... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Demonstrasi itu Nyunnah atau Bid’ah?

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Menyikapi maraknya aksi demonstrasi umat Islam terhadap orang kafir penista Al-Qur’an, sebagian juru dakwah justru getol menyatakan bahwa demonstrasi adalah bid’ah. Sebab menurut mereka, demonstrasi tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Sehingga aksi demonstrasi menyelisihi manhaj salafush shalih.

Terhadap lontaran fatwa yang sangat menguntungkan orang kafir tersebut, bagaimana para ulama Islam menjawabnya? Berikut tanggapan Syaikh Abu Mundzir Asy-Syinqithi, Abdul Akhir Hammad Al-Ghunaimi, Badr bin Abdul Hamid Hamisah Al-Mishri, dan lain-lain terhadap syubhat tersebut.

Saat Nabi SAW dan Sahabat Berdemonstrasi

Pada zaman Rasulullah SAW telah terjadi bentuk demonstrasi yang membuahkan hasil positif, sementara Rasulullah SAW menyetujui dan tidak mengingkarinya. Pada fase dakwah di Makkah, demonstrasi untuk menunjukkan kekuatan kaum muslimin dilakukan pada hari keislaman Umar bin Khatab RA. Rasulullah SAW sendiri turut serta dalam aksi tersebut. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA tentang keislaman Umar bin Khathab RA:

قَالَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ أَلَسْنَا عَلَى الْحَقِّ إِنْ مُتْنَا وَإِنْ حَيِينَا؟ قَالَ: بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّكُمْ عَلَى الْحَقِّ إِنْ مُتُّمْ وَإِنْ حَيِيتُمْ، قَالَ: فَقُلْتُ: فَفِيمَ الِاخْتِفَاءُ؟ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَتَخْرُجَنَّ، فَأَخْرَجْنَاهُ فِي صَفَّيْنِ، حَمْزَةُ فِي أَحَدِهِمَا، وَأَنَا فِي الْآخَرِ، لَهُ كَدِيدٌ كَكَدِيدِ الطَّحِينِ، حَتَّى دَخَلْنَا الْمَسْجِدَ، قَالَ: فَنَظَرَتْ إِلَيَّ قُرَيْشٌ وَإِلَى حَمْزَةَ، فَأَصَابَتْهُمْ كَآبَةٌ لَمْ يُصِبْهُمْ مِثْلَهَا، فَسَمَّانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ الْفَارُوقَ، وَفَرَّقَ اللهُ بَيْنَ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ “

BACA JUGA  Sehari Pasca Reuni 212, Ada Ledakan Granat Menyasar Prajurit TNI di Monas

Umar berkata: “Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran baik saat kita mati maupun kita hidup?” Beliau menjawab, “Tentu, demi Allah Yang nyawaku berada di tangan-Nya, kalian berada di atas kebenaran baik saat kalian mati maupun saat kalian hidup.” Umar berkata, “Kalau begitu, untuk apa kita bersembunyi-sembunyi? Demi Allah Yang mengutus Anda dengan kebenaran, Anda harus keluar secara terang-terangan!”

Maka kami mengeluarkan Rasulullah SAW (dan para sahabat) dalam dua barisan. Hamzah memimpin satu barisan, dan aku ((Umar) memimpin barisan lainnya. Suara (langkah barisan kami) seperti deru mesin giling, sampai kami memasuki Masjidil Haram. Aku melihat orang-orang Quraisy menatap kepadaku dan kepada Hamzah. Mereka dilanda kesedihan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Sejak hari itu, Rasulullah SAW menjuluki aku Al-Faruq, dan Allah memisahkan (dengan perantaraanku) antara kebenaran dan kebatilan.” (HR. Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyatul Awliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’ dan Abu Ja’far bin Abi Syaibah dalam At-Tarikh. Hadits yang semakna diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Aslam maula Umar dari Umar RA. Lihat Tahdzib Hilyatil Auliya’ wa Thabaqatil Ashfiya’, juz I hlm. 63 dan Fathul Bari bi-Syarh Shahih Al-Bukhari, juz VIII hlm. 383)

Pada masa dakwah di Madinah, para wanita muslimah pernah berdemonstrasi menuntut penghentian ‘kekerasan dalam rumah tangga’ yang dilakukan oleh suami-suami mereka. Rasulullah SAW menyetujui dan mendukung tuntutan kaum wanita tersebut.

