... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dukungan Dana Menyusut, Ethiopia Tarik Pasukan dari Somalia

KIBLAT.NET, Mogadishu – Ethiopia dilaporkan telah menarik pasukannya dari Somalia yang selama ini menjadi arena perang melawan kelompok-kelompok Islamis-Jihadis, terutama al-Syabaab cabang al-Qaidah di Tanduk Afrika. Negara anggota Uni Afrika itu menuding minimnya dukungan internasional telah menyebabkan penarikan mundur tentaranya, menyusul kebijakan Uni Eropa yang baru-baru ini memangkas anggaran atau bantuan finansial bagi pasukan asing di Somalia.

Ethiopia sendiri merupakan salah satu negara yang paling banyak menyumbangkan personil tentara mereka ke AMISOM, yaitu misi Uni Afrika di Somalia. Dalam beberapa pekan terakhir ini, Ethiopia memulangkan bala tentaranya dan mulai mengosongkan sejumlah basis militer yang selama ini menjadi pusat komando operasi dan arsenal persenjataan AMISOM. Tak menunggu lama, pangkalan atau basis-basis militer tak bertuan itu segera diambil alih oleh mujahidin al-Syabaab.

Pejabat-pejabat pemerintah Somalia dukungan Barat di wilayah Bakol mengatakan, sebagian warga terlihat mengungsi meninggalkan daerah mereka sejak pasukan Ethiopia dipulangkan karena khawatir dengan kehadiran al-Syabaab. Di bagian lain, Menteri Komunikasi Ethiopia, Getachew Reda berbicara kepada BBC bahwa pasukan mereka yang ditarik dari wilayah barat daya Somalia itu bukan merupakan bagian dari AMISOM. “Mereka adalah unit terpisah yang memang dikerahkan untuk memberi dukungan kepada AMISOM dan tentara nasional Somalia,” imbuhnya.

Reda juga menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa penarikan itu terkait dengan situasi di dalam negeri yang sedang kacau sehingga mendorong diumumkannya negara dalam keadaan darurat. Menurutnya, jumlah pasukan masih cukup untuk mengatasi situasi tersebut.

BACA JUGA  Pasukan Khusus AS dan Somalia Sergap Pos Check Point Al-Shabaab

Menurutnya, pasukan Somalia seharusnya mengisi posisi-posisi yang kosong akibat ditarik-mundurnya pasukan Ethipia. “Komunitas internasional bertanggung jawab untuk melatih dan mendukung Tentara Nasional Somalia,” imbuhnya lagi. Lebih jauh Reda memperingatkan, pengabaian atas situasi itu hanya akan memberi jalan bagi pejuang-pejuang al-Syabaab untuk mengambil alih dan menguasai wilayah-wilayah yang ditinggalkan.

Uni Eropa masih merupakan penyumbang dana utama bagi misi AMISOM, namun pada bulan Juni lalu mereka mengumumkan akan mengurangi bantuan finansial sebanyak 20 persen. Ethiopia bukanlah negara pertama yang mengeluhkan atas minimnya dukungan internasional bagi misi Uni Afrika di Somalia. Sebelumnya, sejumlah negara yang terlibat dalam misi AMISOM termasuk Burundi, Uganda, dan Djibouti juga mengeluhkan hal yang sama.

Sementara negara-negara Uni Afrika sangat bergantung dengan bantuan, terutama finansial & pelatihan militer dari pihak asing, mujahidin al-Syabaab tampil sebagai entitas insurjensi yang tangguh dan independen. Ketidak-ketergantungan mereka pada pihak asing menjadikan al-Syabaab sebagai organisasi jihadis yang sangat aktif dan tak terbendung dalam melancarkan serangan-serangan terhadap kepentingan Barat & sekutu-sekutu lokalnya.

Reporter: Yasin Muslim
Sumber: BBC

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Umat Islam Poso: Allahu Akbar, Kami Masih Konsisten Tuntut Ahok Ditangkap

Ribuan umat Islam Poso kembali turun ke jalan pada Jum'at (28/10), menuntut supaya Ahok segera ditangkap atas kasus penistaan agama. Aksi yang digagas oleh DPW FPI (Front Pembela Islam) Poso dan MUI Poso ini diikuti oleh berbagai elemen umat Islam se-Kabupaten Poso.

Senin, 31/10/2016 15:05 0

Indonesia

Persatuan Mahasiswa Patani di Indonesia (PIMPTI) Gelar Diskusi Kemanusiaan

Persatuan Mahasiswa Islam Patani di Indonesia (PIMPTI) pada Jum’at, 28 Oktober 2016 menggelar Forum Dialog bertema “Krisis Kemanusiaan Pelanggaran HAM yang Dialami Warga Muslim Patani Thailand Selatan”.

Senin, 31/10/2016 14:29 0

Investigasi

[Wawancara] Lurah Selosari: Gatot Witono Bukan Orang Tertutup, Dia Teman Main Badminton Saya

Detasemen Khusus Anti Teror/Densus 88 pada Selasa, (25/10) menangkap seorang bernama Gatot Witono (48 tahun) di Magetan. Pria yang tinggal di Jalan Hasanudin, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan ini ditangkap di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecmatan Magetan seusai mengantar anaknya bersekolah.

Senin, 31/10/2016 14:21 0

Opini

Wahai Bapak BNPT, Dengarkan Suara Curahan Hatiku

Kembali ke persidangan, bapak saya ternyata dituduh menyembunyikan salah satu tersangka pelaku Bom Bali I. Dan pada prosesnya, banyak kejanggalan dalam persidangan termasuk Mukhlas yang di-setting gagal untuk hadir memberi kesaksian.

Senin, 31/10/2016 14:00 0

Indonesia

Soal Penyelesaian Kasus Ahok, Habib Rizieq: Mana Suara Jokowi?

Kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum juga selesai. Dalam hal ini, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mempertanyakan diamnya presiden atas hal itu

Senin, 31/10/2016 13:05 2

Indonesia

Aksi ‘Damai Patani’, Mahasiswa Patani di Yogyakarta Gelar Shalat Hajat

Persatuan Mahasiswa Islam Patani di Indonesia (PIMPTI) pada Jum’at, 28 Oktober 2016 menggelar acara diskusi sekaligus Shalat Hajat dalam rangka "Damai Patani" di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Senin, 31/10/2016 12:40 0

Indonesia

Perkuat Peran LDK, MUI Jatim Gelar Mudzakarah Da’i

Berangkat dari kondisi umat, khususnya mahasiswa Muslim yang masih dangkal pemahaman ke-Islamannya, MUI Jatim mengundang seluruh Lembaga Dakwah Kampus Se-Jatim beserta ormas Islam untuk mengikuti acara Mudzakarah Da’i pada hari Sabtu 29 Oktober 2016 dengan tema “Peran Dakwah Kampus Dalam Mengembangkan Islam Washatiyyah”.

Senin, 31/10/2016 12:30 0

Indonesia

Penetapan Siaga Satu Jelang 4 November Dinilai Berlebihan

Sehingga, demonstrasi besar tanggal 4 November nanti dipastikan akan digelar dalam jumlah yang sangat Besar. Maka, sudah sewajarnya mereka melakukan pengamanan.

Senin, 31/10/2016 10:53 0

Opini

BNPT dan Tony Blair yang Agak ‘Nganu’

Memang masih jauh mengharapkan di Indonesia akan ada sebuah badan investigasi ataupun lembaga audit yang independen sekelas The Iraq Inquiry. Namun bukan berarti sama sekali tidak terdapat kritik terhadap tingkah polah BNPT dan lembaga lainnya yang berkonsentrasi di bidang yang sama. Dan, anehnya kritik tersebut justru datang dari lembaga-lembaga semisal Pemuda Muhammadiyah dan KOMNAS HAM yang notabene tidak ada kaitannya dengan terorisme itu sendiri.

Senin, 31/10/2016 10:38 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Pihak yang Sebut Peserta Demo 4 November Radikal

"Yang disayangkan justru adalah bila ada kelompok lain yang memprovokasi dengan berbagai tuduhan. Misalnya, yang demo tanggal 4 november itu adalah Islam Radikal, ditunggangin ISIS dan lain-lain," katanya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (30/10).

Senin, 31/10/2016 09:15 0

Close