... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Untuk Kesekian Kalinya, Drone AS Tewaskan Sipil Afghanistan

Foto: Serangan Udara AS Ahad lalu di dekat ibukota Kabul/ilustrasi [foto: Al-Jazeera]

KIBLAT.NET, Nangarhar – Serangan udara Amerika Serikat kembali menelan korban sipil di wilayah Nangarhar, Afghanistan timur, pada Jumat (28/10). Jubir Taliban mengatakan, serangan udara itu dilakukan sporadis untuk melindungi pasukan darat yang kewalahan menghadapi mujahidin.

Juru bicara provinsi Nangarhar, Ayatullah Khujayani, membenarkan jatuhnya korban sipil dalam serangan AS itu. Namun dia belum bisa memastikan jumlah korban.

Dia menunjukkan, insiden itu terjadi saat pasukan AS menyerang rumah pemimpin Taliban, Maula Muhammad Alim, di distrik Sherzad.

Sementara itu, pejabat polisi setempat mengatakan serangan udara tersebut dilakukan oleh drone AS. Empat orang yang berada di dalam rumah terbunuh. Tidak disebutkan identitas para korban.

Petugas medis di rumah sakit Sharzad, Najibullah Kamawal, mengatakan pihaknya merawat 12 korban luka. Tujuh di antaranya anak-anak dan lima wanita. Sementara empat dari mereka dalam kondisi kritis.

Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara dukungan misi Koalisi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengonfirmasi serangan itu. Dia menjelaskan, pasukan AS meluncurkan serangan udara di Sharzed pada Jumat untuk melindungi “pasukan sahabat”.

Berkaitan dengan pernyataan Cleveland, jubir Taliban Zabihullah Mujahid menjelaskan bahwa serangan udara itu terjadi setelah pasukan AS dan lokal menyerbu rumah Syaikh Maula Muhammad Alim. Dengan cepat, lanjutnya, mujahidin berdatangan menghalau serangan musuh.

Pasukan musuh kewalahan dan menderita kerugian. Menurut mujahid, setidaknya enam tentara AS dan tentara boneka tewas.

BACA JUGA  Tentara AS Tewas di Pangkalan Bagram, Pentagon Gelar Penyelidikan

Tak berserang lama, terdengar kabar pasukan udara AS menggempur kampung Syaikh Alim. Akibatnya, sejumlah anak-anak dan wanita terbunuh.

“Sedikitnya 32 warga terbunuh dan luka-luka,” kata Mujahidin seraya menunjukkan, di antara mereka ada anak-anak dan wanita.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Umat Islam Lampung Desak Pemerintah Adili Ahok

Ratusan umat Islam dari berbagai ormas dan pesantren di Lampung pada Jum'at (28/10), berkumpul di Tugu Adipura menuntut aparat kepolisian untuk menahan Ahok karena dinilai telah melecehkan Islam.

Jum'at, 28/10/2016 15:57 0

Indonesia

Hujan Deras Tak Halangi Ribuan Umat Islam Bekasi Tuntut Ahok Diadili

Meski di bawah guyuran hujan yang deras, ribuan umat Islam Bekasi tetap bersemangat melakukan aksi damai menuntut agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diberikan sanksi hukum karena telah melecehkan Al-Qur'an.

Jum'at, 28/10/2016 15:05 0

Profil

Jaringan Haqqani, Sel Taliban di Afghanistan

Jika kita mendengar kata Afghanistan, maka secara otomatis akan terbayang perhelatan besar yang terjadi di sana dari masa ke masa. Sejarah telah membuktikan bahwa gerakan jihad global mulai bangkit dan bergerak sejak kemenangan mujahidin afghanistan atas pasukan beruang merah. Bahkan mujahidin berhasil membuat Uni Soviet tertunduk malu terusir dari bumi jihad Afghan.

Jum'at, 28/10/2016 11:30 0

Indonesia

Sikap Ahok Lecehkan Al Quran Merusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Ketua MUI Kota Bogor menilai bahwa dampak buruk tersebut bisa terjadi, jika aparat kepolisian dan penegak hukum tidak melakukan penangkapan dan mengadili Basuki Tjahaya Purnama secara transparan

Kamis, 27/10/2016 21:59 0

Indonesia

MUI Bogor Minta Aparat Adili Ahok Agar Kemarahan Rakyat Tak Makin Besar

"Kami menuntut kepada Kapolri dan Institusi penegak hukum lainnya untuk berani segera menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tindakan pidana penistaan agama dan penghinaannya kepada ulama, sesuai dengan undang-undang yang berlaku," kata ketua MUI Kota Bogor

Kamis, 27/10/2016 21:15 0

Khazanah

Ulama Ini Menegur Keras Penguasa Lewat Mimbar Jum’at

Khatib Jum’at ini tidak hanya mengkritik cara mengumpulkan harta yang haram. Ia juga mengkritik kegemaran sultan mengundang para penyanyi. Ya, konser musik demi hiburan penguasa, dengan biaya dari pajak haram yang diambil dari rakyat muslim. Harta yang diambil dengan cara haram dan dipergunakan untuk hal haram, inilah yang menjadi kritikan keras khatib Jum’at di ibu kota kekhilafahan Baghdad pada hari itu.

Kamis, 27/10/2016 18:30 0

Artikel

Ingin Hafal Al-Qur’an? Ikuti 13 Langkah Praktis Ini

Bagi sebagian orang, aktivitas menghafal mungkin membutuhkan satu energi tersendiri untuk melakukannya. Namun, bagaimana halnya jika hafalan itu justru membuahkan faedah yang banyak jika itu serius dilakoni. Seperti ketika seorang Muslim mampu menghafalkan Al-Qur'an. Selain berbuah pahala, manfaat ilmu akan ia dapatkan ketika benar-benar memahami hakikatnya.

Kamis, 27/10/2016 17:31 0

Tarbiyah Jihadiyah

Meneladani Generasi Unik Binaan Nabi

Maka dari itu, generasi yang dibina oleh Rasulullah di mata kita tampak sebagai generasi yang unik dan jalinan sesama mereka sangat kokoh. Musuh-musuh Allah yang paling sengit dan yang paling besar kekuatannya di muka bumi sekali pun tidak mampu menarik keluar salah seorang dari jalinan masyarakat mereka yang kokoh. (Karena dalam hati mereka tertanam betul ajaran Nabinya yang bersabda).

Kamis, 27/10/2016 16:08 0

Indonesia

MUI Bogor: Kemarahan Umat Islam di Indonesia terhadap Ahok Masih Terukur

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor, Drs. K.H. Adam Ibrahim, MA menegaskan bahwa kemarahan umat Islam di Indonesia terhadap Ahok adalah akibat dari arogansi kekuasaan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kamis, 27/10/2016 14:11 0

Opini

Kekuatan Itu Bernama Koalisi Umat Islam

Beberapa waktu terakhir, umat Islam DKI telah memberikan kita semua sebuah contoh dan pelajaran berharga yang bernama persatuan. Persatuan yang telah lama dirindukan, dicari dan dimimpikan kini telah terbit bak mentari terang dari kota Jayakarta.

Kamis, 27/10/2016 12:15 1

Close