... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Antara Khuruj Terhadap Ulil Amri dan Penguasa Sekuler

Foto: Ilustrasi

Lanjutan dari tulisan sebelumnya

Seringkali kita menemukan salah kaprah beberapa pihak terhadap istilah khuruj. Di antara contohnya adalah istilah khuruj seringkali disematkan kepada orang atau kelompok yang mengkritisi penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah. Terkadang istilah khuruj disematkan kepada orang yang melakukan demonstrasi menentang kebijakan penguasa sekuler.

Saat kami menyebut penguasa sekuler maka yang dimaksud di sana adalah penguasa yang mencampakkan hukum Allah, mengganti hukum Allah dengan hukum buatan manusia. Mencampur adukkan hukum Allah dengan hukum-hukum buatan manusia dalam konstitusi Negara.

Tujuan Kepemimpinan dalam Islam

Imamah (Kepemimpinan) dalam Islam tidak hanya mengatur urusan duniawi manusia semata. Akan tetapi lebih daripada itu, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al Mawardi, “Imamah (Kepemimpinan) adalah pengganti tugas kenabian dalam menjaga agama (حفظ الدين) dan mengatur dunia dengan agama (سياسة الدنيا به) dan Imamah tersebut diberikan kepada orang yang melakukan tugas tersebut terhadap umat.” (Al-Ahkam Sulthoniyah, hal 3)

Di dalam pengertian di atas Imam Al Mawardi menyebutkan bahwa tugas utama seorang imam (baca : ulil amri) adalah menjaga agama dan mengatur kehidupan duniawi berdasarkan agama. Dan kedua tugas tersebut tidak akan bisa terwujud kecuali dengan menerapkan syariat Allah. Lebih jauh beliau mengatakan bahwa imamah tersebut diberikan kepada orang yang melakukan tugas tersebut.

Ibnu Khaldun berkata, “Pada dasarnya Imamah itu adalah mandat dari pemilik syariat untuk dalam menjaga agama dan mengurus urusan duniawi dengan agama.” (Al-Muqoddimah, hal 195. Dinukil dari Al-Imamah Al-Udzma inda Ahl As-Sunnah wa Al-Jamaah, hal. 29)

Allah SWT berfirman :

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (49) أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

BACA JUGA  Hadiri Aksi 112, Wakil Ketua MPR RI: Tidak Ada Manfaatnya Mengkriminalisasi Ulama

Artinya, “Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum yg diturunkan oleh Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian yg Allah turunkan kepadamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah menghendaki menimpakan musibah kepada mereka, karena dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu fasik (49) Apakah hukum jahilyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yag lebih baik dari (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah 49-50)

Di dalam hadits Rasulullah bersabda :

إن أمر عليكم عبد مجدع حسبتها قالت أسود يقودكم بكتاب الله فاسمعوا له وأطيعوا

Artinya, “Jika kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya yang buruk rupa – saya kira perawi menambahkan kata hitam- yang memimpin kalian dengan kitab Allah, maka dengarkanlah dan taatilah.” (HR Muslim)

Imam An Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim berkata

فأمر صلى الله عليه وسلم بطاعة ولي الأمر ولو كان بهذه الخساسة ما دام يقودنا بكتاب الله تعالى ، قال العلماء : معناه ما داموا متمسكين بالإسلام والدعاء إلى كتاب الله تعالى على أي حال كانوا في أنفسهم وأديانهم وأخلاقهم

Artinya, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk mentaati ulil amri, walaupun  memiliki kondisi yang tidak baik seperti di atas. Ketaatan itu diperintahkan selama mereka (para ulil amri) memimpin dengan Kitab Allah. Para ulama berkata, “Selama para ulil amri berpegang dengan Islam dan menyeru kepada Kitab Allah, apapun keadaan mereka, kondisi fisik, keagamaan dan akhlak.” (Syarh  An Nawawi Ala Shohih Muslim 9/47, terbitan Dar Ihya’ At Turats Al Arabi, Bairut, cetakan kedua, 1392. Versi Maktabah Syamilah)

Syaikhul Islam Ibnu Taimyah berkata  :

فلو ولِيَ شخص على أن يحكم بغير حكم الله ورسوله أو يقسم بغير العدل الذي أمر الله به ورسوله كان هذا شرطًا باطلًا باتفاق المسلمين وكذلك إذا أمر بما عُلم أنه مخالف لحكم الله

BACA JUGA  Pakar: Teroris Sebenarnya Adalah Orang yang Membuat Rakyat Terlunta-lunta

 “Jika seseorang diangkat sebagai pemimpin dan diperintahkan  untuk berhukum dengan selain hukum Allah dan rasul-Nya atau diperintahkan untuk tidak adil sebagaimana perintah Allah dan rasulnya, maka syarat tersebut batil berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Begitu pula halnya jika dia memerintahkan kepada hal-hal yang menyelisihi hukum Allah.” (Al-Uqud li Ibni Taimiyah, hal. 17, Tahqiq oleh syaikh Muhammad Hamid Al Faqi, diterbitkan oleh maktabah As-Sunnah Al-Muhammadiyah)

Dari pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ulil amri yang sah secara syar’i adalah ulil amri yang menegakkan hukum-hukum Allah memimpin umat dengan kitam Allah dan Rasul-Nya. Walaupun pada beberapa kondisi dia melakukan kezaliman dan kefasikan (pembahasan dalam masalah ini pembahasan tentang Imamatul Fasiq). Adapun pemerintah sekuler yang mencampakkan hukum Allah, mencampur-adukkan antara hukum Allah dan hukum manusia maka bukanlah ulil amri yang legal secara syar’i. Sesuatu yang tidak legal secara syar’i maka keberadaannya dianggap tidak ada. Sebagaimana dalam kaidah fikih disebutkan :

المعدوم شرعا كالمعدوم حسا

Artinya, “Sesuatu yang tidak wujud secara syar’i maka dianggap tidak berlaku.”

