1 Orang Anggota MIT Terbunuh, Berikut Kronologinya

KIBLAT.NET, Poso – Sejumlah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menghadapi kontak tembak dengan Satgas Tinombala dari Yonif 514/R pada Kamis siang (10/11), di Dusun Kuala Air, Desa Salubanga Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Anggota yang tertembak diketahui berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Satu anggota MIT asal Bima, Nusa Tenggara Barat dilaporkan terbunuh dalam insiden tersebut.

Berikut kronologi:

  1. Pasukan Satgas Tinombala melakukan ambush sejak pukul 06.00 WITA di lokasi tempat ditemukannya OTK (diduga anggota MIT) yang merupakan hasil deteksi intelijen sejak 2 minggu terakhir di sekitar hutan dan perkebunan di sekitar Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong.
  2. Sekitar pukul 13.10 WITA, terlihat pemunculan 2 OTK dengan membawa parang, dimana salah satu OTK memakai topi koboi warna cokelat yang pada saat itu sedang mencari jagung dan buah pepaya. Kemudian terjadi kontak senjata yang dilanjutkan dengan pengejaran oleh pasukan Satgas Tinombala tersebut.
  3. Hasil kontak tembak, 1 OTK terbunuh, mirip salah satu DPO asal Bima, terkena tembakan pada bagian dada tembus belakang. Sedangkan 6 OTK lainnya melarikan diri ke arah hutan.
  4. Lalu sekitar pukul 17.30 WITA, Tim Nanggala 03 dan Nanggala 07 (Parako), Tim Alfa 07 dan Alfa 20 (Kostrad 514/R) berangkat menuju TKP untuk melakukan pengejaran dan evakuasi terhadap 1 OTK yang terbunuh.
  5. Adapun sekitar pukul 21.40 WITA, rombongan Tim Nanggala 03, Nanggala 07, Tim Alfa 07 dan Alfa 20 tiba di lokasi evakuasi, tepatnya di halaman gereja BK Dusun 2 Air Teh Desa Salubanga dan melakukan proses evakuasi jenazah terduga DPO MIT Poso tersebut.
BACA JUGA  Pakar: Masalah Tak Hanya di UU ITE, Tapi Juga Penegakan Hukum

Adapun barang bukti yang ditemukan antara lain 3 buah bom lontong, 1 buah gergaji, 1 buah tas ransel eiger, 1 lembar potongan terpal warna coklat tua, 1 buah kompas sipil, 1 lembar baju loreng, 1 buah jacket, 1 buah kaos dalam, 1 pasang sepatu kanobel, 1 buah sarung hammok, 1/4 kg beras, 5 buah pepaya, 1 bungkus konserven berisi nasi, dan 1 botol obat-obatan.

Sampai saat ini jenazah anggota MIT masih dalam tahap evakuasi, yang nantinya jenazah akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk dilakukan identifikasi secara detail.

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat