... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gema Protes Maroko Berlanjut Dikhawatirkan Memicu Arab Spring

KIBLAT.NET – Pemerintah Maroko telah menangkap 11 orang atas kematian mengerikan seorang penjual ikan pekan lalu yang memicu protes terbesar di negara itu. Peristiwa ini dikhawatirkan akan memicu peristiwa serupa di Tunisia pada 2010 yang merembet menjadi gerakan Arab Spring di banyak negara Timur Tengah.

Berita penangkapan beredar sehari setelah ribuan rakyat Maroko turun ke jalan hari Senin kemarin (31/10). Rakyat memprotes penguasa atas kematian Mouhcine Fikri, yang hancur dalam truk sampah setelah konfrontasi dengan polisi yang menyita ikan dagangannya. Protes telah memasuki hari keempat.

Fikri terbunuh di kota Rif, wilayah etnik Berber lama. Terbunuhnya Fikri telah memicu kemarahan di kota-kota lain, termasuk ibu kota Rabat.

Ribuan orang menghadiri pemakamannya di Al-Hoceima pada hari Minggu. Massa terlibat dalam emosi setelah gambar tubuh lembam pada kepala dan lengan mencuat dari bawah truk penghancur itu beredar di media sosial.

Gambar mengerikan itu terpampang di halaman depan surat kabar pada hari Senin bersama foto demonstran di Al-Hoceima serta di kota-kota kecil, dan juga di Casablanca, Marrakesh dan Rabat.

“Maroko bergejolak. Kematian mengerikan yang menimpa penjual ikan itu telah menyebabkan air mata di kota Rif dan kemarahan rakyat Maroko,” kata harian Akhbar Alyoum.

Protes besar-besaran itu langka terjadi di Maroko. Raja masih memegang kekuasaan tertinggi. Lima tahun yang lalu pihak berwenang mampu meredam arus Arab Spring 2011 dengan reformasi, anggara dan keamanan ketat, pada saat para pemimpin di Tunisia, Mesir dan Libya tersapu dari kekuasaan.

BACA JUGA  Momen Idul Adha, Jokowi Selamati Raja Salman Via Telepon

Tetapi dalam beberapa hari terakhir ini, hiruk-pikuk kemarahan diluapkan di media sosial dan nyanyian protes menyalahkan Makhzen. Makhzen adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembentukan kerajaan di Maroko.

“Protes akan berlanjut sampai semua yang bertanggung jawab atas kejahatan dihukum,” kata Al-Houssine Lmrabet, salah satu demonstran. “Kami juga ingin jaminan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Ini harus dimulai dengan membersihkan administrasi publik dari orang rusak,” tambahnya.

Protes rakyat Maroko meletus pada saat sensitif. Sebab kerajaan sedang mempersiapkan untuk menjadi tuan rumah konferensi PBB 2016 untuk perubahan iklim. Konferensi akan November ini dan perdana menteri mulai membentuk pemerintah koalisi setelah pemilu bulan ini.

Tunisia Tidak Sendirian
Kematian Fikri paralel dengan kematian Muhammad Bouazizi di Tunisia pada akhir 2010. Hal ini mendorong spekulasi bahwa dampak protes terbaru di Maroko ini bisa jadi seperti di Tunisia.

Bouazizi membakar diri karena polisi menyita buah dan sayuran yang ia jual. Ini telah memicu proses yang menggulingkan rezim puluhan tahun di seluruh wilayah.

Demikian pula, ikan dagangan Fikri disita oleh polisi pada hari Jumat setelah ia membelinya di pelabuhan. Tindakan polisi didasari oleh aturan pemerintah setempat yang melarang memancing dan menjual ikan todak di musim ini.

Menurut media lokal dan otoritas pemerintah, Fikri melompat di dalam truk sampah yang digunakan polisi untuk menghancurkan ikan yang disita itu dalam upaya meminta kembali ikannya. Namun ia terjebak ke dalam mesin penghancur sampah.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Sementara itu, aktivis menuduh polisi memerintahkan tukang sampah untuk menghancurkan Fikri, tetapi polisi Maroko (DGSN) membantah tuduhan-tuduhan itu dalam sebuah pernyataan, pada hari Minggu.

Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko (AMDH) memperingatkan kemungkinan Maroko dilanda seperti Arab Spring 2011.

Skala protes telah mengejutkan banyak pengamat. Analis menekankan bahwa Maroko adalah negara yang sangat berbeda dari Tunisia pra-2011. Pemilu Maroko dilaksanakan secara demokratis dan seorang raja yang masih menikmati dukungan luas.

Dalam upaya untuk menenangkan ketegangan, Raja Mohamed, yang saat ini sedang dalam kunjungan ke Afrika, telah memerintahkan menteri dalam negeri untuk mengunjungi keluarga dan hadir dalam belasungkawa korban. Pemerintah juga menjanjikan penyelidikan menyeluruh.

Pada hari Selasa, jaksa mengatakan 11 orang telah ditangkap sejak kematian Fikri sehubungan dengan tuduhan pembunuhan disengaja dan pemalsuan dokumen publik.

Reporter: Salem
Sumber: France24


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dukung Aksi 4 Nopember, Putri Bung Karno: Kita Dipersatukan Allah SWT, Revolusi Belum Selesai!

Mengenakan pakaian serba hitam dan duduk di atas kursi rodanya, Rahmawati diberi kesempatan oleh Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir untuk berbicara. Ia tak kuasa membendung tangis di depan para tokoh nasional. Berkali-kali ia mengusap air matanya dengan selembar tisu.

Rabu, 02/11/2016 10:45 0

Indonesia

GNPF MUI Sayangkan Kegagalan Jokowi Sikapi Aksi 4 Nopember

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) menegaskan aksi pada 4 Nopember 2016 merupakan dorongan dari arus bawah hingga ke atas. Untuk itu, pihak GNPF MUI mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

Rabu, 02/11/2016 10:20 0

Indonesia

Aksi 4 Nopember Tak Ada Kaitannya dengan Politik

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPW MUI) Ustadz Bachtiar Nasir menegaskan bahwa GNPF-MUI bukanlah gerakan politik.

Rabu, 02/11/2016 09:50 0

Indonesia

Tak Ada Panitia 4 Nopember dalam Undangan Istana, Ini Analisanya

Mengapa pagi ini yang tokoh-tokoh agama yang diundang hanya dari Muhammadiyah, MUI dan NU? Karena ada kesan di luar sana, Pak Presiden sedang memecah belah kami umat Islam,” ujar Dahnil.

Rabu, 02/11/2016 09:37 0

Munaqosyah

Demonstrasi dalam Kaidah Fikih

Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas Islam, ulama-ulama Islam, dan tokoh-tokoh Islam menuntut pemerintah untuk menangkap dan mengadili gubernur atas tuduhan menistakan Al-Qur’an. Namun pemerintah terkesan melindungi gubernur non-muslim tersebut. Suara jutaan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri ini tidak digubris pemerintah

Rabu, 02/11/2016 05:30 2

Indonesia

Pria Katolik Robek-robek Al Quran, LUIS Desak Polisi Profesional Lakukan Proses Hukum

"Jika tidak segera diproses hukum, LUIS khawatir akan ada gelombang protes dan unjuk rasa atas kasus perusakan Al Quran di Solo sebagaimana di Jakarta,"

Selasa, 01/11/2016 23:12 0

Indonesia

Muhammadiyah: Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih Terkait Aksi Bela Quran

"Undang undang dasar 1945 itu menjamin kemerdekaan setiap warga negara untuk berpendapat, kemerdekaan berpendapat. Karena itu menurut saya aksi damai, unjuk rasa atau aksi damai itu taat saja dengan peraturan,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari

Selasa, 01/11/2016 22:06 0

Indonesia

Soal Kasus Ahok, Pakar Hukum: Cegah Manipulasi Fakta, Polri Harus Transparan

Pakar Hukum Indonesia, Dr. Suparman Marzuki, SH, MH. mengatakan bahwa kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah kasus hukum yang sederhana.

Selasa, 01/11/2016 20:15 0

Indonesia

Soal Penyelesaian Kasus Ahok, Polri Ingin Publik Bersabar

Menurutnya, dalam menyelesaikan kasus ini, perlu ada kesabaran publik. Sebab, perlu kehati-hatian untuk mengungkap fakta.

Selasa, 01/11/2016 19:30 1

Indonesia

Forum Umat Islam Indonesia di Malaysia (FUIIM) Desak Ahok Ditangkap

Forum Umat Islam Indonesia di Malaysia (FUIIM) menegaskan bahwa implikasi dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah memicu gelombang keresahan masyarakat.

Selasa, 01/11/2016 17:58 0

Close