... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Wahai Bapak BNPT, Dengarkan Suara Curahan Hatiku

Foto: Sumber Foto: Suara.com

KIBLAT.NET – Assalamualaikum, akhi-ukhti pembaca Kiblatnet.

Sebagai seseorang yang maksa-maksain diri sebagai penulis padahal sudah tahu kalo hasil tulisannya pasti gak bagus-bagus amat, saya cukup nyadar kok, cukup tahu diri. Kalau tulisan saya judulnya aneh, tata bahasanya ancur, isi serta pembahasan yang cenderung tidak fokus pada persoalan, dan masih banyak aib-aib lainya yang tidak sempat saya sebutkan satu per satu.

Dan akhirnya, pada kesempatan kali ini saya putuskan untuk menuangkan curahan hati saya tentang sebuah lembaga pemerintah dalam selembar tulisan.

Begini ceritanya, pada awal Oktober 2016, lembaga ini menggalang sejumlah ormas, pondok pesantren dan kelompok media. Kelompok media yang digalang adalah organisasi pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo Raya dengan menggelar hajatan bernama“Workshop Media tentang Isu Kekerasan dan Radikalisme”.

Workshop itu sebenernya gak ada bedanya sama workshop-workshop lainnya di negeri ini, ya gitu-gitu aja sesekali gini-gini aja. Tapi pernyataan Direktur Deradikalisasi Prof Irfan Idris pada waktu pembukaan menarik untuk disilet (iya, iya, saya tau harusnya disimak).

“Karena di luar negeri digunakan CVE, tidak ada teroris, tidak ada radikalisasi, tidak ada radikal. (Adanya) Counter Violent Extrimism (CVE) jadi lebih kepada ekstrimis bukan radikal.” (Baca juga: BNPT: Tidak Ada Teroris dan Radikalisme, Karena di Luar Negeri yang Digunakan CVE)

Subhanallah, paaak! Rasa-rasanya pengin deh saya cetak quote sarat motivasi Master Limbad dalam bentuk stiker lalu saya tempel di kaca mobil bapak.

Siapa yang gak kehilangan kata-kata pak, denger kalimat kayak begitu? Ibaratnya itu kayak kita ditakut-takutin soal bahaya kolor ijo yang mulai berkeliaran dan berencana menguasai suatu kampung. Dan, kita-kita yang masih gagal paham sama penjelasan bapak soal relevansi bambu kuning sebagai alat pengusir kolor ijo tiba-tiba denger kabar dari bapak kalo ternyata cowok ganteng berkulit putih bermata merah berjidat item itu ternyata vampir bukan kolor ijo. Usut punya usut, bapak ngomong gitu setelah nonton film drakula di TV hitam putih.

Opo bapak gak punya rasa belas kasih yang terpancar dari nurani yang terdalam? Mosok semua cowok kulit putih yang terlahir ganteng bapak sebut vampir. Bapak juga harus minta maaf tuh sama spongebob karena bapak bawa-bawa warna kuning.

Eh, kok jadi malah ngomongin kartun segala? Hehe.. Yuk, kita coba ngobrol yang agak serius.

Ini kejadian pas saya masih duduk di kelas tiga SMP. Saat itu, saya lagi tegang-tegangnya jalani persiapan ujian nasional. Seperti biasa, bapak saya yang baik hati dan tidak sombong tapi sedikit dingin itu pergi ke Bank tiap awal bulan. Pada waktu itu, bapak saya masih keukeuh kalo soal duit ya harus yadan biyadin (transaksi tunai) sama teller Bank. Makanya, ATM cuma jadi pajangan dompet alias gak pernah dipake.

Saya sih seneng-seneng aja, karena tiap pulang dari Bank, bapak saya selalu bawa telur asin sama kroket. Kamu tahu kroket kan? Itu lho makanan bulet-bulet yang bukan kue bukan juga bolu. Ia hanyalah seonggok makhluk yang harus pasrah ditusuk cabe ijo di tengah-tengah ketidakjelasan identitasnya itu.

Asal antum tahu akhi-ukhti, dan juga bapak-bapak pemuja pangkat di sana.

Telur asin dan kroket adalah makanan terlezat versi diri saya yang di tahun 2003. Hari itu, pulang sekolah saya sudah semangat 45 genjot sepeda sambil membayangkan telor asin sama kroket. Lah dalah pas sampe rumah, boro-boro nemu kroket yang ada malah ibu saya lagi nangis.

“Bapak belum pulang, bu?”
“Bapak enggak pulang nang,” jawab ibu sambil sesenggukan.
“Lho ke mana?”
“Ilang nang.”
“Ilang kemana?” Cecar saya lagi,
“Ibu enggak tau nang.”

Dua hari kemudian, saya baca di koran ternyata bapak saya tercantum dalam daftar orang-orang yang ditangkap. Ditangkap karena apa? Ya karena dianggap terduga teroris itu, iya teroris, saya ulangi sekali lagi teroris, sesuatu yang di awal bulan ini dinyatakan gak ada sama Profesor Irfan Idris. Luar biasa!!!

Kalo gak inget sama nilai-nilai Islam yang diajarkan bapak saya, mungkin pas jenguk bapak saya di Mabes Polri saya bakal pura-pura kesurupan sambil teriak-teriak, “Mana kroketku?!” Karena, pada saat itu saya masih yakin kroketnya pasti dimamam sama pak polisi.

Aduuuh kok curhatnya jadi mellow gini akhi. Hehe.. afwan akhi-ukhti, namanya juga curhat.

Eh tapi ceritanya belom selesai lho, pas status bapak saya beralih menjadi terdakwa. Persidangannya lebih ngeselin. Di situ saya tau kalo bapak saya yang mau nepok nyamuk aja baca bismillah itu ternyata mengalami penyiksaan fisik dalam proses penyidikan.

Baca halaman selanjutnya: Bahkan sampai hari ini, gerak...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Penyelesaian Kasus Ahok, Habib Rizieq: Mana Suara Jokowi?

Kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum juga selesai. Dalam hal ini, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mempertanyakan diamnya presiden atas hal itu

Senin, 31/10/2016 13:05 2

Indonesia

Aksi ‘Damai Patani’, Mahasiswa Patani di Yogyakarta Gelar Shalat Hajat

Persatuan Mahasiswa Islam Patani di Indonesia (PIMPTI) pada Jum’at, 28 Oktober 2016 menggelar acara diskusi sekaligus Shalat Hajat dalam rangka "Damai Patani" di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Senin, 31/10/2016 12:40 0

Indonesia

Perkuat Peran LDK, MUI Jatim Gelar Mudzakarah Da’i

Berangkat dari kondisi umat, khususnya mahasiswa Muslim yang masih dangkal pemahaman ke-Islamannya, MUI Jatim mengundang seluruh Lembaga Dakwah Kampus Se-Jatim beserta ormas Islam untuk mengikuti acara Mudzakarah Da’i pada hari Sabtu 29 Oktober 2016 dengan tema “Peran Dakwah Kampus Dalam Mengembangkan Islam Washatiyyah”.

Senin, 31/10/2016 12:30 0

Irak

Keamanan Irak Klaim Sudah Rebut 61 Desa di Pinggiran Mosul

Letnan Jenderal Raed Shakir mengatakan pada Ahad (30/10) bahwa tentara Irak kini telah merebut kendali 61 desa dari pasukan Daulah.

Senin, 31/10/2016 11:30 0

Indonesia

Penetapan Siaga Satu Jelang 4 November Dinilai Berlebihan

Sehingga, demonstrasi besar tanggal 4 November nanti dipastikan akan digelar dalam jumlah yang sangat Besar. Maka, sudah sewajarnya mereka melakukan pengamanan.

Senin, 31/10/2016 10:53 0

Turki

Turki Jerat Puluhan Pilot Militer Terkait Kudeta

Dalam hal ini, kepala jaksa penuntut umum di Konya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi 73 pilot, 71 letnan dan dua kolonel.

Senin, 31/10/2016 10:23 0

Suriah

Diuntungkan Cuaca Buruk, Mujahidin Raih Kemajuan di Aleppo Barat

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa para pejuang berhasil menguasai pintu masuk di bagian barat Aleppo dan distrik al-Hamdaniya.

Senin, 31/10/2016 09:53 0

Irak

Serangan Udara AS Tewaskan 4 Tentara Irak

Di saat pasukan Irak berusaha mati-matian mendekati posisi kelompok ISIS ke jantung kota Mosul, dilaporkan terjadi sebuah insiden memalukan di Tal-Kayf. Insiden serangan udara AS baru-baru ini telah menewaskan sekutu mereka sendiri dan melukai beberapa orang lainnya.

Senin, 31/10/2016 09:37 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Pihak yang Sebut Peserta Demo 4 November Radikal

"Yang disayangkan justru adalah bila ada kelompok lain yang memprovokasi dengan berbagai tuduhan. Misalnya, yang demo tanggal 4 november itu adalah Islam Radikal, ditunggangin ISIS dan lain-lain," katanya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (30/10).

Senin, 31/10/2016 09:15 0

Afrika

ISIS Tinggalkan Kota Pelabuhan di Somalia

Pasukan loyalis kelompok ISIS pada hari Kamis (27/10) dilaporkan mundur dari kota di bagian timur laut Somalia, Qandala, hanya sehari setelah mereka berhasil merebut kota tersebut. Kota yang berada di Daerah Otonomi Puntland ini jatuh ke tangan ISIS pada tanggal 26 Oktober menyusul pertempuran singkat antara jihadis dengan pasukan pemerintah lokal.

Senin, 31/10/2016 08:51 0

Close