... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

November 1785-2016, Genap 231 Tahun Patani Dijajah Thailand

KIBLAT.NET – Sejarah yang cukup panjang tentang sebuah negeri Patani di masa yang lalu, semenjak negeri Patani ditakluk oleh kerajaan Siam Thailand (1785 M), orang-orang generasi baru diasingkan mengenalnya sejarah tentang buminya sendiri.

Justru itulah, karena pihak pemerintah Thailand telah menutupi sejarah yang lalu agar generasi baru tidak mengenal sejarah negeri Patani, yang bisa hanya mengenal Pattani adalah satu-satunya wilayah di Thailand Selatan.

Jika berbicara bahwa Patani merupakan sebagian dari tanah Melayu (Nusantara) yang salah satunya dahulu sebuah kerajaan Melayu Islam di Asia semenanjung pemerintah kesultanan Patani Darussalam (1500-1785 M), singkatan dari sejarah masa dahulu ketika dibawah kekuasaan pemerintah kesultanan Raja Patani, kehidupan rakyat jelata dijaminkan dengan kekuasaannya yang berkeadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan secara menyeluruh.

Namun itu, Patani sekarang lebih dikenalkan dunia adalah sebuah wilayah Pat(t)ani yang mana telah disematkan bahasa oleh imperialis Siam Thailand. Justru itulah merupakan sistem penjajahan untuk menghancurkan teritorial wilayah jajahannya agar menjadi satu-satunya nasionalisme Thai.

Maka berlakulah pentadbiran wilayah baru dari sebuah negeri Patani awalnya dengan memecah belah menjadi wilayah jajahannya dan mentransmigrasi penduduk (land reform) terjadinya hingga kini penduduk di Patani bercampur aduk orang-orang (Melayu Islam) dan orang-orang (Siam Budha), adanya mereka telah lupa tidak menyadari (identitas bangsa mereka sendiri) karena telah menelan pengaruh penjajah, apalagi paksaan pada masa pemerintah (PM. Phibun Songkhram 1939 M) yang sekarang mereka tidak bisa membedakan orang Islam dengan non-Islam (Budha Thai), tetapi ada sebagian yang masih bisa untuk membedakan mereka di antaranya karena kebudayaan adat istiadat penduduk masih mempertahankan ciri-ciri kehidupan masyarakat setempat.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Untuk sekarang ini, dari sebuah negeri Melayu Patani kini hanya tinggal kenalan adalah beberapa wilayah (Thailand Selatan) saja yakni Pattani (Patani lama), Narathiwat (Menara), Yala (Jala), Satun (Setul) dan lima daerah (Sadau, Nathawi, Cenak, Sebayoi, dan Thepha) dari sebagian wilayah Songkhla (Senggora).

Berhubungan dengan di bawah kekuasan kolonial Siam Thailand, sekarang ini warga masyarakat di Patani telah ditukarkan suasana yang sangat menderita dan kecemasan penduduk karena isu konflik malah tambah lebih keras mengakibatkan terjadinya penderitaan mencapai beribu orang tewas dan pula banyak yang terpenjara (golongan para intelektual) hingga merespons terhadap pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat telah merusak, lebih-lebih lagi kontribusi terhadap sikap pendidikan baik di sekolah swasta maupun perguruan tinggi pada tingkat universitas semakin menurun juga kurang berkembang berdampak bagi generasi penerus harapan cita-cita agama, bangsa, dan negara, penyebabnya kehilangan para intelektual untuk membimbing cita-cita masyarakat.

Dan baru-baru ini, pemerintah menerapkan hukum darurat sepertinya penangkapan penduduk orang-orang di Patani yang tidak jelas masalah dan kesalahannya dan lain-lain lagi. Realitas tersebut membuat masyarakat takut untuk bersuara, yang seharusnya itu adalah hak-hak yang dimilikinya!

Sebagai aspirasi masyarakat Patani saat ini, mereka sudah tidak bisa lagi bertahan dalam suasana kerusuhan konflik yang sedang mengalaminya. Maka timbullah rasa kesadaran dari bagian kalangan rakyat jelata sendiri (semangat nasionalisme) agar bersama-sama bangkit untuk menentukan nasibnya sendiri yang tidak menggantungkan lagi harapan dan cita-cita pada pemerintah dalam masalah proses penyelesaian konflik tersebut. Jika kita bersama-sama dapat meneliti dari situasi dan masa telah sudah berkelamaan dari awal perencanaan pemerintah bahkan telah cukup besar pengeluaran dana untuk proses penyelesaian konflik di Patani.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Nah, maka dengan seruan suara oleh penduduk masyarakat anak pribumi sendiri mereka menunjukkan hasrat cita-cita dan harapan dengan mengangkatkan label menulis kata-kata “PATANI MERDEKA” atau “KEMBALI HAK PERTUANAN BANGSA” mengikat seluruh di jalan raya, jembatan, dan di ranting pohonan sekalipun, tertampak nyata di seluruh kawasan daerah wilayah Thailand Selatan, Patani.

