... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

10 November 1945 Mahakarya Ulama dan Santri

Foto: Pertempuran 10 November di Surabaya

KIBLAT.NET – Seruannya menggema ke relung hati para pemuda dan pemudi Islam saat itu. Pekikan takbir terlontar dengan gagah menyebar ke seluruh penjuru Surabaya. Melalui Radio Pemberontak Republik Indonesia Soetomo atau lebih akrab dipanggil Bung Tomo memanggil Ulama dan Santri menjawab ultimatum Tentara Sekutu Inggris dan NICA di Surabaya, pada 10 November 1945.

Jauh sebelum hari tersebut, pada 17 Agustus di tahun yang sama atas rahmat dan karunia-Nya, bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan. Terbebas dari segala bentuk penjajahan yang diciptakan oleh imperialis barat; katolik dan protestan ataupun imperialis timur kekaisaran Shinto Jepang. Puncak keberhasilan dari perjuangan yang panjang, sejak zaman ‘wali songo’ yang kemudian dilanjutkan oleh para ulama dan santri negeri ini.

Kedatangan Tentara Sekutu dan NICA

Benar, Republik Indonesia telah berdiri. Namun ternyata, tentara sekutu dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) mendarat di Tanjung Priok Jakarta, Semarang, Surabaya dan Sumatra pada 29 September 1945 untuk kembali menjajah Indonesia. Reaksi Umat Islam dari Partai Politik Islam Indonesia, Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang dipimpin oleh Dr. Soekiman Wiryosandjoyo, mempelopori menjawab tantangan ini dengan, ‘Resolusi Jihad, 60 Juta Kaum Muslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di jalan Allah untuk menentang tiap penjajahan.’ Resolusi jihad tersebut sebagai kelanjutan resolusi jihad NU 22 Oktober 1945.

BACA JUGA  Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Pemerintah Diam, Ulama Angkat Bicara

Dengan adanya pendaratan Tentara Sekutu dan NICA tersebut, pemerintah Republik Indonesia tidak melakukan perlawanan yang nyata terhadap tindakan NICA dan balatentara Jepang. Maka, Rapat Besar Wakil-wakil Daerah (Konsul 2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seluruh Jawa dan Madura, 21-22 Oktober 1945, Ahad Legi-Senin Pahing, 14-15 Dzulqa’dah mengajukan Resoloesi Djihad, kepada pemerintah Republik Indonesia:

Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia, soepaya menentoekan  soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap tiap2 oesaha jang akan membahajakan kemerdekaan Agama dan negara Indonesia, teroetama fihak Belanda dan kaki-tangannja.

Soepaya memerintahkan melandjoetkan perdjuangan bersifat “sabiloellah” oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.

Dari Resoloesi Djihad di ataslah kemudian pada saat terbentuknya Partai Islam Indonesia Masyoemi, di Jogjakarta 7 November 1945, Rabu Pon, 1 Dzulhijjah 1364 H, Melahirkan Resoloesi Djihad dari Moe’tamar Oemat Islam Indonesia. Antara lain:

Bahwa tiap2 bentoek pendjajahan adalah soeatoe kezaliman jang melanggar perikemanoesiaan dan njata2 diharamkan oleh Agama Islam, maka 60 Miljoen Kaoem Moeslimin Indonesia siap berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah Oentoek Menentang Tiap-tiap Pendjadjahan.

Memperkuat pertahanan Negara Indonesia dengan berbagai oesaha, maka disoesoenlah soeatu barisan jang diberi nama: Barisan Sabilillah, dibawah pengawasan Masyoemi.

Barisan tersebut sebagai kelanjutan dari telah terbentuknya 68 Batalyon Tentara Pembela Tanah Air – PETA yang seluruh komandannya adalah para Ulama, 3 Oktober 1943 sebagai embrio terbentuknya TNI kelak.

Baca halaman selanjutnya: Kedatangan Pasukan Goerkha...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Habib Muchsin Serahkan Bukti Baru Penistaan Al-Quran Oleh Ahok

Habib Muchsin Alatas menyerahkan bukti tambahan kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Rabu, 16/11/2016 19:15 0

Irak

Militer Irak Mengaku Kontrol Sepertiga Wilayah Mosul Timur

Militer Irak mengumumkan merebut sepertiga wilayah timur pusat kota Mosul dari pasukan Daulah Islamiyah atau lebih dikenal ISIS.

Rabu, 16/11/2016 18:42 0

Afghanistan

Afghanistan Minta Haibatullah Masuk Daftar Teroris, Ini Jawaban Santai Taliban

Imarah Islam Afghanistan (Taliban), mencemooh upaya pemerintah Afghanistan yang meminta PBB memasukkan Haibatullah Aknadzadah ke daftar sanksi.

Rabu, 16/11/2016 17:59 0

Indonesia

Ahok Jadi Tersangka, Ini Pendapat Prof. Yusril Ihza Mahendra

Yusril mengatakan, dengan status tersangka, maka penyelidikan telah diubah menjadi penyidikan. Penyidik polisi harus melanjutkan penyidikan dan menghimpun bukti-bukti untuk nanti dapat memutuskan apakah perkara Ahok dapat dilimpahkan ke pengadilan atau dikeluarkan penghentian (SP3).

Rabu, 16/11/2016 17:56 0

Arab Saudi

Pasca Trump Terpilih, Saudi Kembali Perkuat Hubungan dengan AS

Kerajaan Arab Saudi mengungkapkan akan kembali memperkuat hubungan historis dan strategis dengan Amerika Serikat setelah terpilihnya Donland Trump

Rabu, 16/11/2016 17:00 0

Indonesia

Ini Dalih Kapolri Tak Segera Tahan Ahok

Ahok tak ditahan meskipun terbukti dalam gelar perkara melakukan tindak pidana pensitaan agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Menurut Kapolri, penahanan itu bukan keharusan.

Rabu, 16/11/2016 15:42 0

Suriah

Lembaga Pangan PBB: Produksi Pangan di Suriah Merosot pada Tingkat Terendah

Rezim Assad tidak segan-segan untuk membombardir sejumlah lahan pertanian yang ada jika wilayah tersebut dikuasai oleh pihak oposisi.

Rabu, 16/11/2016 15:34 0

Afghanistan

ICC: AS Terlibat Kejahatan Perang di Afghanistan

Jaksa penuntut umum Pengadilan Pidana Internasional (ICC) pada hari Senin (14/11) malam mengungkap bahwa hasil penyelidikan awal mengindikasikan AS terlibat berbagai kejahatan perang selama masa pendudukan di Afghanistan.

Rabu, 16/11/2016 15:00 0

Amerika

Rusia Mulai Gunakan Kapal Induk di Suriah, AS Bereaksi

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk serangan rudal jelajah yang dilancarkan Rusia dari kapal induknya.

Rabu, 16/11/2016 14:30 0

Indonesia

Kritik Tajam Polisi Saat Aksi 411 di Medsos, Aktivis Bekasi Ditangkap

Diduga, Hidayat ditangkap karena postingannya di media social yang mengkritik tajam aparat kepolisian.

Rabu, 16/11/2016 14:00 0

Close