عَنْ إِيَاسِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي ذُبَابٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَضْرِبُوا إِمَاءَ اللَّهِ» فَجَاءَ عُمَرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ذَئِرْنَ النِّسَاءُ عَلَى أَزْوَاجِهِنَّ، فَرَخَّصَ فِي ضَرْبِهِنَّ، فَأَطَافَ بِآلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِسَاءٌ كَثِيرٌ يَشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَقَدْ طَافَ بِآلِ مُحَمَّدٍ نِسَاءٌ كَثِيرٌ يَشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ لَيْسَ أُولَئِكَ بِخِيَارِكُمْ

BACA JUGA  Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Minta Gus Muwafiq Taubat

Dari Iyas bin Abdullah bin Abi Dzubab RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian memukul hamba-hamba perempuan Allah (kaum wanita)!” Maka Umar bin Khathab RA datang kepada Rasulullah SAW dan melaporkan: “Kaum wanita telah berani melawan suami-suami mereka.” Maka Rasulullah SAW member keringanan kepada kaum laki-laki untuk memukul istri-istri mereka. Tak lama kemudian banyak kaum wanita yang mengelilingi rumah keluarga Rasulullah SAW dan mengadukan kelakuan suami-suami mereka. Maka Nabi SAW bersabda, “Banyak kaum wanita telah mengelilingi keluarga Muhammad SAW sembari mengadukan kelakuan suami-suami mereka. Suami-suami seperti itu bukanlah orang-orang yang terbaik di antara kalian.” (HR. Abu Daud no. 2146, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 9122, Ibnu Majah no. 1985, Ad-Darimi no. 2265, dan Ibnu Hibban no. 4189. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Syuaib Al-Arnauth, Nashiruddin Al-Albani, dan Husain Salim Asad)

Barangsiapa meyakini bahwa kedua hadits ini tidak menunjukkan demonstrasi, hendaklah ia membuktikan perbedaan kedua kasus dalam hadits ini dengan demonstrasi!

Baca halaman selanjutnya: Antara Bid’ah dan Maslahat...

Halaman Selanjutnya 1 2 3 4
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

4 comments on “Demonstrasi itu Nyunnah atau Bid’ah?”

  1. Alangkah baiknya kalau dicantumkan nama ustadz yang menuliskan artikel ini sebagai kemudahan bagi kami mencantumkannya dalam referensi ilmiah.

  2. Sikap Seorang Muslim Menghadapi Kasus Penghinaan Ayat-ayat Allah oleh Kafir Ahok

    1. Bahwasanya setiap muslim yg beriman kepada Allah dan RosulNya, serta berhukum dengan apa yg telah Allah turunkan, HARAM menjadikan orang yg memperolok-olok dien Allah sebagai Wali-Wali mereka, apalagi orang kafir yg sudah pasti tidak akan pernah ridho dengan dien ini.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan sebagai wali-walimu, (yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir. Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maaidah [5]: 57)

    2. Barangsiapa yg menghina Allah dan RosulNya, maupun menghina Ayat-ayatNya, maka hukuman yg berhak ia terima adalah dengan hukum Allah yakni dibunuh, bukan dipenjara maupun dihukum dengan selain hukum-hukum Allah (hukum buatan manusia).

