... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Demonstrasi itu Nyunnah atau Bid’ah?

Antara Bid’ah dan Maslahat

Jika Rasulullah SAW, para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan generasi salaf tidak melakukan suatu perkara, bukan berarti hukum perkara tersebut otomatis adalah haram atau bid’ah yang tidak memiliki landasan dalil syar’i.

Boleh jadi perbuatan yang mereka tinggalkan tersebut adalah perkara mubah dan mereka tidak mengerjakannya karena tidak ada faktor yang mendorong mereka untuk melakukannya.

Boleh jadi juga perbuatan yang mereka tinggalkan tersebut adalah perkara mubah dan ada faktor yang mendorong mereka untuk melakukannya, namun mereka tidak mengerjakannya karena tidak adanya kemampuan atau keadaan belum memungkinkan untuk melakukannya. Contoh:

Rasulullah SAW membiarkan saja Ka’bah dalam bentuk yang dibangun oleh kaum musyrik pada zaman jahiliyah dan beliau tidak merenovasinya sesuai dengan bentuk pertama yang dibangun oleh nabi Ibrahim dan Ismail. Beliau khawatir jika renovasi sesuai bentuk yang dibangun oleh nabi Ibrahim dan Ismail dikerjakan, niscaya orang-orang Arab yang belum lama masuk Islam akan mengingkari dan menentangnya. Kekhawatiran ini menyebabkan Rasulullah SAW mengurungkan perbuatan yang mulia tersebut. Kekhawatiran ini pula yang menyebabkan khulafaur Rasyidun selama 30 tahun masa pemerintahan mereka dan sebagian khalifah Daulah Umawiyah tidak melakukan renovasi tersebut.

Barulah ketika Abdullah bin Zubair RA menjadi khalifah di Hijaz dan Ka’bah runtuh akibat serbuan pasukan Daulah Umawiyah tahun 64 H, Abdullah bin Zubair melakukan renovasi Ka’bah sesuai bentuk yang dibangun oleh nabi Ibrahim dan Ismail. Butuh waktu lebih dari 60 tahun untuk menyiapkan kondisi hati masyarakat Arab agar bisa menerima renovasi seperti itu. (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, juz IV hlm. 492)

Dalam hal ini Abdullah bin Zubair RA melakukan perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidun RA. Namun toh perbuatannya tersebut bukan bid’ah, bahkan sesuai dengan sunnah.

Dari Aisyah RA berkata, “Saya bertanya kepada Nabi SAW apakah dinding (yaitu Hijr Ismail) di sekitar Ka’bah termasuk bagian dari Ka’bah?” Beliau menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Kenapa mereka tidak memasukkannya ke dalam Ka’bah?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya kaummu kehabisan biaya (saat merenovasi Ka’bah pada zaman jahiliyah).” Saya bertanya, “Kenapa pintu Ka’bah tinggi?” Beliau menjadab, “Itu perbuatan kaummu, agar mereka bisa memasukkan siapa pun yang mereka kehendaki ke dalam Ka’bah dan mereka bisa menghalangi siapa pun yang tidak mereka kehendaki. Sekiranya bukan karena kaummu baru saja meninggalkan masa jahiliyah dan khawatir jika hati mereka mengingkarinya, tentulah aku akan memasukkan Hijr Ismail ke dalam Ka’bah dan aku akan menempelkan pintu Ka’bah ke tanah.” (HR. Bukhari no. 1584 dan Muslim no. 1333)

BACA JUGA  Terkait Kepulangan WNI Eks Wuhan, Menko PMK: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Nabi SAW bersabda, “Wahai Aisyah, sekiranya bukan karena kaummu baru saja meninggalkan kekafiran, tentulah aku akan meruntuhkan Ka’bah (lalu merenovasinya) dan aku buatkan dua pintu padanya; satu pintu untuk memasukinya dan satu pintu untuk keluar darinya.” Maka Abdullah bin Zubair melaksanakan keinginan beliau SAW tersebut. (HR. Bukhari no. 126 dan Muslim no. 1333, dengan lafal Bukhari)

Oleh karena itu, di antara definisi bid’ah adalah setiap perkara yang pada zaman Nabi SAW telah ada faktor yang mendorong untuk melakukannya, namun Nabi SAW tidak melakukan perkara tersebut padahal beliau memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Contoh, perayaan maulid nabi. Pada zaman Nabi SAW dan khulafaur rasyidun, telah ada faktor yang mendorongnya, yaitu menghormati dan memperingati hari kelahiran beliau. Mereka juga mampu melakukannya. Ketika mereka tidak melakukannya, maka hal itu menunjukkan bahwa perayaan maulid Nabi adalah bid’ah yang tidak disyariatkan.

Berbeda halnya dengan hal-hal bermanfaat yang dituntut oleh kondisi, yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan generasi sahabat, karena tidak adanya hal yang mendorong untuk melakukannya pada zaman Rasulullah SAW dan sahabat. Hal-hal tersebut bukanlah bid’ah, melainkan mashlahah mursalah yang disepakati oleh para ulama boleh —bahkan bagus— dilakukan. Contoh:

  • Memberi tanda baca (satu titik, dua titik, tiga titik, di atas dan di bawah) dan tanda harakat (fathah, dhammah, kasrah, sukun dan syaddah) terhadap huruf hijaiyah dan mushaf Al-Qur’an.
  • Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq mengangkat Umar bin Khathab sebagai calon penggantinya berdasar persetujuan generasi sahabat di akhir hayatnya saat Abu Bakar sakit keras.
  • Khalifah Umar bin Khathab membuat mata uang untuk melancarkan gerak perekonomian kaum muslimin.
  • Khalifah Umar bin Khathab membuat sistem administrasi di bidang ekonomi (diwanul mal) dan militer (diwanul jundi) dengan mencontoh sistem yang dipakai oleh imperium Majusi Persia.
  • Khalifah Utsman bin Affan menetapkan pembukuan mushaf Al-Qur’an dengan satu dialek saja, yaitu dialek suku Quraisy.
  • Penerjemahan mushaf Al-Qur’an dan kitab-kitab hadits ke dalam bahasa-bahasa non-Arab untuk memudahkan kaum muslimin non-Arab mempelajari syariat Islam.
BACA JUGA  Syarh Safinatun Naja 01: Mengenal Tanda-Tanda Baligh

Jika setiap hal baru yang tidak dilakukan oleh Rasulullah SAW, sahabat, dan tabi’in divonis bid’ah dan haram, tentulah akan diharamkan banyak hal bermanfaat yang sebenarnya disyariatkan oleh Islam namun belum dikerjakan pada zaman salafush shalih. Contoh:

  • Pada zaman sekarang, antara kaum laki-laki dan kaum wanita dibuat pembatas yang memisahkan mereka di masjid-masjid dan pengajian-pengajian. Tak diragukan lagi tindakan ini bermanfaat karena mencegah fitnah yang mungkin timbul dari percampur bauran laki-laki dan perempuan non mahram. Ini adalah maslahat yang diakui dan ditetapkan oleh syariat. Apakah pembuatan pembatas ini divonis bid’ah dan haram, hanya karena tidak dilakukan oleh generasi sahabat dan tabi’in?
  • Pada zaman sekarang dibentuk lembaga-lembaga kajian dan organisasi-organisasi keislaman baik dalam taraf lokal, nasional, regional, maupun internasional. Ada Dewan Fiqih Sedunia, Rabithah Alam Islami, dan lain-lain pada tingkat internasional. Ada DDII, NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Hidayatullah, Persis, dan banyak lainnya pada taraf nasional.

Apakah, misalnya, keberadaan Dewan Fiqih Sedunia yang menghasilkan fatwa bersama sebagai hasil ijtihad jama’i lantas dinilai bid’ah dan haram, hanya karena pada zaman salafush shalih lembaga-lembaga fatwa itu tidak ada dan setiap ulama bebas memberi fatwa atas nama pribadi?

Baca halaman selanjutnya: Melakukan Hal yang Bermaslahat...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

4 comments on “Demonstrasi itu Nyunnah atau Bid’ah?”

  1. Alangkah baiknya kalau dicantumkan nama ustadz yang menuliskan artikel ini sebagai kemudahan bagi kami mencantumkannya dalam referensi ilmiah.

  2. Sikap Seorang Muslim Menghadapi Kasus Penghinaan Ayat-ayat Allah oleh Kafir Ahok

    1. Bahwasanya setiap muslim yg beriman kepada Allah dan RosulNya, serta berhukum dengan apa yg telah Allah turunkan, HARAM menjadikan orang yg memperolok-olok dien Allah sebagai Wali-Wali mereka, apalagi orang kafir yg sudah pasti tidak akan pernah ridho dengan dien ini.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan sebagai wali-walimu, (yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir. Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maaidah [5]: 57)

    2. Barangsiapa yg menghina Allah dan RosulNya, maupun menghina Ayat-ayatNya, maka hukuman yg berhak ia terima adalah dengan hukum Allah yakni dibunuh, bukan dipenjara maupun dihukum dengan selain hukum-hukum Allah (hukum buatan manusia).

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ أَمَرَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

    “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Itulah dien yang lurus akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak mengetahuinya”. (QS. Yusuf [12]: 40)

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُالْفَاصِلِينَ

    ”Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”. (QS. Al-An’am: 57)

    ✨ Dari Jabir ibn Abdillah Radhiyallohu’anhu, dari Rosulullah bersabda: “Siapakah yang bersedia untuk membunuh Ka’ab ibnu Asyraf (seorang yahudi yg gemar menghina Rosul)? Sesungguhnya dia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya!”, maka bangunlah Muhammad bin Maslamah dan bertanya: “Apakah anda mau saya yang membunuhnya wahai Rasululloh?” Nabi menjawab: “Ya.” [HR. Bukhori 3031; Muslim 1801]

    3. Haramnya meminta putusan hukum kepada thoghut tentang Penistaan Ayat-ayat Allah oleh Kafir Ahok, karena thoghut memutuskan hukum bukan dengan hukum-hukum Allah, dan wajibnya bagi setiap muslim untuk mengingkarinya karena Allah telah memerintahkannya.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا
    “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? mereka hendak berhukum kepada thoghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 60)

    4. Wajibnya berjihad untuk menegakkan Syari’at-syari’at Allah yg Agung ini, karena hanya dengan Jihad lah Islam menjadi Mulia serta tidak ada lagi yg berani menginjak-injak kemuliaan Islam; jika tidak mampu, maka beruzlah menjaga diri dan keluarganya dari fitnah yg ditimbulkan karena meninggalkan Jihad dalam membela dien ini.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38)

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At-Taubah: 39)

    ✨ Rosulullah SAW bersabda: “Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah, dan berpegang pada ekor sapi, dan kalian ridho dengan hasil perkebunan serta kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan membuat kalian dikuasai oleh kehinaan! dan Allah tidak akan mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada dien kalian (berjihad dijalanNya).” [HR. Abu Dawud]

    ✨ Dari Abu Sa’id ia mengatakan: Telah berkata seorang laki-laki kepada Nabi: “Siapakah manusia yang paling utama wahai Rasulullah?”, Beliau menjawab: “Seorang Mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya pada jalan Allah”, Laki-laki itu menambahkan: “Kemudian siapa?”, Nabi menjawab: “Kemudian seorang laki-laki yang menyendiri (memisahkan diri dari manusia lain) di suatu bukit, beribadah kepada Rabb-nya dan meninggalkan manusia karena keburukanya.” [Hr Abu Dawud dan Ibnu Hibban]

    Wallahua’lam…

    ✍ Abu Muhammad Al-Masyriqi

    http://www.banadiq.com/2016/10/27/sikap-seorang-muslim-menghadapi-kasus-penghinaan-ayat-ayat-allah-oleh-kafir-ahok/

  3. fitri

    saya kecewa maulid nabi tidak dimasukan pada mashlahah mursalah,? coba tanya anak-anak kecil jaman sekarang, siapa nabi Muhammad saw,,? hampir semuanya mengatakan tidak tau… tapi kalau di tanya tokoh kartun,,, hampir semuanya tahu… dunia anak adalah dunia cerita, cerita yang paling baik adalah cerita nabi Muhammad saw,, peringatan maulid nabi Muhammad saw adalah cerita yang paling baik yang pernah aku dengar dibanding cerita di media manapun,, semoga solawat dan salam tercurah selalu pada jungjungan kami nabi Muhammad saw beserta keluarganya dan sahabatnya tabiinya serta umat islam seluruhnya yang masih hidup dan yang sudah meninggal,,, kami sangat merindukannya kumpul bersamanya,, seolah dekat, sampai air mata ini tak terbendung, ketika kami semua bersolawat bersama. “jangan hilangkan maulid nabi Muhammad saw,, kami mohon”

  4. tabayyun

    saya tidak habis pikir… apakah hanya saya saja yang mengetahui bahwa Demonstrasi yang dilakukan di Indonesia masih menuntut/ber-tahakum kepada thogut: undang-undang buatan… sedangkan konsekuensi ucapan laa ilaaha illallah mewajibkan kita loyal (walaa) terhadap quran, hadist, dan ijma ulama terdahulu serta membenci (baro) thogut. bahkan allah sendiri yang memberikan cap/stempel kufr kepada orang yang masih merujuk ke thogut (an nissa:60)

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yordania

Innalillah, Ulama Ahli Hadits Syaikh Syu’aib Al-Arnout Meninggal

Beliau meninggal karena sejumlah penyakit yang ditimbulkan oleh usia senja. Jenazah baru dimakamkan pada Jumat siang.

Sabtu, 29/10/2016 12:00 0

Mesir

Kejaksaan Mesir Perintahkan Tangkap 63 Wartawan

Sebanyak 63 wartawan di sejumlah media cetak dan elektronik masuk dalam daftar. Mereka dituduh merusak sistem negara dan menghasut menggulingkan rezim.

Sabtu, 29/10/2016 11:30 0

Rohah

Doa Sang Mujahidah

Salah seorang mujahid yang bernama Muhammad Yasir bercerita pada syaikh Abdullah Azzam, "Tatkala beberapa tank musuh mengepung mujahidin di sebuah masjid, keluarlah seorang gadis yang dua hari lagi akan menjadi pengantin.Gadis itu bernama Injir Jul. Dia berdoa,'Duhai Rabbi, apabila Engkau menghendaki kecelakaan bagi mujahidin,maka jadikanlah aku sebagai penggantinya.' Benar, setelah itu dia mati syahid, sedangkan para mujahidin selamat dari serangan musuh.

Sabtu, 29/10/2016 11:00 1

Indonesia

Umat Islam Tasikmalaya: Kalau Ahok Tidak Ditangkap Rakyat Tidak Percaya Hukum!

“Kalau si Ahok tidak segera ditangkap, rakyat tidak akan percaya pada hukum. Jangan salahkan jika rakyat bergerak dengan caranya sendiri. Itu karena pemerintah pilih kasih dalam menegakkan hukum,” kata pimpinan Ponpes Miftahul Huda Jarnauziyah, Ustadz Muhammad A. Yan-yan.

Sabtu, 29/10/2016 10:57 0

Indonesia

Aksi Bela Islam di NTB Dihadiri 12 Ribu Umat Islam

Sekitar 12.000 massa umat islam, yang terdiri dari, tokoh, alim ulama, elemen masyarakat, ormas Islam daerah, tuan guru beserta santri dari berbagai pondok pesantren di beberapa kota di Pulau Lombok dan Sumbawa, mengikuti aksi tersebut. Massa berkumpul seusai Shalat Jum`at di Masjid Raya At-Taqwa Mataram. Muhammad Amin selaku Wagub Nusa Tenggara Barat bekenan melepas acara aksi damai ini. Massa kemudian longmarch menuju Polda Nusa Tenggara Barat.

Sabtu, 29/10/2016 10:15 0

Suriah

Kesiapan Operasi Pembebasan Aleppo Jilid 2 “Berbeda” dengan Sebelumnya

Zainuddin menegaskan "ada perubahan dari operasi pendahulunya" dalam hal kesiapan dan kualitas senjata yang digunakan.

Sabtu, 29/10/2016 09:50 0

Wilayah Lain

Pakistan Desak Internasional Tekan India Soal Kashmir

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency pada Jum'at (28/10), dia menyalahkan kebijakan pemerintah India di batas militer yang membelah antara wilayah Kashmir dan India (LoC).

Sabtu, 29/10/2016 09:25 0

Afghanistan

Untuk Kesekian Kalinya, Drone AS Tewaskan Sipil Afghanistan

Juru bicara provinsi Nangarhar, Ayatullah Khujayani, membenarkan jatuhnya korban sipil dalam serangan AS itu. Namun dia belum bisa memastikan jumlah korban.

Sabtu, 29/10/2016 08:39 0

Turki

Turki Kecam Upaya Penargetan Mekkah dengan Rudal Balastik

Kementerian Luar Negeri Ankara juga ikut senang atas keberhasilan pasukan Arab Saudi dalam menghalau rudal yang ada.

Sabtu, 29/10/2016 07:42 0

Mesir

Mesir Diguncang Seruan Protes Besar-besaran 11 November

Seruan untuk melakukan protes besar-besaran terhadap pemerintah Mesir tanggal 11 November 2016 menggema di media sosial. Seruan itu muncul di tengah krisis ekonomi yang melanda Mesir, ditandai dengan naiknya bahan pokok dan biaya perumahan yang memicu protes di sejumlah wilayah.

Jum'at, 28/10/2016 19:05 0

Close