... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

[Editorial] Setelah Ahok Jadi Tersangka

Foto: Tersangka penista agama Basuki Tjahaja Purnama alisa Ahok

KIBLAT.NET — Akhirnya Ahok resmi diumumkan sebagai tersangka. Ada yang bergembira, namun tidak sedikit yang kecewa. Gembira, karena sudah peningkatan proses hukum bagi petahan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Kecewa, karena status hanya tinggal status. Ahok masih bebas tidak ditangkap. Ia pun masih bisa melenggang berkompetisi menuju kursi DKI-1, sebuah jabatan yang kerap ia gunakan untuk memantik emosi publik.

Beberapa saat setelah diumumkan statusnya, Ahok tetaplah Ahok sebelumnya. Alih-alih menyesal karena membuat jutaan orang marah, Ahok masih rajin mengeluarkan joke-joke yang nylekit. Semua berani ia lakukan karena tahu bahwa penyematan status, berarti hanya pemberian sifat.

Tidak ada tindakan yang menghalanginya meraih jabatan Gubernur DKI dan sederet ambisi-ambisi lainnya. Jangan heran, meskipun sudah menjadi tersangka, Ahok tetaplah lain dari tersangka-tersangka lain yang langsung ditahan, seperti Dahlan Iskan dan nama-nama yang tidak sedang menjadi idola bagi negara.

Ahok sepertinya menyadari betul bahwa semua proses hukum yang sedang dan akan berlangsung hanya untuk meredam aksi umat Islam. Agar jangan sampai ada lagi jutaan massa demonstran yang tumpah ruah di depan Istana Negara, sehingga Presiden harus berada di bandara, sebagai contingency plan kalau-kalau terjadi kudeta.

Agar jangan sampai lagi terjadi jutaan umat Islam yang berasal dari latar belakang pemikiran, tokoh dan organisasi yang berbeda-beda, tiba-tiba bersatu dalam pikiran dan tindakan yang sama. Sebab, sedamai apapun aksinya, kalau pelakunya umat Islam, ada pemilik kekuasaan dan modal yang was-was dan merasa terancam.

BACA JUGA  Ledakkan Bom Terbesar di Dunia, AS Hendak Menakuti Korea Utara?

Maka jangan heran jika banyak hal di luar substansi masalah yang disorot oleh Kapolri dalam rilis pasca penetapan status Ahok sebagai tersangka. Setelah berulang kali menyatakan bahwa tidak semua penyelidik bersepakat bahwa Ahok bersalah, berkali-kali Kapolri meminta publik mewaspadai gerakan inkonstitusional yang mengancam kebhinekaan Indonesia. Ibarat seorang ayah yang sedang bersitegang dengan tetangga, anak yang minta jajan pun dicurigai sebagai rongrongan tetangga.

Gembira atau kecewa, memang inilah hukum yang berlaku di Indonesia. Terlepas dari kepada siapa berpihak, Polri sebagai penegak hukum telah melakukan tugas sesuai dengan aturan dan tahapan yang ada. Bila kemudian penyidikan Ahok dihentikan karena satu dan lain hal, atau panjangnya proses hukum yang akan berlaku membuat umat Islam lelah dan kembali terbelah, itulah hukum yang berlaku di negeri kita.

Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, meminjam istilah Aa Gym, adalah persoalan rasa di dalam hati, yang tidak pernah bisa dipahami oleh selain umat Islam.

Jika proses hukum yang sedang dan akan berlangsung terhadap Ahok nantinya tidak akan pernah bisa menyelesaikan rasa di dalam hati umat Islam tersebut, seharusnya kita sadari dari sekarang. Karena hukum di negeri ini tidak dirancang untuk keadilan bagi umat Islam.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Waketum Persis: Aksi Bela Quran Jangan Dihentikan, Gelorakan dalam Bentuk Lain

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin mengingatkan bahwa agenda umat belum selesai, meskipun Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka

Kamis, 17/11/2016 11:30 0

Indonesia

Silaturahim ke MUI, FSLDK Sampaikan Dukungan Soal Sikap Keagamaan Kasus Ahok

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia mengunjungi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi No. 51, Jakarta Pusat pada Rabu kemarin.

Kamis, 17/11/2016 11:00 0

Indonesia

FPI: Aksi Bela Islam Berlanjut Sampai Ahok Ditangkap

"Yang pasti sebelum Ahok dipenjara pasti akan mengadakan aksi demi aksi, sampai Ahok ditetapkan dipenjara mungkin kita akan berhenti," tandas Habib Novel.

Kamis, 17/11/2016 10:45 0

News

Ahok Tak Ditahan, Habib Novel: Itu Diskriminasi Hukum di Indonesia

Habib Novel Bakmukmin kecewa dengan aparat kepolisian yang tidak menahan Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka. Langkah itu dinilainya contoh diskriminasi hukum.

Kamis, 17/11/2016 10:30 0

Suriah

Jet Rusia Menargetkan Apa Saja yang Bergerak di Aleppo

Intensifnya serangan yang diluncurkan mesin pembunuh Rusia dan rezim Assad ke wilayah yang dikontrol oposisi di kota Aleppo sejak Selasa lalu membuat tim medis kesulitan

Kamis, 17/11/2016 10:15 0

Indonesia

PP Hidayatullah Minta Umat Tak Lengah dengan Penetapan Ahok Tersangka

Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Nashirul Haq mengatakan bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka jangan sampai hanya untuk meredam kemarahan umat Islam.

Kamis, 17/11/2016 10:00 0

Indonesia

Ahok Tersangka, Din Syamsudin: Kita Apresiasi, Namun…

Mantan Ketua Umum, PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menegaskan bahwa umat Islam menuntut penegakan hukum yang adil dari kepolisian dalam menyelesaikan kasus pelecehan agama oleh Ahok.

Kamis, 17/11/2016 09:45 0

Suriah

Rusia Luncurkan Serangan Intensif ke Aleppo, 61 Sipil Terbunuh

Setidaknya 61 warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak akibat serangan berkelanjutan pesawat tempur rezim Assad dan Rusia di Aleppo timur.

Kamis, 17/11/2016 09:30 0

News

Din Syamsuddin: Penistaan Agama Adalah Masalah Besar

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa soal penistaan agama adalah masalah serius dan tidak boleh dianggap remeh.

Kamis, 17/11/2016 09:11 0

Irak

Koalisi Milisi Syiah Irak Rebut Bandara Tal Afar, Mosul Barat

Milisi Syiah Hashd al-Shaabi mengumumkan, Rabu (16/11), merebut bandara Tal Afar di Mosul Barat dari pasukan Daulah.

Kamis, 17/11/2016 08:45 0