Dan itulah, dianggap hasrat dari keinginan oleh rakyat sendiri sebagai pengiriman arus komunikasi kepada masyarakat dunia internasional yang cinta kedamaian dalam berupaya mendapatkan hak kekuasaan dan hak kemerdekaan bangsa Patani yang datang bersama-sama sesuai dengan proses perdamaian dunia saat ini.

Jika ulasan lagi banyak berita telah mengakses di media massa dan seruan masyarakat maupun peranan dari kalangan mahasiswa pemuda untuk mendorong berkomunikasi kepada dunia internasional (PBB) yang harus mempertimbangkan rasa dan kehasratan dari rakyat untuk mewujudkan perdamaian di Patani dan disertai dengan perdamaian dunia.

 

Aiman bin Ahmad, mahasiswa asal Patani tinggal di Indonesia.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Tiga Pelatih Militer AS yang Tewas di Yordan Agen CIA

Ketiga tentara adalah anggota Pasukan Khusus AS Divisi 5 yang berbasis di Fort Campbell, Kuntucky. Mereka dibunuh saat akan melewati pintu gerbang sebuah pusat pelatihan militer di pangkalan udara al-Jafr, sekitar 150 mil dari ibukota Amman.

Senin, 14/11/2016 16:36 0

Palestina

Israel Susun RUU Larangan Adzan dengan Speaker di Al-Quds

Komite Tingkat Menteri Israel baru-baru ini merancang undang-undang (RUU) yang melarang adzan menggunakan pengeras suara di masjid-masjid di kota Al-Quds (Jerusalem) dan daerah-daerah dekat dengan pemukiman Israel serta Jalur Hijau. RUU ini telah siap diajukan ke parlemen untuk dibahas dan disetujui.

Senin, 14/11/2016 16:28 0

Indonesia

Ahli Hukum: Pasal yang Dilanggar Ahok Tidak Perlu Pembuktian

Karena 156a delik formil, tidak perlu dilakukan pembuktian betul tidaknya suatu dugaan tindak pidana. Misal, orang yang membunuh.

Senin, 14/11/2016 15:55 0

Artikel

Mengapa Mayoritas Kristen Amerika Mau Dipimpin Yahudi?

Sekali lagi, mengapa mayoritas kristen di Amerika bersedia dipimpin yahudi? jawabnya karena Tidak adanya larangan dalam Bibel, Media dan finansial. Itulah yang membungkam suara mayoritas. Apakah di masa mendatang mayoritas Muslim di Indonesia akan dihegemoni minoritas non Muslim? Semuanya tergantung pada iman para ulama dan cendekianya.

Senin, 14/11/2016 15:30 0

Indonesia

Jelang Gelar Perkara Ahok, Puluhan Advokat Berkumpul di MUI

Terlihat sejumlah advokat pusat hadir dalam pertemuan, seperti Ahmad Yani, Gus Joy, dan sejumlah advokat perwakilan ormas Islam. Hadir juga beberapa advokat dari daerah.

Senin, 14/11/2016 14:11 0

News

Pesawat Tak Dikenal Bombardir Pos Pemeriksaan Milisi Kurdi

Pesawat tak dikenal menyerang pos pemeriksaan milisi Kurdi PYD, yang antara memisahkan wilayah kontrol oposisi dan Kurdi, di desa Al-Gazzawiyah di kota Ifrin, pedesaan Aleppo Timur, pada Ahad (13/11). Akibatnya, puluhan korban tewas dan luka-luka berjatuhan.

Senin, 14/11/2016 14:07 0

Amerika

Trump Ingin Berhenti Dukung Oposisi Suriah

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Wall Street Journal, Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan mengakhiri dukungan Amerika terhadap kelompok-kelompok oposisi "moderat" di Suriah.

Senin, 14/11/2016 13:35 0

Irak

Kurdi Iraq Waspadai Milisi Syiah di Kirkuk

Partai Demokratik Kurdistan (KDP) di Iraq utara menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan milisi Syiah untuk menetap di provinsi Kirkuk utara.

Senin, 14/11/2016 12:06 0

Myanmar

Tentara Myanmar Bombardir Warga Sipil Rohingya di Maungdaw dari Darat-Udara

Sedikitnya tiga orang warga sipil terbunuh dalam serangan hari itu. Sementara, sebanyak lima belas orang dilaporkan terluka

Senin, 14/11/2016 11:00 0

Iran

Perwira dan Dua Prajurit Iran Tewas di Suriah

Seorang perwira dan dua prajurit Iran kembali tewas dalam pertempuran di Suriah. Berita ini disampaikan oleh sejumlah media Iran. Mereka digambarkan pahlawan negara karena memerangi Ahlussunnah di Suriah.

Senin, 14/11/2016 10:15 0

Close