... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Pak Polisi, Jangan Sakiti Para Pembela Al-Qur’an

Foto: Polisi kawal demonstrasi

KIBLAT.NET – Tanggal 4 November tinggal hitungan hari. Hari itu adalah hari jumat, hari yang mulia bagi umat Islam. Di hari itu pulalah Umat Islam Indonesia ingin membela sesuatu yang mulia bagi mereka. Diprediksi ratusan ribu Umat Islam akan tumpah ruah di bilangan monas, sebagai wujud pembelaan mereka terhadap kitab suci mereka.

Media elektronik maupun cetak ramai membicarakan aksi tersebut. Pro kontra hukum demonstrasi kembali mencuat. Broadcast messenger tak bertuan tumpah ruah di jagad sosmed. Di antara berita yang simpang siur adalah instruksi kapolda metro jaya yang memerintahkan untuk menembak para pendemo anarkis, walaupun kemudian berita itu dibantah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada ketakutan dari para peserta demo akan perlakuan represif dari oknum polisi pengaman demonstrasi. Bahkan sampai ada BC gelap yang  memprediksi akan terjadi chaos.

Wahai pak polisi, harusnya kita dudukkan dulu perkara ini dengan baik. Para demonstran ini hanyalah Umat Islam yang menuntut gubernur penista Al-Quran dihukum. Mereka terjun untuk berdemonstrasi karena terpanggilnya iman mereka untuk membela kitab suci mereka.

Berangkat dari fakta ini, maka seharusnya pak polisi juga menyikapi para demonstran dengan arif dan bijaksana. Jangan ada teror terhadap mereka. Jangan sikapi mereka sebagai penjahat. Mereka hanya ingin membela kehormatan kitab suci mereka.

Pak polisi, janganlah anda menjadi orang yang menghalangi dari jalan Allah. Karena kami yakin para demonstran itu sedang mencoba membela kebenaran. Karena hanya cara ini yang saat ini mereka sanggup melakukannya.

Pak Polisi, tentunya anda tidak ingin dicap sebagai munafik yang menghalang-halangi dari jalan Allah. Allah SWT berfirman :

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : “Mereka orang-orang munafik menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai tameng sehingga mereka menghalang-halangi dari jalan Allah. Sesungguhnya sangat buruk apa yang mereka lakukan.” (QS : Al Munafiqun : 2)

Wahai pak polisi, ayat di atas jelas disebutkan bahwa orang munafik menjadikan sumpah-sumpah mereka untuk menghalangi dari jalan Allah. Kami tidak ingin sumpah jabatan anda menjadikan anda berada di barisan para penghalang jalan Allah. Maka gunakanlah mata iman bapak-bapak sekalian. Berikan mereka laluan untuk membela ayat suci mereka.

Wahai pak polisi, janganlah anda menganggap para demonstran sebagai musuh, jangan anggap mereka sebagai penjahat. Sesungguhnya mereka adalah para wali Allah di muka bumi ini yang mencoba menegakkan agama Allah. Karena keimanan mereka terpanggil, karena kecemburuan mereka hadir. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam menyikapi mereka. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah SWT berfirman :

مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

Artinya : “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang terhadapnya.” (HR Bukhori)

Wahai pak polisi, anda tentunya tidak ingin pernyataan perang Allah ini ditujukan kepada anda. Oleh karena itu tolong jangan memusuhi para wali Allah ini. Karena hal tersebut memiliki konsekuensi yang amat besar bagi agama anda, jika anda beragama Islam.

Wahai pak polisi, jika anda ditugaskan mengamankan aksi sejuta umat jumat nanti, maka saya nasehatkan anda agar berhati-hati atas kezaliman terhadap para pembela Al-Quran. Karena sesungguhnya kezaliman di dunia akan beraibat kepada kegelapan di hari kiamat.

Kezaliman akan menyebabkan seseorang jauh dari hidayah Allah. Kezaliman juga akan mendatangkan azab Allah SWT. Kezaliman demi kezaliman yang dilakukan oleh seorang hamba akan menjadikan dia orang yang bangkrut di akhirat. Bangkrut karena amalannya diajdikan penebus atas kezalimannya. Bangkrut, karena pada dirinya akan ditimpakan dosa orang yang terzalimi.

Wahai pak polisi, hati-hati terhadap darah mereka. Karena seorang muslim senantiasa dalam kelonggaran agamanya selama dia tidak menumpahkan darah yang dilarang. Hilangnya dunia dan seisinya lebih Allah sukai daripada tumpahnya darah seorang mukmin, terlebih ini darah seorang pembela Al-Quran.

Wahai pak polisi, jika esok hari anda dibekali pentungan, janganlah anda gunakan itu untuk menyakiti para pembela Al-Quran, tentunya anda tidak mau jika di akhirat kelak pentungan tersebut bersaksi melawan anda.