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ أَمَرَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

    “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Itulah dien yang lurus akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak mengetahuinya”. (QS. Yusuf [12]: 40)

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُالْفَاصِلِينَ

    ”Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”. (QS. Al-An’am: 57)

    ✨ Dari Jabir ibn Abdillah Radhiyallohu’anhu, dari Rosulullah bersabda: “Siapakah yang bersedia untuk membunuh Ka’ab ibnu Asyraf (seorang yahudi yg gemar menghina Rosul)? Sesungguhnya dia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya!”, maka bangunlah Muhammad bin Maslamah dan bertanya: “Apakah anda mau saya yang membunuhnya wahai Rasululloh?” Nabi menjawab: “Ya.” [HR. Bukhori 3031; Muslim 1801]

    3. Haramnya meminta putusan hukum kepada thoghut tentang Penistaan Ayat-ayat Allah oleh Kafir Ahok, karena thoghut memutuskan hukum bukan dengan hukum-hukum Allah, dan wajibnya bagi setiap muslim untuk mengingkarinya karena Allah telah memerintahkannya.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا
    “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? mereka hendak berhukum kepada thoghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 60)

    4. Wajibnya berjihad untuk menegakkan Syari’at-syari’at Allah yg Agung ini, karena hanya dengan Jihad lah Islam menjadi Mulia serta tidak ada lagi yg berani menginjak-injak kemuliaan Islam; jika tidak mampu, maka beruzlah menjaga diri dan keluarganya dari fitnah yg ditimbulkan karena meninggalkan Jihad dalam membela dien ini.

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38)

    ✨ Allah Ta’ala berfirman:
    إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At-Taubah: 39)

    ✨ Rosulullah SAW bersabda: “Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah, dan berpegang pada ekor sapi, dan kalian ridho dengan hasil perkebunan serta kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan membuat kalian dikuasai oleh kehinaan! dan Allah tidak akan mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada dien kalian (berjihad dijalanNya).” [HR. Abu Dawud]

    ✨ Dari Abu Sa’id ia mengatakan: Telah berkata seorang laki-laki kepada Nabi: “Siapakah manusia yang paling utama wahai Rasulullah?”, Beliau menjawab: “Seorang Mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya pada jalan Allah”, Laki-laki itu menambahkan: “Kemudian siapa?”, Nabi menjawab: “Kemudian seorang laki-laki yang menyendiri (memisahkan diri dari manusia lain) di suatu bukit, beribadah kepada Rabb-nya dan meninggalkan manusia karena keburukanya.” [Hr Abu Dawud dan Ibnu Hibban]

    Wallahua’lam…

    ✍ Abu Muhammad Al-Masyriqi

    http://www.banadiq.com/2016/10/27/sikap-seorang-muslim-menghadapi-kasus-penghinaan-ayat-ayat-allah-oleh-kafir-ahok/

  3. fitri

    saya kecewa maulid nabi tidak dimasukan pada mashlahah mursalah,? coba tanya anak-anak kecil jaman sekarang, siapa nabi Muhammad saw,,? hampir semuanya mengatakan tidak tau… tapi kalau di tanya tokoh kartun,,, hampir semuanya tahu… dunia anak adalah dunia cerita, cerita yang paling baik adalah cerita nabi Muhammad saw,, peringatan maulid nabi Muhammad saw adalah cerita yang paling baik yang pernah aku dengar dibanding cerita di media manapun,, semoga solawat dan salam tercurah selalu pada jungjungan kami nabi Muhammad saw beserta keluarganya dan sahabatnya tabiinya serta umat islam seluruhnya yang masih hidup dan yang sudah meninggal,,, kami sangat merindukannya kumpul bersamanya,, seolah dekat, sampai air mata ini tak terbendung, ketika kami semua bersolawat bersama. “jangan hilangkan maulid nabi Muhammad saw,, kami mohon”

  4. tabayyun

    saya tidak habis pikir… apakah hanya saya saja yang mengetahui bahwa Demonstrasi yang dilakukan di Indonesia masih menuntut/ber-tahakum kepada thogut: undang-undang buatan… sedangkan konsekuensi ucapan laa ilaaha illallah mewajibkan kita loyal (walaa) terhadap quran, hadist, dan ijma ulama terdahulu serta membenci (baro) thogut. bahkan allah sendiri yang memberikan cap/stempel kufr kepada orang yang masih merujuk ke thogut (an nissa:60)

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yordania

Innalillah, Ulama Ahli Hadits Syaikh Syu’aib Al-Arnout Meninggal

Beliau meninggal karena sejumlah penyakit yang ditimbulkan oleh usia senja. Jenazah baru dimakamkan pada Jumat siang.

Sabtu, 29/10/2016 12:00 0

Mesir

Kejaksaan Mesir Perintahkan Tangkap 63 Wartawan

Sebanyak 63 wartawan di sejumlah media cetak dan elektronik masuk dalam daftar. Mereka dituduh merusak sistem negara dan menghasut menggulingkan rezim.

Sabtu, 29/10/2016 11:30 0

Rohah

Doa Sang Mujahidah

Salah seorang mujahid yang bernama Muhammad Yasir bercerita pada syaikh Abdullah Azzam, "Tatkala beberapa tank musuh mengepung mujahidin di sebuah masjid, keluarlah seorang gadis yang dua hari lagi akan menjadi pengantin.Gadis itu bernama Injir Jul. Dia berdoa,'Duhai Rabbi, apabila Engkau menghendaki kecelakaan bagi mujahidin,maka jadikanlah aku sebagai penggantinya.' Benar, setelah itu dia mati syahid, sedangkan para mujahidin selamat dari serangan musuh.

Sabtu, 29/10/2016 11:00 1

Indonesia

Umat Islam Tasikmalaya: Kalau Ahok Tidak Ditangkap Rakyat Tidak Percaya Hukum!

“Kalau si Ahok tidak segera ditangkap, rakyat tidak akan percaya pada hukum. Jangan salahkan jika rakyat bergerak dengan caranya sendiri. Itu karena pemerintah pilih kasih dalam menegakkan hukum,” kata pimpinan Ponpes Miftahul Huda Jarnauziyah, Ustadz Muhammad A. Yan-yan.

Sabtu, 29/10/2016 10:57 0

Indonesia

Aksi Bela Islam di NTB Dihadiri 12 Ribu Umat Islam

Sekitar 12.000 massa umat islam, yang terdiri dari, tokoh, alim ulama, elemen masyarakat, ormas Islam daerah, tuan guru beserta santri dari berbagai pondok pesantren di beberapa kota di Pulau Lombok dan Sumbawa, mengikuti aksi tersebut. Massa berkumpul seusai Shalat Jum`at di Masjid Raya At-Taqwa Mataram. Muhammad Amin selaku Wagub Nusa Tenggara Barat bekenan melepas acara aksi damai ini. Massa kemudian longmarch menuju Polda Nusa Tenggara Barat.

Sabtu, 29/10/2016 10:15 0

Suriah

Kesiapan Operasi Pembebasan Aleppo Jilid 2 “Berbeda” dengan Sebelumnya

Zainuddin menegaskan "ada perubahan dari operasi pendahulunya" dalam hal kesiapan dan kualitas senjata yang digunakan.

Sabtu, 29/10/2016 09:50 0

Wilayah Lain

Pakistan Desak Internasional Tekan India Soal Kashmir

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency pada Jum'at (28/10), dia menyalahkan kebijakan pemerintah India di batas militer yang membelah antara wilayah Kashmir dan India (LoC).

Sabtu, 29/10/2016 09:25 0

Afghanistan

Untuk Kesekian Kalinya, Drone AS Tewaskan Sipil Afghanistan

Juru bicara provinsi Nangarhar, Ayatullah Khujayani, membenarkan jatuhnya korban sipil dalam serangan AS itu. Namun dia belum bisa memastikan jumlah korban.

Sabtu, 29/10/2016 08:39 0

Turki

Turki Kecam Upaya Penargetan Mekkah dengan Rudal Balastik

Kementerian Luar Negeri Ankara juga ikut senang atas keberhasilan pasukan Arab Saudi dalam menghalau rudal yang ada.

Sabtu, 29/10/2016 07:42 0

Mesir

Mesir Diguncang Seruan Protes Besar-besaran 11 November

Seruan untuk melakukan protes besar-besaran terhadap pemerintah Mesir tanggal 11 November 2016 menggema di media sosial. Seruan itu muncul di tengah krisis ekonomi yang melanda Mesir, ditandai dengan naiknya bahan pokok dan biaya perumahan yang memicu protes di sejumlah wilayah.

Jum'at, 28/10/2016 19:05 0

Close