Badai Pasir Hambat Pasukan SDF Rebut Raqqah

KIBLAT.NET, Raqqah – Operasi perebutan Raqqah dari ISIS yang telah digulirkan aliansi Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan dukungan koalisi Amerika Serikat berjalan lambat. Sudah hampir sepekan, operasi tersebut hanya merebut sejumlah desa di pinggiran basis utama ISIS di Suriah itu.

Para komandan SDF, seperti dilansir Al-Jazeera, Kamis (10/11), mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terhambat oleh kondisi cuaca. Wilayah Raqqah, jelasnya, saat ini dilanda badai pasir.

Hal itu membuat sulit pasukan SDF bergerak menusuk pertahanan ISIS. Selain itu, jet koalisi AS yang memberi dukungan udara kesulitan menentukan target karena terhalang debu.

“Kami khawatir kondisi ini dimanfaatkan ISIS untuk menyelinap dan melakukan serangan balik,” ujar sumber komandan SDF, Kamis.

Meski demikian, kata sumber itu, pasukan SDF yang bergerak dari persimpangan Suluk dan Ain Isa mampu mencapai Sungai Al-Balikh yang terletak di kota Al-Haisyamah. Ini merupakan kemajuan yang menggembirakan.

Kepada AFP, juru bicara operasi pembebasan Raqqah, JIhad Syaikh Ahmad, mengaku pasukannya telah membebaskan sedikitnya 15 desa dan sejumlah perkebunan di awal operasi. Sepertiga jarak menuju Aleppo saat ini berada di tangan pasukan Kurdi itu.

Kemajuan pasukan SDF ini menyebabkan sebanyak 5000 warga mengungsi. SDF mengklaim, pihaknya tidak memiliki tempat untuk menampung mereka.

Perlu dicatat, suku Kurdi yang berupaya mendirikan negara Kurdi Raya memanfaatkan revolusi Suriah untuk mengontrol banyak wilayah. Sejumlah laporan menyebutkan, mereka melakukan perubahan demografi dengan mengusir dan menindas warga Arab di wilayah yang mereka kuasai. Hal itu juga membuat Turki khawatir terhadap kedaulatan wilayahnya akibat ekskalasi Kurdi.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat