... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masih Dianggap Ancaman, Obama Perpanjang Sanksi terhadap Sudan

Foto: Presiden Sudan, Omar al-Bashir

KIBLAT.NET, Khartoum – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memperpanjang sanksi terhadap Sudan selama satu tahun lagi. Menurutnya, kebijakan pemerintah Khartoum tetap merupakan “ancaman luar biasa” terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Sejak tahun 1997, AS telah memberlakukan embargo terhadap Sudan karena dituding memberikan dukungan untuk kelompok-kelompok Islam. Diantaranya untuk pemimpin Al-Qaidah Osama bin Laden yang sempat tinggal di Khartoum antara tahun 1992-1996.

“Tindakan dan kebijakan dari pemerintah Sudan terus menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Perpanjangan sanksi dimulai pada 3 November 2016 esok hari. Meski ada kemungkinan pengurangan sanksi setelah kunjungan utusan khusus AS Donald Booth ke Khartoum dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada hari Senin, kedutaan AS mengatakan perpanjangan satu tahun adalah murni “teknis” dan sanksi masih bisa turun.

“Ini bagian dari proses rutin tahunan yang tidak mengurangi kemampuan presiden untuk memberikan bantuan sanksi pada setiap titik di masa depan,” kata kedutaan.

“Amerika Serikat telah memasukkan Sudan dalam daftar hitam sebagai negara sponsor terorisme sejak tahun 1993,” tambahnya.

Washington adalah pendukung utamaperjanjian perdamaian yang mengarah pada kemerdekaan Sudan Selatan pada tahun 2011. Ada kemungkinan saat itu daftar hitam akan dicabut sebagai hadiah.

BACA JUGA  Delapan Polisi Kenya Tewas Dalam Serangan Al-Shabaab Somalia

Meski demikian, Presiden Omar al-Bashir dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan genosida di wilayah Darfur. Namun dia membantah tuduhan tersebut.

Pada September tahun lalu, Washington menolak pengajuan visa Bashir untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB. PBB mengatakan setidaknya 300.000 orang telah tewas dan sekitar 2,5 juta mengungsi sejak konflik Darfur meletus pada tahun 2003.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Eye

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Munarman: Kasus Ahok Delik Umum, Bukan Aduan

"Yang dilakukan Ahok tindak pidana delik umum bukan aduan. Delik umum, permintaan maaf tidak menghilangkan pidana," paparnya dalam diskusi 'Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?, ' di Hotel Ambhara Jakarta Selatan pada Senin (01/11).

Rabu, 02/11/2016 15:38 0

Indonesia

Sarumpaet: Sidney Jones Provokator

“Sidney Jones memang dibayar untuk bikin isu kan, ia sudah lama, kerjaan dia itu. Di Maluku dia begitu, di mana-mana dia begitu. Seorang peneliti, dasar dia mengatakan kita disusupi orang-orang radikal dari mana?,” katanya kepada Kiblat.net di hotel Sahid Jakarta Pusat pada Selasa (01/11).

Rabu, 02/11/2016 15:12 0

Indonesia

Ketidakadilan Global Jadi Aktor Utama Pendorong Ekstremisme Kekerasan (CVE)

Penggagas dan tuan rumah Forum Damai Sedunia (World Peace Forum) Din Syamsudin menyatakan ekstremisme kekerasan atas nama agama, suku, ras dan kepentingan politik telah menjadi ancaman paling berbahaya bagi peradaban manusia.

Rabu, 02/11/2016 14:55 0

Indonesia

Mending Negara Islam Sekalian Daripada Dipimpin Ahok, Kata Ahmad Dhani

Musisi Ahmad Dhani merasa tersinggung dengan ulah pendukung Gubernur DKI Jakarta dalam kasus penistaan agama di Kepulauan Seribu, Jakarta beberapa waktu lalu. Pasalnya, para pembela Ahok berusaha membenturkan tafsir ulama yang pro Ahok dengan yang kontra. Sehingga terjadi kebingungan di tengah masyarakat.

Rabu, 02/11/2016 14:32 0

Indonesia

Menurut Ketua GBN, Ini Empat Kelompok dalam Aksi 4 November

Ketua Gerakan Bela Negara (GBN), Mayjen (Purn) Budi Sudjana menyatakan, kalau dipetakan ada 4 kelompok yang bergabung dalam aksi 4 November 2016 ini.

Rabu, 02/11/2016 14:04 0

Indonesia

Ahmad Dhani: Muslim Pembela Ahok adalah Muslim Jongos

Suasana ruang Puri Putri Hotel Sahid Jakarta pada Selasa malam (02/11) tiba-tiba menjadi riuh. Sejumlah tokoh ulama, ormas Islam dan tokoh nasionalis yang berkumpul dalam acara konferensi pers Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI terlihat bersorak. Seorang pria berambut plontos dan bepeci hitam memasuki ruangan.

Rabu, 02/11/2016 13:13 2

Indonesia

Dukung Aksi 4 Nopember, Putri Bung Karno: Kita Dipersatukan Allah SWT, Revolusi Belum Selesai!

Mengenakan pakaian serba hitam dan duduk di atas kursi rodanya, Rahmawati diberi kesempatan oleh Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir untuk berbicara. Ia tak kuasa membendung tangis di depan para tokoh nasional. Berkali-kali ia mengusap air matanya dengan selembar tisu.

Rabu, 02/11/2016 10:45 0

Indonesia

GNPF MUI Sayangkan Kegagalan Jokowi Sikapi Aksi 4 Nopember

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) menegaskan aksi pada 4 Nopember 2016 merupakan dorongan dari arus bawah hingga ke atas. Untuk itu, pihak GNPF MUI mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

Rabu, 02/11/2016 10:20 0

Indonesia

Aksi 4 Nopember Tak Ada Kaitannya dengan Politik

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPW MUI) Ustadz Bachtiar Nasir menegaskan bahwa GNPF-MUI bukanlah gerakan politik.

Rabu, 02/11/2016 09:50 0

Indonesia

Tak Ada Panitia 4 Nopember dalam Undangan Istana, Ini Analisanya

Mengapa pagi ini yang tokoh-tokoh agama yang diundang hanya dari Muhammadiyah, MUI dan NU? Karena ada kesan di luar sana, Pak Presiden sedang memecah belah kami umat Islam,” ujar Dahnil.

Rabu, 02/11/2016 09:37 0

Close