... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Mencintai Allah, Rasul-Nya dan Jihad Fi Sabilillah

Foto: Mencintai jihad

KIBLAT.NET – Pukul 07:00 WIB bertepatan dengan hari Selasa, mobil antar-jemput Kyai datang. Para mahasiswa pun bergegas lari masuk ke dalam kelas. Bukan karena galaknya sosok beliau, namun lebih karena karismatiknya. Mengawali pelajaran, Sang Kyai melemparkan sebuah pertanyaan kepada mahasantrinya. Pertanyaan yang sangat mendasar tapi banyak dilupakan, “Siapa yang paling kalian cintai di dunia ini?” tutur beliau.

“Allah,” para mahasantri mejawab dengan yakin. “Setelah Allah, siapa berikutnya?” Sang Kyai melempar pertanyaan kedua. Masih dengan keyakinan yang sama seperti ketika menjawab pertanyaan yang pertama, para mahasantri yang ada di kelas itu menjawab, “Berikutnya Rasulullah”. Kyai tersenyum, terlihat puas dengan jawaban yang diberikan oleh murid-muridnya.

“Setelah Rasulullah, apa berikutnya?”

Sang Kyai melempar pertanyaan ketiga dan para mahasantri mulai kehilangan keyakinannya untuk menjawab. Seseorang mengangkat tangan, menjawab ragu, “Berikutnya adalah Al-Qur’an.” Kyai menyalahkan. Seorang lagi menjawab, “Sahabat-sahabat Rasulullah.” Kyai kembali menyalahkan. Sejenak ruangan berubah hening.

“Berikutnya adalah orang tua kita!” masih dengan keraguan yang sama, seorang mahasantri mencoba menjawab. Dan lagi-lagi sosok sepuh itu menyalahkan. Wajah Kyai yang tadi tersenyum perlahan berubah. Terlihat ada guratan kecewa.

Satu persatu mahasantri tergilir untuk menjawab ‘kuis’ tersebut namun belum ada yang beruntung. Berlalu lima orang, sampai mahasantri semester terakhir pun tak luput ditanya, berharap dengan lama masa tempuh pendidikan tentu pengetahuan yang dimiliki lebih dibanding para junior. Akan tetapi tetap saja belum satu pun dari mereka yang tepat dalam menjawab.

Kyai tidak menyangka, para mahasantri bahkan belum bisa menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan mendasar dari agamanya. Terlihat mata Sang Kyai basah, mungkin sedang bertafakkur, sungguh musibah besar telah melanda. Bagaimana mungkin seorang yang mengaku memahami agamanya dengan baik tapi hal yang pokok dia tidak mengerti? Kesedihan Sang Kyai kian bertambah, air matanya terjatuh.

BACA JUGA  Usai Kedatangan Raja Salman, Revisi UU Terorisme Didorong Beri Pemerintah Kewenangan Luas

Berlalu sejenak keheningan di ruangan itu hingga seorang santri mengangkat tangannya. Dengan berusaha menepis keraguan pada dirinya ia menjawab, “Yang paling kita cintai setelah Allah dan Rasul-Nya di dunia ini adalah jihad fi sabilillah!”

Tampak jelas kebahagiaan di wajah Sang Kiyai. Kini matanya berubah menatap haru. Itu jawaban yang benar. “Dari mana kamu mendapatkannya, nak?”

“Aku mendapatkannya di ayat ke 24 surat At-Taubah, wahai Kiyai!”

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq. (QS. At-Taubah: 24).

Kiyai pun menghadiahi murid tersebut uang dan parfum sebagai apresiasi akan pengetahuannya terhadap salah satu pilar agama ini; jihad. Mungkin, apabila pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita, tak ada beda kita dengan para mahasantri tersebut. Sebuah kemiskinan yang jauh lebih menyedihkan dari sekedar kurang harta. Sebuah kebodohan yang teramat memalukan bagi mereka yang mengaku aktivis muslim.

BACA JUGA  Israel-Mesir Sepakat Pindahkan Warga Palestina ke Semenanjung Sinai?

Oleh karena itu sebuah kemiskinan dan kebodohan tentu harus diobati, dan obat yang paling mujarab dari kejahilan di atas adalah dengan kita mengkaji tafsir atau penjelasan ulama mengenai ayat ke 24 dari surah at-Taubah.

Penjelasan Para Ahli Tafsir

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan bahwa ayat ini merupakan dalil yang kuat tentang wajibnya mencintai Allah dan rasul-Nya, serta mendahulukan keduanya di atas kecintaan terhadap suatu apapun, serta dalil adanya ancaman bagi siapa yang lebih mendahulukan perkara lain seperti yang tersebut dalam ayat, dari pada cintanya kepada Allah dan rasul-Nya serta jihad fi sabilillah. (As-Sa’di, Taisir Karim ar-Rahman, 1/332).

Allah Ta’ala dalam ayat ini menempatkan jihad pada urutan ketiga, karena jihad merupakan sebuah amalan yang sangat urgen dalam Islam. Agama ini bisa terjaga dan kehormatan kaum muslimin bisa terpelihara adalah karena adanya jihad. Oleh karena itu mendahulukan cinta terhadap jihad setelah Allah dan rasul-Nya menjadi tuntutan bagi setiap muslim.

Para salaf adalah generasi yang paling banyak mencontohkan prinsip tersebut, bagaimana mereka lebih mendahulukan cinta mereka kepada Allah, rasul dan jihad ketimbang yang lainnya. Salah satunya adalah kisah sedekah Abu Bakar sebelum perang Tabuk,  beliau  infakan seluruh harta benda serta tak meninggalkan apapun untuk keluarganya kecuali Allah dan rasul-Nya. Seorang Handhalah juga pernah melakukan pengorbanan yang tak kalah haru, ia rela melepaskan pelukan istrinya di malam pertama dan lebih memilih mengangkat senjata untuk berperang. Semua ini tidak akan terjadi kecuali karena teramat besar cintanya kepada jihad.

Baca halaman selanjutnya: Menanti Janji Allah...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Ikhwanul Muslimin Bantah Jalin Rekonsiliasi dengan Mesir

Sebelumnya, media lokal setempat mengatakan adanya upaya yang dilakukan oleh beberapa negara-negara regional untuk menyembuhkan keretakan antara IM dan Mesir. Namun, pihak Ikhanul Muslimin membantah hal tersebut.

Kamis, 24/11/2016 20:16 0

Indonesia

IHR Foundation Himbau Publik Terus Angkat Isu Rohingya

Menurut data Human Right Watch (HRW), ratusan orang tewas dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya. Melihat hal ini, lembaga kemanusiaan IHR Foundation dengan tegas mengutuk tindak kejahatan tersebut.

Kamis, 24/11/2016 19:40 0

Opini

Sunnatullah Penghancuran

Termasuk yang menjadi pesan tersirat, bahwa umat Islam marah karena ada ayat dilecehkan oleh non muslim. Ayat itu berisi perintah untuk tidak mendukung non muslim. Aparat muslim alih-alih melaksanakan substansi ayat, malah seolah menantang Allah dengan memamerkan pembelaan buta terhadap Ahok yang non muslim. Seorang muslim seharusnya tanggap menghukum penghina Al-Quran, bukan malah membelanya.

Kamis, 24/11/2016 19:06 0

Irak

Pemimpin Turkmen Iraq: Milisi Syiah dan PKK Ancam Tal Afar

Dalam komentarnya pada Rabu (23/11), Arshad al-Salihi mengungkapkan bahwa milisi Hashd al-Shaabi saat ini hanya 2 kilometer dari Tal Afar, dan akan menimbulkan ancaman besar bagi warga sipil yang terperangkap di kota.

Kamis, 24/11/2016 19:00 0

Indonesia

Anshar Syariah: Myanmar Tabuh Perang terhadap Islam dan Kaum Muslimin

Jama'ah Ansharusy Syariah (JAS) menekankan bahwa terulangnya tindakan genosida Myanmar terhadap Muslim Rohingya sama dengan menabuh genderang perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kamis, 24/11/2016 18:35 1

Palestina

Kebakaran Hebat Melanda Sejumlah Wilayah Israel

Si jago merah melalap habis beberapa wilayah Palestina yang diambil paksa oleh Israel sejak Senin malam (21/11). Ratusan tim pemadam kebakaran dan pesaat terlihat menjaga api agar tidak merambat ke tempat yang lebih luas.

Kamis, 24/11/2016 18:00 0

Indonesia

Penyebar Kebencian di Medsos Akan ditindak

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar menegaskan, akan menindak penyebar kebencian di media sosial. Namun, pihaknya akan memeriksa satu persatu sesuai dengan ketetapan hukum.

Kamis, 24/11/2016 17:05 0

Indonesia

Kapolri Sadari Peran Penting Ulama Sebagai Pemersatu Bangsa

Tito menilai, ulama merupakan unsur penting dalam menjaga kesatuan dan persatuan. Karena ulama adalah pendiri bangsa ini yang paling utama. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar jajaran TNI Polri dan pemerintah untuk lebih meningkatkan hubungan dengan para ulama.

Kamis, 24/11/2016 16:47 0

Indonesia

Kapolri: Minggu Depan Berkas Perkara Kasus Ahok Diserahkan ke Jaksa Agung

Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan, pihaknya akan mempercepat penyelesaian berkas perkara kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kamis, 24/11/2016 16:31 0

Indonesia

LBH Jakarta Minta Kapolda Metro Jaya Tarik Maklumat Pelarangan Aksi 212

LBH Jakarta juga menghimbau agar setiap demonstrasi dilakukan dengan damai dan tidak ada ujaran kebencian terhadap etnis tertentu.

Kamis, 24/11/2016 16:15 0