, imam membutuhkan usaha yang keras untuk mengembalikan mereka kepada ketaatan, baik usaha itu berupa distrbusi harta, mempersiapkan pasukan dan melaksanakan perang. Jika mereka hanya beberapa gelintir orang yang mudah dikendalikan maka mereka bukan bughot. (Rodhotut Tholibin dan Umdatul Muftin 10/50-52)
BACA JUGA  Pasca Kematian Soleimani, Sejumlah Negara Eropa Larang Warganya Bepergian ke Iran

Sementara menurut ulama hanafiyah bughot adalah khuruj dari imam yang haq dengan alasan yag tidak dibenarkan. Dengan syarat mereka memiliki takwil (yang salah) dalam hal itu, jika mereka keluar tidak dengan alasan takwil, maka mereka adalah perampok.” (Hasyiyah Ibnu Abidin 6/411)

Ulama Malikiyah mengartikan albaghyu adalah menentang  imam yang sah imamahnya dalam hal yang tidak maksiat dengan menggunakan kekuatan walaupun berdasarkan takwil. (At-Tasyri’ Al Jina’ Al Islami 2/673)

Menurut ulama Hanabilah albaghyu adalah keluar dari ketaatan imam karena takwil disertai adanya kekuatan dari kelompok yang menentang. (Al Mubdi’ fi Syarhil Muqni’ 9/159)

Di dalam majalah Al-Bayan syaikh Muhammad bin Syakir Asy Syarif setelah memaparkan perkataan ulama tentang albaghyu beliau menyatakan bahwa suatu perbuatan tidak dikatakan albaghyu kecuali memiliki unsur-unsur berikut :

  1. Penentangan (imtina’) terjadi terhadap ulil amri yang sah secara syar’i baik itu imam (khalifah) atau yang mewakilinya (para gubernur :pent) karena seorang yang tidak sah menjadi ulil amri secara syar’i maka tidak wajib pula mentaatinya.
  2. Penentangan terjadi terhadap kebenaran, entah itu berupa hak Allah, hak ulil amri atau hak personal umat Islam.
  3. Penentangan didasari pada takwil, jika penentangan terhadap imam landasannya adalah sengaja ingin membangkang tanpa landasan takwil maka bukanlah termasuk albaghyu, itu adalah maksiat yang bisa jadi berupa dosa besar melihat tingkat penentangannya.
  4. Pihak yang menentang adalah kelompok yang memiliki kekuatan, untuk memberantasnya diperlukan usaha yang keras berupa distribusi harta, menyiapkan pasukan dan mengumumkan perang. Jika yang menentang hanya personal yang mudah diberantas maka mereka tidak dianggap sebagai bughot.

Baca halaman selanjutnya: Sementara kata khuruj...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Musibah Rohingnya Adalah Musibah Kaum Muslimin

Sebagaimana yang kita ketahui, umat Islam di Rohingya hari ini berada dalam penganiayaan. Pasukan di bawah komando biksu Ashin Wirathu memasuki perkampungan muslim, menembak membabi buta hingga menimbulkan ketakutan yang luar biasa.

Ahad, 27/11/2016 13:17 0

Suriah

Pesawat Tempur Assad Targetkan Rumah Sakit Bersalin di Idlib

KIBLAT.NET  – Pesawat tempur rezim Assad atau sekutunya, Rusia, dilaporkan menyerang sebuah rumah sakit ibu...

Ahad, 27/11/2016 12:06 0

Artikel

Media dan Upaya Membangun Rasa Takut Masyarakat

KIBLAT.NET – Menjelang aksi damai 2 Desember 2016, publik sudah dipenuhi berbagai spekulasi dan wacana...

Ahad, 27/11/2016 11:37 0

Konsultasi

Hukum Menggunakan Wifi Milik Orang Lain Tanpa Izin

Redaksi Kiblat.net, Zaman ini kita tidak lepas dari internet, nah di antara bentuk layanan akses internet adalah via wifi.Tterkadang kita menemukan wifi yang bisa diakses tanpa password. Bagaimana hukum menggunakan wifi milik orang lain tanpa seizin dari si pemilik? Jazakumullah khairan.

Ahad, 27/11/2016 11:33 1

Indonesia

Poso: Ribuan Orang Diperkirakan Hadiri Bedah Buku “Inikah Al Mahdi yang Dijanjikan”

KIBLAT.NET – Poso: Ribuan orang diperkirakan hadiri bedah buku “Inikah Al Mahdi yang Dijanjikan”. Acara...

Ahad, 27/11/2016 06:03 0

Indonesia

Menjelang 212, Pagi Ini 70 Ormas Islam Jatim Turun Jalan Untuk Aksi Bela Islam

KIBLAT.NET—Diperkirakan 10.000 umat Islam Jawa Timur yang berasal dari 70 ormas dan elemen kelompok Islam...

Ahad, 27/11/2016 05:38 0

Indonesia

Dinilai Provokatif, Polisi Tangkap Pengunggah Foto “Rush Money”

KIBLAT.NET – Seorang guru berinisial AR (31 tahun), ditangkap oleh Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri...

Ahad, 27/11/2016 05:20 0

Iran

Iran Kembali Izinkan Rusia Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Misi di Suriah

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, mengatakan pada Sabtu (26/11) bahwa Iran akan mengizinkan Rusia menggunakan pangkalan udara Hamadan di Iran untuk membantu rezim Assad. Di sisi lain, Teheran juga tengah membahas pembelian alutsista Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi 30.

Sabtu, 26/11/2016 19:38 0

Asia

Tak Hanya di Indonesia, Protes atas Genosida Rohingya Juga Ada di Berbagai Belahan Dunia

Ribuan orang berunjuk rasa di kedutaan Myanmar di 16 negara di seluruh dunia Jum'at kemarin (25/11). Mereka menuntut pemerintah Aung San Suu Kyi menghentikan aksi genosida terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, wilayah barat Negara.

Sabtu, 26/11/2016 18:55 0

Indonesia

Umat Islam Desak Jokowi Akhiri Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Selain mengutuk keras tindakan militer dan pemerintah Myanmar yang terus melakukan pembantaian hingga saat ini, massa mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah Indonesia, PBB, dan Komite Nobel Internasional.

Sabtu, 26/11/2016 16:58 1

Close