... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

[Editorial] Kelompok Kecil di Mata Jokowi

Foto: Aksi Bela Al-Quran 411

KIBLAT.NET — Jutaan rakyat Indonesia berdesak-desakan di depan Istana Merdeka. Namun, harapan untuk bertemu dan mencurahkan segenap uneg-uneg dan sakit hati tentang Ahok, sirna begitu saja. Presiden pergi menghilang, meski aksi sudah diumumkan jauh-jauh hari. Ironisnya, Presiden Jokowi bukan pergi jauh melainkan “hanya” jalan-jalan ke sebuah hanggar perawatan pesawat Garuda di Cengkareng.

Jokowi enggan untuk memahami kemauan jutaan rakyat yang berunjuk rasa. Ia pergi menghindar dan memerintahkan Wapres Jusuf Kalla dan beberapa pejabat untuk mewakilinya. Baru keesokan harinya Jokowi tampil memberikan pernyataan sebagai respon atas unjuk rasa yang terjadi sehari sebelumnya. Itupun sama sekali tak menyinggung akar masalah penyebab unjuk rasa.

Meminjam istilah Aa Gym dalam ILC semalam (08/11) bahwa munculnya aksi damai karena ada masalah di hati yang mungkin tidak bisa dijelaskan dan orang lain belum tentu mengerti. Maka, tak heran bila dalam pidatonya Jokowi tidak menyinggung substansi masalah yang menjadi latarbelakang aksi jutaan rakyatnya tersebut. Justru ia memilih tampil dengan memamerkan jaket milik anaknya.

Retorika tentang penegakan hukum yang bebas tanpa intervensi memang menjadi jargon yang ramai dibicarakan. Namun, bisakah hukum yang kita miliki menyentuh hingga pada rasa yang ada dalam hati, yang belum tentu dipahami oleh selain umat Islam? Apakah perangkat hukum yang berlaku selama ini menjamin keadilan seperti yang didambakan oleh hati dan perasaan umat Islam?

BACA JUGA  Perang Afghanistan: Ketika Media Menegur Donald Trump

Alih-alih bicara keadilan untuk umat Islam, dalam arahan di depan seluruh Kapolda dan pejabat tinggi Mabes Polri, Jokowi mewanti-wanti Polri agar jangan sampai kalah pada kelompok kecil. Polisi, menurutnya, tidak boleh ragu apalagi kalah terhadap kelompok-kelompok kecil, terhadap organisasi-organisasi apa pun atau tokoh-tokoh siapa pun. Siapa lagi yang dimaksud sebagai kelompok kecil kalau bukan jutaan rakyatnya yang berunjuk rasa Jum’at (04/11) lalu?

Rupanya, sejarah mencatat peristiwa yang tidak jauh berbeda. Dahulu kala, dakwah Nabi Syuaib pun mengalami nasib sebagaimana umat Islam Indonesia hari ini. Dalam surat Hud ayat 91, retorika penguasa dan kaum Madyan digambarkan oleh Al-Quran dengan jelas. Setelah panjang lebar Nabi Syuaib menyampaikan argumentasi dan dakwahnya, mereka merespon sekenanya.

Mereka menyatakan tidak mampu memahami apa yang disampaikan oleh Nabi Syuaib. Mereka juga menegaskan bahwa Nabi Syuaib sebagai sosok yang lemah dan kecil. Di penghujung ayat, mereka mengancam, seandainya bukan karena pengaruh dan wibawa keluarganya mereka pasti sudah merajam Syuaib.

Memandang korelasi dua peristiwa yang terjadi di dua waktu yang berbeda itu, kita tentu boleh berbeda. Namun, sebagai umat yang percaya kepada Al-Quran, kita tidak pernah berselisih tentang gempa dahsyat yang membuat kaum Madyan bergelimpangan dan akhirnya hilang dari sejarah.

Mari menangis khusyuk, memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari sifat-sifat Madyan dan juga para pewarisnya. Di sisi lain, kita pun berharap agar Allah menempatkan kita di barisan Syuaib, yang meskipun dianggap kecil dan lemah, toh di akhir pertandingan merekalah yang keluar sebagai pemenang.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

One comment on “[Editorial] Kelompok Kecil di Mata Jokowi”

  1. Ridlo

    Sy cuma mau usul nih bapak2, Ibu2, saudara2 dan pemirsa semua…
    Gmn kalo tgl 25 nanti temanya diganti… Jgn “PENJARAKAN AHOK” tapi “MU’ALLAFKAN AHOK”. Setuju apa sedelapan bapak2 ibu2 semua.
    Caranya tetap turun k jalan sebanyak2nya.. Seeebuuaanyakk-buuanyaknya… tp bukan utk demo melainkan kita semua berdo’a bersama2 dengan sungguh2 dan penuh harap kepada Allah SWT agar Ahok diberi hidayah utk memeluk agama Islam. Krn hanya Allah sj yg bs membolak-balikkan hati manusia. Kalo yg brdoa jutaan orang secara bersama2 insya Allah diijabah… Aamiin…

    #no_anarchist
    #no_racizm

    Secara naluri, manusia lebih membela agama dari pada ras-nya.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Partai Salafi Mesir Hizb An-Nur Tolak Demo 11 November

Dalam keterangannya, partai yang memiliki 12 kursi dari total 596 kursi di parlemen ini mengatakan bahwa seruan demonstrasi 11 November (Jumat besok) mungkin menyebabkan negara kacau. Mustahil aksi itu bisa damai di tengah upaya hasutan dan terlibatnya kekuatan politik.

Rabu, 09/11/2016 11:46 0

Indonesia

Kyai Hasyim: Tak Ada yang Sanggup Menggerakkan dan Mendanai Massa 411

Hasyim meyakini, tak ada seorang pun atau kelompok mana pun yang sanggup menggerakkan ratusan ribu orang untuk berunjuk rasa di Jakarta dan daerah-daerah lain.

Rabu, 09/11/2016 11:21 0

Afghanistan

Taliban Tolak Muktamar Ulama yang Gembosi Jihad Afghanistan

Termasuk upaya mereka melemahkan jihad, mereka berupaya menggelar Muktamar Ulama Islam di kota Jeddah, Saudi Arabia, atau di negara lainnya jika Saudi menolak. Pemerintah Kabul sendiri menyatakan bahwa muktamar ini atas permintaan dan inisiatif pribadi.

Rabu, 09/11/2016 10:26 0

Irak

Milisi Syiah Irak Incar Pangkalan Udara Tal Afar di Mosul Barat

"Saat ini posisi kami kira-kira 25 kilometer dari pangkalan udara Tal Araf," ujar Komandan Milisi Badr –yang tergabung dalam Al-Hasd Al-Syakbi— Karem Ulyawi, seperti dilansir Reuters.

Rabu, 09/11/2016 09:19 0

Suriah

Anak-anak Idlib Kembali Jadi Sasaran Kebrutalan Jet Suriah

Seorang pejabat pertahanan sipil, Omar Ulwam mengatakan bahwa sejumlah jet tempur rezim Assad telah membombardir daerah Khan Shaykhun dan menewaskan 9 orang.

Rabu, 09/11/2016 08:31 0

Turki

Di Iraq, Turki Juga Mewaspadai Pergerakan Kurdi PKK

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menegaskan bahwa pengerahan tank di wilayah perbatasan Iraq hanya untuk menghalau pasukan PKK.

Rabu, 09/11/2016 07:19 0

Indonesia

Penangkapan Sekjen HMI di Tengah Malam Identik Gaya Rezim Orba

Wasekjen Pemberdayaan Ummat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fahmuddin menegaskan bahwa proses penangkapan Amin Jaya mengingatkan HMI pada masa-masa orde baru.

Rabu, 09/11/2016 01:01 0

Indonesia

HMI Targetkan Seribu Pengacara Dampingi Sekjen PB HMI

PB HMI telah menyiapkan tiga ratus advokat untuk mengawal kasus penangkapan Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Amin Jaya.

Rabu, 09/11/2016 00:01 0

Indonesia

Pemilu AS Dimulai, Trump Sasar Wilayah ‘Suara Mengambang’

Calon presiden Partai Republik Donald Trump mengaku menaruh perhatian besar kepada negara-negara bagian suara mengambang (swing states) seperti North Carolina, Florida, New Hampshire, Ohio, Iowa, Michigan dan Wisconsin.

Selasa, 08/11/2016 23:44 0

Indonesia

Bersitegang di Kantor HMI, Polisi Sempat Salah Tangkap

Ia juga menjelaskan, polisi datang sekitar setengah dua belas. Saat datang, polisi menyapa anggota HMI, dan langsung mengatakan bahwa mereka ingin menangkap Sekjen HMI, Amin Jaya.

Selasa, 08/11/2016 23:23 0