... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lebanon Ingin Isolasi Pengungsi Palestina dengan Pagar Beton, Hamas Mengecam

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas mengecam rencana otoritas Lebanon untuk membangun dinding beton di sekitar kamp pengungsi Palestina di Lebanon selatan.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (23/11), Hamas menyebut pembangunan dinding beton tersebut merupakan “cara yang salah untuk menangani masalah pengungsi Palestina”.

“Tembok ini hanya akan berfungsi untuk menyakiti para pengungsi, mengancam masa depan mereka, merugikan kepentingan mereka dan berkontribusi pada memburuknya kondisi kemanusiaan yang sudah mengerikan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, gerakan perlawanan Palestina yang memerintah wilayah Gaza ini juga mengkritisi kebijakan Lebanon yang dinilai melakukan “isolasi kolektif” di kamp-kamp pengungsi Palestina di wilayahnya.

Hamas menegaskan bahwa dinding yang direncanakan merupakan pelanggaran hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia, dan kemungkinan akan mengganggu hubungan Palestina-Lebanon.

Pada hari Selasa, muncul laporan bahwa pemerintah Lebanon mulai mendirikan penghalang beton di sekitar Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di negara itu.

Terletak tenggara dari kota pantai Sidon Lebanon, Ain al-Hilweh saat ini menjadi rumah bagi 100.000 lebih pengungsi Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak dari mereka yang datang ke kamp Ain al-Hilweh setelah melarikan diri konflik di Suriah.

Menurut angka PBB, ada sekitar 460.000 pengungsi Palestina yang saat ini tinggal di 12 kamp utama yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon.

BACA JUGA  Dianggap Tak Becus Tangani Virus, Netanyahu Didesak Mundur

Reporter: Dio Alifullah
Sumber: Anadolu Agency


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Desak Penghentian Genosida Rohingya, SEAHUM Akan Datangi Kedubes Myanmar

Selain itu, Imam menambahkan bahwa gabungan lembaga-lembaga kemanusiaan itu akan melakukan unjuk rasa terkait tragedi yang dialami etnis Rohingya. Aksi itu akan dilakukan pada Jumat (25/11) lusa

Rabu, 23/11/2016 20:37 0

Indonesia

Lima Pelapor Ajukan Surat Permohonan Penahanan Ahok

Dia pun menambahkan bahwa kasus terkait pasal 156a tentang penistaan agama sudah ada yurispudensinya. Dalam kasus-kasus yang lalu, semua terdakwa kasus ini dilakukan penahanan, dari sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga ada ketetapan hukumnya.

Rabu, 23/11/2016 19:46 0

Indonesia

Tembus Blokade Myanmar, Humanitarian Flotilla for Rohingya

Seperti diketahui, zionis Israel melakukan blokade terhadap warga Palestina. Untuk menembus blokade itu, lembaga kemanusiaan dari berbagai belahan dunia melakukan pelayaran pengiriman bantuan kemanusiaan dalam misi Freedom Flotilla.

Rabu, 23/11/2016 19:37 0

Indonesia

GNPF-MUI: Jika Memang Ada Makar, Segera Tangkap!

Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ust KH. Zaitun Rasmin menyatakan rencana aksi damai pada tanggal 2 Desember akan tetap berjalan.

Rabu, 23/11/2016 17:17 0

Indonesia

Puluhan NGO Kemanusiaan Desak Penghentian Genosida terhadap Muslim Rohingya

Puluhan lembaga kemanusiaan nonpemerintah (NGO) bersatu dan menyerukan dihentikannya pembantaian atau genosida terhadap etnis muslim Rohingya. Tak kurang dari 25 NGO kemanusiaan yang tergabung dalam South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) berkumpul di Jakarta, Rabu (23/11). Mereka sepakat menyatakan

Rabu, 23/11/2016 17:05 0

Artikel

Kisah 3 Santri Kabur dari Pondok, Seberangi Selat Sunda Demi Ikutan Aksi 411

Kamis, 2 November 2016. Waktu baru menunjukkan pukul 03.00 dini hari saat mereka menyelinap keluar pondok. Mereka membagi rombongan menjadi dua bagian supaya tak mencolok perhatian ustadz dan teman-temannya yang lain (Yes i know it..). Tak dinyana, saat itu juga ada 3 orang santri lain yang mencoba menyelinap keluar untuk ikut aksi 411 pula. Total jenderal para penerobos itu berjumlah 10 orang.

Rabu, 23/11/2016 15:52 5

Indonesia

Usai Pernyataan Kapolri, Hastag #tanyagoogle Jadi Trend di Medsos

Linimasa baru-baru ini diraimakan dengan munculnya hastag #tanyagoogle. Menurut analisis tweetreach, Rabu (23/11), hanya dalam 9 menit telah ada 100 tweet dari 59 kontributor menggunakan hastag ini, dan diperkirakan menjangkau 50 ribuan akun.

Rabu, 23/11/2016 12:25 0

Rohah

Kelakar Cerdas Abu Thayyib Ath-Thabari

Pada kesempatan lainnya, Abu Thayyib menyerahkan sepasang sepatu miliknya kepada seorang tukang sepatu untuk diperbaiki. Namun, tukang tersebut ternyata terlambat memperbaikinya padahal Abu Thayyib sering berlalu di hadapannya. Setiap kali tukang sepatu itu melihatnya, dia langsung memasukkan sepatu ke dalam air agar terlihat seperti sedang diperbaikinya. Lantas Abu Thayyib berkata, “Kami menyerahkan sepasang sepatu kepadamu agar engkau memperbaikinya, bukan melatihnya cara berenang.”

Rabu, 23/11/2016 10:30 0

Indonesia

Kalau Sudah Diikat dengan Laa ilaaha illallah, Jangan Biarkan Saudara Kita Dianiaya

"Biar bagaimanapun Allah berfirman, innamalmukminuna ikhwah (sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara). Di manapun juga, kalau orang sudah diikat dengan kalimat laa ilaaha illallah, ini menjadi satu saudara seakidah. Dan tidak kemudian membiarkan saudara-saudara kita ini dianiaya di belahan bumi yang lainnya," katanya saat dihubungi Kiblat.net Senin (21/11).

Selasa, 22/11/2016 20:14 0

Indonesia

TPM SAHLAN: Ada Dramatisasi dalam Proses Hukum Ahok

Ketua TPM Sahabat Keadilan (TPM-SAHLAN) Sulawesi Tengah, ustadz Yusrin Ichtiawan, SH menyampaikan pandangannya terkait proses hukum penistaan agama oleh Ahok yang tengah berjalan. Ia menilai adanya dramatisasi proses penegakan hukum dalam kasus tersebut.

Selasa, 22/11/2016 17:05 0

Close