KAMRA: Sejak Ahad Ratusan Muslim Rohingya Dibantai, Apa Tindakan Pemerintah?

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Komite Advokasi untuk Muslim Rohingya Arakan (KAMRA), Bernard Abdul Jabbar mengungkapkan bahwa sejak Ahad lalu, sudah ratusan umat Islam Rohingya dibantai oleh pemerintah Myanmar.

“Ada orang kita yang memberikan berita terbaru tentang ini. Dari Sabtu-Ahad yang lalu itu sudah lebih dari seratusan mereka yang dibantai,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (21/11).

Bernard menjelaskan, ada warga Rohingya yang melarikan diri, ada pula yang mengumpulkan Al-Quran untuk dibakar, menjarah, dan itu dilakukan oleh rezim militer.

Dari dulu, kata dia, pemerintah Myanmar berusaha untuk memusnahkan warga Muslim Rohingya dengan genosida yang mereka lakukan.

“Skala saat ini memang besar, dibanding sebelumnya, ini mengapa mencuat ke media karena skalanya mencuat. Berita di sana juga tertutup sekali, bahkan wartawan pun dilarang masuk ke sana,” ungkapnya.

Menurutnya, inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Maka, Kamra mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan-tindakan.

“Ini juga masalah kemanusiaan, ini masalah pelanggaran HAM, tetapi jangan sampai pemerintah Indonesia menutup mata dengan kejadian yang terjadi di Rakhine dan Rohingya,” tuturnya.

Bernard menegaskan bahwa yang dibantai di Myanmar adalah minoritas muslim yang terzalimi. Ia juga mempertanyakan tindakan pemerintah untuk menanggapi pembantaian tersebut.

“Tindakan pemerintah kita apa? Untuk mengurusi belasan ribu pengungsi yang sekarang terdampar (di Aceh) saja kesulitan. Dan ini sudah hampir setahun lebih,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pakar: Penegakan Hukum Pelanggar PSBB Terkesan Diskriminatif

 

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat