PBNU Kecam Peristiwa Kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengecam segala tindakan kekerasan yang menciderai nilai kemanusiaan. Termasuk tindakan kekerasan yang dialami oleh Muslim Rohingya di Myanmar.

“Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan. Tragedi kemanusiaan kembali dialami saudara-saudara muslim Rohingya di Myanmar. Muslim Rohingya makin terjepit dengan kebijakan pemerintah Myanmar,” ujar Rais Aam PBNU, DR. KH. Ma’ruf Amin, dalam pers rilis yang diterima redaksi pada Selasa, (22/11).

Sebagaimana diketahui, di beberapa titik di negara bagian Rakhine, aksi militer Myanmar menyebabkan korban berjatuhan. Apapun yang melatar belakangi peristiwa berdarah tersebut, militer tidak dibenarkan menyerang sipil dan menciderai hak-hak dasar muslim Rohingya.

Menyaksikan dan mencermati represi yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada muslim Rohingya di sebelah utara negara bagian Rakhine, PBNU juga menyatakan bahwa Islam mengutuk kekerasan.

“Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar,” tambahnya.

PBNU mengajak seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk pro-aktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni.

Rais Aam PBNU Kyai Maruf turut mengajak seluruh umat sedunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Terakhir, Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas Internasional dan PBB untuk segera mengambil langkah nyata dalam peristiwa kekerasan terhadap muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar.

“PBNU mendesak ASEAN untuk mengambil sikap dan langkah konkrit, khusunya pada pemerintah Myanmar agar segera mengakui status kwarganegaraan muslim Rohingnya. Dan mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomasi bagi terwujudnya penghormatan atas hak azasi manusia di Myanmar,” tutupnya.

 

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Alamsyah

 

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat