... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menlu Lebanon Desak Hizbullah Tinggalkan Suriah

Foto: Anggota Syiah Hizbullah yang tewas di Suriah

KIBLAT.NET, Beirut – Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, mendesak milisi Syiah Hizbullah untuk menarik diri dari Suriah guna mengakhiri perang sehingga para pengungsi Suriah dapat kembali ke rumah masing-masing.

Dalam wawancara dengan Middle East Eye di London, awal bulan ini, Bassil dan menantunya, Jenderal Michel Aoun mengakui bahwa milisi Hizbullah ikut campur tangan di Suriah.

Dia menekankan bahwa situasi yang rumit membutuhkan penarikan penuh semua pihak dari Suriah untuk kepentingan warga Suriah. Juga supaya Rezim Assad mengakhiri status quo militer untuk melawan terorisme, di mana yang menjadi target justru rakyat Suriah.

Sebagaimana diketahui, milisi Hizbullah adalah salah satu sekutu paling menonjol rezim Assad, yang berpartisipasi dalam pembantaian rakyat Suriah. Di sisi lain, oposisi Suriah dilaporkan telah menewaskan ribuan milisi ini dalam berbagai medan pertempuran.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: El-Dorar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Wawancara Eksklusif: Ada Apa dengan Rohingya? (Bersama Syaikh Abdullah Umar Alarakani)

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya membara lagi, pembantaian dan pembakaran terjadi lagi. Korban-korban baru berjatuhan lagi....

Sabtu, 26/11/2016 08:17 0

Indonesia

Fatwa Ulama Tak Digunakan dalam Kasus Ahok, UBN: Ini Kebiasaan Bani Israel

"Jadi, selama umat ini mentalnya sama kayak Bani Israel, mau menggunakan fatwa ulama kalau menguntungkan hawa nafsunya, tidak akan pernah selesai. Dan ini yang sedang terjadi di negeri ini saat ini," imbuhnya.

Jum'at, 25/11/2016 17:45 0

Indonesia

Ustadz Bachtiar Nasir: Tidak Ada Hukum yang Lebih Hebat Selain Hukum Allah

Pria yang dikenal dengan sebutan UBN itu juga memberi tantangan untuk mengumpulkan orang-orang parlementer dari seluruh muka bumi untuk membuat undang-undang bagi dunia. Kata dia, pasti kacau.

Jum'at, 25/11/2016 17:23 3

Indonesia

GNPF MUI: Tidak Ada Agenda ke Jakarta Kecuali Aksi Damai

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menegaskan bahwa Aksi Bela Quran III 2 Desember mendatang adalah aksi damai. Tidak ada orasi, tapi tausyiah dari para ulama.

Jum'at, 25/11/2016 16:15 0

Indonesia

Kuasa Hukum: Unsur Objektif dan Subjektif Sudah Terpenuhi, Ahok Layak Ditahan

Menurut penasehat hukum pihak pelapor, Deni Ardiansah Lubis, status Ahok sebagai tersangka telah memenuhi unsur objektif dan subjektif untuk dilakukan penahanan.

Jum'at, 25/11/2016 15:01 0

Indonesia

Angkatan Muda Muhammadiyah Desak Polisi Tahan Ahok Sebelum 2 Desember

Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Muhammadiyah, Pedri Kasman, mendesak polisi untuk segera menahan tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelum aksi 2 Desember mendatang.

Jum'at, 25/11/2016 14:35 0

Indonesia

Bahas Jihadul Kalimah, Ribuan Umat Islam Hadiri Tabligh Akbar di Solo bersama UBN

Ribuan umat Islam Solo Raya mendatangi Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo untuk mengikuti Tabligh Akbar 'Konsolidasi Ummat Islam Solo Raya dalam Menegakkan Jihadul Kalimah'. Tabligh Akbar ini diisi oleh ketua GNPF MUI, ustadz Bachtiar Nashir.

Jum'at, 25/11/2016 14:00 0

Manhaj

Ketika Ulama Harus Menegur Penguasa

Memberi nasihat kepada pemimpin merupakan salah satu kewajiban rakyat. Rakyat harus senantiasa melaksanakan kewajiban ini, baik ketika pemimpin memintanya ataupun tidak. Terlebih ketika kebijakan pemimpin menyimpang dari rambu-rambu syariat.

Jum'at, 25/11/2016 05:30 0

Tarbiyah Jihadiyah

Mencintai Allah, Rasul-Nya dan Jihad Fi Sabilillah

Berlalu sejenak keheningan di ruangan itu hingga seorang santri mengangkat tangannya. Dengan berusaha menepis keraguan pada dirinya ia menjawab, “Yang paling kita cintai setelah Allah dan Rasul-Nya di dunia ini adalah jihad fi sabilillah!”

Kamis, 24/11/2016 20:30 0

Indonesia

IHR Foundation Himbau Publik Terus Angkat Isu Rohingya

Menurut data Human Right Watch (HRW), ratusan orang tewas dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya. Melihat hal ini, lembaga kemanusiaan IHR Foundation dengan tegas mengutuk tindak kejahatan tersebut.

Kamis, 24/11/2016 19:40 0

Close