Wahai pak polisi, jika esok anda memegang senapan SS1, maka janganlah kau muntahkan itu kepada para pembela Al-Quran, kami takut justru peluru yang anda muntahkan, senapan yang anda genggam saat itu berbalik melawan anda di pengadilan Allah.

Wahai pak polisi, mereka hanya sekelompok umat yang peduli saat Al-Quran mereka dinista. Anda tentu marah saat satuan anda dilecehkan dan tentunya jika anda muslim anda akan lebih marah jika kitab suci anda dinista.

Oleh : Sapto Pujo, relawan aksi bela Al-Quran Jumat 4 Nopember 2016.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Koran Mesir Tuding Arab Saudi Sebarkan Video Rekayasa Serangan Rudal ke Mekkah

Surat kabar Mesir "Al-Yaum As-Saabi" secara implisit menuding Arab Saudi menyebarkan video rekayasa terkait serangan rudal balistik Pemberontak Hutsi yang berhasil ditangkal. Padahal, pasukan koalisi Saudi di Yaman sendiri tidak membuat video itu.

Rabu, 02/11/2016 19:25 0

Indonesia

Tito Karnavian: Lakukanlah Aksi Damai

Unjukrasa merupakan hal yang diperbolehkan dalam aturan demokrasi. Hal senada diutarakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Apalagi dalam dua hari, komponen umat Islam dari berbagai daerah akan menggelar aksi pada tanggal 4 November 2016.

Rabu, 02/11/2016 19:00 0

Suriah

Bashar Assad Bersikeras Jadi Presiden Suriah hingga 2021

Bashar Assad ingin terus memimpin Suriah hingga akhir jabatannya pada 2021. Hal itu ia sampaikan pada Selasa (01/11), saat pertemuan dengan wartawan Amerika dan Inggris di Damaskus seperti dikutip Arabi21.

Rabu, 02/11/2016 18:47 0

Belanda

Terjerat Kasus Anti-Islam, Politisi Belanda Mangkir dari Pengadilan

Pengadilan kasus hate speech terhadap anggota parlemen anti-Islam Belanda, Geert Wilders dibuka pada hari Senin (31/10) tanpa kehadiran terdakwa. Ini merupakan sebuah kasus yang akan menguji batas-batas kebebasan ekspresi dalam pemungutan suara di parlemen tahun depan.

Rabu, 02/11/2016 18:10 0

Indonesia

Kapolri: Jangan Sampai Terjadi Konflik Besar Seperti di Ambon, Poso dan Peristiwa 1998

“Kita sangat prihatin dengan konflik yang terjadi di dunia Islam yang akhirnya terjadi terorisme. Dulu di Afganistan, sekarang di Iraq dan Syria. Indonesia kan negara yang cukup damai. Untuk itu, di negara kita tidak boleh terjadi konflik-konflik besar. Seperti di Ambon, Poso dan peristiwa 1998,” ujar pria kelahiran Palembang ini.

Rabu, 02/11/2016 17:29 0

Indonesia

Tokoh Betawi: Aksi 4 Nopember Gerakan Akidah

“Menurut saya ini merupakan sebuah gerakan akidah. Yang di manapun, yang sebagai umat muslim sudah waktunya untuk tergerak,” katanya kepada Kiblat.net di Grand Sahid hotel pada Selasa (01/11).

Rabu, 02/11/2016 17:17 0

Indonesia

Dalam Sehari, Tiga Hastag terkait Aksi 4 November Jadi Trending Topic

Tak disangka, menjelang aksi damai 4 November tiga hastag terkait aksi tersebut menjadi trending topic di Twitter. Bahkan, ketiganya muncul bersamaan dalam satu hari.

Rabu, 02/11/2016 16:45 0

Irak

Militer Irak Raih Kemajuan di Mosul, PBB Khawatirkan Sipil Sunni

Deng mengingatkan Pemerintah Irak bahwa operasi militer harus dilakukan dengan menghormati hukum internasional. Pasukan keamanan dan milisi sekutu harus menjauhi aksi balas dendam atas dasar sektarian

Rabu, 02/11/2016 16:20 0

Afrika

Masih Dianggap Ancaman, Obama Perpanjang Sanksi terhadap Sudan

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memperpanjang sanksi terhadap Sudan selama satu tahun lagi. Menurutnya, kebijakan pemerintah Khartoum tetap merupakan "ancaman luar biasa" terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Rabu, 02/11/2016 16:03 0

Indonesia

Munarman: Kasus Ahok Delik Umum, Bukan Aduan

"Yang dilakukan Ahok tindak pidana delik umum bukan aduan. Delik umum, permintaan maaf tidak menghilangkan pidana," paparnya dalam diskusi 'Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?, ' di Hotel Ambhara Jakarta Selatan pada Senin (01/11).

Rabu, 02/11/2016 15:38 0

Close