Penjelasan dari kaidah di atas adalah sesuatu yang ada secara hakikat, tapi keberadaannya menyelisihi syariat maka keberadaannya tidak dianggap. Contohnya, adalah akad nikah. Jika akad nikah dilakukan tidak terpenuhi rukun dan syaratnya, maka secara syar’i dianggap tidak sah. Pasangan yang melakukan akad tersebut dianggap tidak melakukan akad. Karena akadnya tidak sah secara syar’i. begitu juga halnya dengan pemimpin. Pemimpin yang dianggap legal secara syar’i adalah pemimpin yang berhukum dengan hukum Allah. Jika ada kepemimpinan yang tidak menegakkan hukum Allah dan malah mencampakkannya sebagaimana pemimpin sekuler, maka keberadaanya tidak dianggap secara syar’i. jika keberadaannya tidak dianggap secara syar’i maka tidak berlaku atasnya konsekuensi syar’i apapun.

Baca halaman selanjutnya: Mengingkari Kemungkaran Ulil...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Musibah Rohingnya Adalah Musibah Kaum Muslimin

Sebagaimana yang kita ketahui, umat Islam di Rohingya hari ini berada dalam penganiayaan. Pasukan di bawah komando biksu Ashin Wirathu memasuki perkampungan muslim, menembak membabi buta hingga menimbulkan ketakutan yang luar biasa.

Ahad, 27/11/2016 13:17 0

Suriah

Pesawat Tempur Assad Targetkan Rumah Sakit Bersalin di Idlib

KIBLAT.NET  – Pesawat tempur rezim Assad atau sekutunya, Rusia, dilaporkan menyerang sebuah rumah sakit ibu...

Ahad, 27/11/2016 12:06 0

Artikel

Media dan Upaya Membangun Rasa Takut Masyarakat

KIBLAT.NET – Menjelang aksi damai 2 Desember 2016, publik sudah dipenuhi berbagai spekulasi dan wacana...

Ahad, 27/11/2016 11:37 0

Konsultasi

Hukum Menggunakan Wifi Milik Orang Lain Tanpa Izin

Redaksi Kiblat.net, Zaman ini kita tidak lepas dari internet, nah di antara bentuk layanan akses internet adalah via wifi.Tterkadang kita menemukan wifi yang bisa diakses tanpa password. Bagaimana hukum menggunakan wifi milik orang lain tanpa seizin dari si pemilik? Jazakumullah khairan.

Ahad, 27/11/2016 11:33 0

Indonesia

Poso: Ribuan Orang Diperkirakan Hadiri Bedah Buku “Inikah Al Mahdi yang Dijanjikan”

KIBLAT.NET – Poso: Ribuan orang diperkirakan hadiri bedah buku “Inikah Al Mahdi yang Dijanjikan”. Acara...

Ahad, 27/11/2016 06:03 0

Indonesia

Menjelang 212, Pagi Ini 70 Ormas Islam Jatim Turun Jalan Untuk Aksi Bela Islam

KIBLAT.NET—Diperkirakan 10.000 umat Islam Jawa Timur yang berasal dari 70 ormas dan elemen kelompok Islam...

Ahad, 27/11/2016 05:38 0

Indonesia

Dinilai Provokatif, Polisi Tangkap Pengunggah Foto “Rush Money”

KIBLAT.NET – Seorang guru berinisial AR (31 tahun), ditangkap oleh Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri...

Ahad, 27/11/2016 05:20 0

Iran

Iran Kembali Izinkan Rusia Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Misi di Suriah

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, mengatakan pada Sabtu (26/11) bahwa Iran akan mengizinkan Rusia menggunakan pangkalan udara Hamadan di Iran untuk membantu rezim Assad. Di sisi lain, Teheran juga tengah membahas pembelian alutsista Rusia, termasuk jet tempur Sukhoi 30.

Sabtu, 26/11/2016 19:38 0

Asia

Tak Hanya di Indonesia, Protes atas Genosida Rohingya Juga Ada di Berbagai Belahan Dunia

Ribuan orang berunjuk rasa di kedutaan Myanmar di 16 negara di seluruh dunia Jum'at kemarin (25/11). Mereka menuntut pemerintah Aung San Suu Kyi menghentikan aksi genosida terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, wilayah barat Negara.

Sabtu, 26/11/2016 18:55 0

Indonesia

Umat Islam Desak Jokowi Akhiri Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Selain mengutuk keras tindakan militer dan pemerintah Myanmar yang terus melakukan pembantaian hingga saat ini, massa mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah Indonesia, PBB, dan Komite Nobel Internasional.

Sabtu, 26/11/2016 16:58 1