... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

LBH Jakarta: Maklumat Kapolda Metro Jaya Mengancam Demokrasi

Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan dalam demo kasus Ahok di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menyatakan maklumat Kapolda Metro Jaya yang melarang aksi 2 Desember 2016 sebagai ancaman terhadap demokrasi, lapor JITU Islamic News Agency.

Setelah Kapolri mengeluarkan larangan aksi pada tanggal 2 Desember 2016, Kapolda Metro Jaya mengeluarkan maklumat Mak/04/XI/2016 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi demonstrasi yang diadakan pada tanggal 2 Desember 2016 oleh berbagai organisasi masyarakat. Hal ini tidak hanya kemunduran dalam era reformasi, melainkan juga ancaman terhadap demokrasi.

“Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) berpendapat Kepolisian mengambil jalan pintas dengan mengeluarkan maklumat yang berisi ancaman kepada demonstran,” ujar Alghiffari Aqsa, SH, Direktur LBH Jakarta dalam pers rilisnya.

Menurut LBH Jakarta, Setidaknya ada 5 permasalahan dalam Maklumat Kapolda Metro Jaya tersebut, yaitu:

Pertama, pembatasan aksi mengancam kebebasan berpendapat dan demokrasi. Penyampaian pendapat bagian dari hak asasi manusia.  Hal tersebut dalam Pasal 28 ayat (3) UUD NRI 1945, Pasal 25 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Pasal 19 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (UU No. 12 Tahun 2015). Pembatasan terhadap kebebasan berpendapat hanya dapat dilakukan dengan Undang-Undang. Dalam hal ini kita sudah semestinya mengacu kepada UU No. 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat Di Muka Umum yang mengatur mengenai pembatasan demonstrasi.

BACA JUGA  59 Negara Boikot Indonesia, PKS: Ini Cambuk Bagi Pemerintah

Kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan elemen penting dalam demokrasi. Ancaman terhadap demonstrasi tanggal 2 Desember 2016 juga merupakan ancaman terhadap kelompok masyarakat sipil lain yang menyuarakan ketidakadilan seperti petani yang dirampas lahannya, kelompok miskin kota yang digusur rumahnya, buruh yang dilanggar haknya atas upah yang layak, nelayan yang jadi korban reklamasi, dan kelompok marjinal lain yang dilanggar hak-haknya.

“Kedua, penggunaan pasal makar yang merupakan pasal multitafsir atau pasal karet,” kata LBH Jakarta.

Maklumat Kapolda menegaskan mengenai larangan makar terhadap Presiden dan atau Wakil Presiden, hendak memisahkan diri dari NKRI dan makar dengan menggulingkan Pemerintah Indonesia. Kapolda menegaskan ancaman dengan pidana mati atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun. Hal tersebut mengacu pada Pasal 104, 106, dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal ini merupakan pasal yang multi tafsir atau pasal karet dan sering digunakan untuk mengkriminalisasi aktivis di era orde baru. Diera reformasi, pasal makar ini sering digunakan untuk mengkriminalisasi aktivis Papua yang melakukan protes. Aktivis Papua dikenakan pasal makar hanya karena mengibarkan bendera Bintang Kejora, bendera yang boleh dikibarkan di era Presiden Gus Dur.

Sebagaimana kita ketahui, dalam demonstrasi, merupakan hal yang lazim demonstran menyampaikan ketidakpuasannya terhadap pemerintah atau berteriak agar Presiden dan Wakil Presiden mengundurkan diri atau digulingkan. Merupakan hal yang berlebihan jika kepolisian menerapkan pasal makar hanya karena ekspresi. Perlu diingat rezim yang berkuasa saat ini menikmati betul kebebasan berekspresi ini ketika melawan Orde Baru, menurunkan Gus Dur, ataupun mengkritisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

BACA JUGA  Polisi Diminta Tak Buru-buru Vonis Gila Penusuk Syekh Jaber


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Ketiga, mengeluarkan ancaman...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Seorang Pilot Rusia Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Seorang pilot Rusia tewas dan seorang wanita Kanada cedera ketika pesawat ultralight yang mereka naiki jatuh di Nepal barat pada Rabu (23/11).

Kamis, 24/11/2016 13:00 0

Opini

Derita Rohingya, Derita Kita Semua

Ironisnya pemerintah Myanmar terus membantah dan menyangkal bahwa telah terjadi genosida terhadap komunitas muslim Rohingya.

Kamis, 24/11/2016 12:33 0

Wilayah Lain

Bangladesh Akan Pulangkan Puluhan Warga Rohingya

Polisi Bangladesh mengumumkan, Rabu (23/11), akan memulangkan puluhan Muslim Rohingya ke Myanmar yang ditangkap saat melintasi perbatasan

Kamis, 24/11/2016 11:00 0

Palestina

Lebanon Ingin Isolasi Pengungsi Palestina dengan Pagar Beton, Hamas Mengecam

Gerakan perlawanan Palestina, Hamas mengecam rencana otoritas Lebanon untuk membangun dinding beton di sekitar kamp pengungsi Palestina di Lebanon selatan.

Kamis, 24/11/2016 10:30 0

Mesir

Al-Sisi: Tentara yang Diakui di Suriah Tentara Rezim Assad

Presiden Mesir Abdul Fatah Al-Sisi menegaskan bahwa tentara yang diakui di Suriah adalah militer rezim Assad.

Kamis, 24/11/2016 09:58 0

Irak

Milisi Syiah Culik Ratusan Warga Tal Afar di Mosul Barat

Milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi, Rabu (23/11), terus menggempur kota Tal Afar di barat Mosul, untuk merebut kota yang dihuni mayoritas Sunni dari suku Trukmen itu dari kontrol ISIS.

Kamis, 24/11/2016 09:21 0

Afghanistan

Taliban Gelar Upacara Pembaretan 150 Mujahid Muda

Komisi Brigade Martir dan Kamp Militer Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menggelar upacara pembaretan 150 siswa militer untuk bergabung ke barisan pejuang Taliban

Kamis, 24/11/2016 08:44 0

Suriah

Lagi, Rezim Assad Bombardir Pemukiman Warga Sipil di Aleppo

Sedikitnya empat orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam gelombang serangan baru yang dilancarkan rezim Assad di Aleppo.

Kamis, 24/11/2016 08:08 0

Malaysia

Solidaritas Rohingya, Malaysia Diminta Boikot Piala AFF di Myanmar

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Sukan Khairy Jamaluddin mengatakan telah melobi tim sepak bola Malaysia untuk memboikot laga tandang dengan Myanmar dalam Piala AFF Suzuki di Yangon karena kekerasan yang dilakukan tuan rumah terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Rabu, 23/11/2016 16:23 0

Suriah

Militer Suriah Gunakan Gas Beracun di Aleppo Timur yang Terkepung

Sedikitnya 18 orang tewas dalam serangkaian serangan udara di Aleppo timur yang terkepung pada Selasa (22/11)

Rabu, 23/11/2016 16:00 0

Close