... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Targetkan Komandan Tertinggi Al-Qaidah Afghanistan

Foto: Drone AS

KIBLAT.NET, Washinton – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan melancarkan serangan udara Ahad pekan ini menargetkan dua komandan tinggi Al-Qaidah di Afghanistan.

Juru bicara Pentagon Peter Cook, dalam keterangannya Rabu kemarin (26/10), mengatakan bahwa pasukannya saat ini masih menyelidiki hasil serangan pesawat tanpa awak itu.

Menurut Cook, salah satu target serangan itu Faruq Al-Qahthani. Ia diyakini komandan Al-Qaidah di timur laut Afghanistan. Al-Qaidah pusat, imbuhnya, menugaskan Qahthani dan pasukannya membangun wilayah aman di negara tersebut.

“Dia termasuk tokoh senior yang merencanakan serangan terhadap AS. Dia juga memiliki sejarah panjang dalam operasi berdarah menargetkan pasukan AS dan sekutu,” kata Cook.

Target kedua, lanjutnya, Bilal Al-Utaibi. Selain juga ditugaskan untuk membangun wilayah aman, Utaibi diberi tanggung jawab merekrut dan melatih pejuang asing.

Sementara itu, pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa serangan udara itu diluncurkan bersamaan, menargetkan dua kerumunan yang berbeda. Banyak rudal Hellfire digunakan dalam serangan itu.

Pejabat itu menambahkan, negaranya dalam empat tahun terakhir memburu Qahthani. Perburuan ini bahkan melibatkan sejumlah lembaga AS. Qahthani disebut-sebut sebagai komandan tertinggi Al-Qaidah di Afghansitan, sementara Utaibi komandan kedua atau ketiga di struktur komando.

Sejumlah pejabat lainnya melaporkan bahwa Qahthani dan wakilnya berada di desa Haghal, distrik Ghaiz Abad, Provinsi Kunar. Posisi Qahthani dan Utaibi berjaran beberapa ratus meter namun drone AS menargetkan kedua komandan Al-Qaidah di waktu bersamaan.

BACA JUGA  Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

Juru bicara pemerintahan Kunar, Abdul Ghani Musammam, setidaknya 15 “gerilyawan” terbunuh, dua di antaranya berkebangsaan Arab, dalam serangan itu. Termasuk dari korban tewas sejumlah pejuang Taliban.

Para pejabat AS menganggap serangan udara ini merupakan serangan paling besar menargetkan para pemimpin Al-Qaidah di Afghanistan. Ini merupakan serangan udara kali ke 700 sejak awal tahun ini.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Ulama Ini Menegur Keras Penguasa Lewat Mimbar Jum’at

Khatib Jum’at ini tidak hanya mengkritik cara mengumpulkan harta yang haram. Ia juga mengkritik kegemaran sultan mengundang para penyanyi. Ya, konser musik demi hiburan penguasa, dengan biaya dari pajak haram yang diambil dari rakyat muslim. Harta yang diambil dengan cara haram dan dipergunakan untuk hal haram, inilah yang menjadi kritikan keras khatib Jum’at di ibu kota kekhilafahan Baghdad pada hari itu.

Kamis, 27/10/2016 18:30 0

Artikel

Ingin Hafal Al-Qur’an? Ikuti 13 Langkah Praktis Ini

Bagi sebagian orang, aktivitas menghafal mungkin membutuhkan satu energi tersendiri untuk melakukannya. Namun, bagaimana halnya jika hafalan itu justru membuahkan faedah yang banyak jika itu serius dilakoni. Seperti ketika seorang Muslim mampu menghafalkan Al-Qur'an. Selain berbuah pahala, manfaat ilmu akan ia dapatkan ketika benar-benar memahami hakikatnya.

Kamis, 27/10/2016 17:31 0

Tarbiyah Jihadiyah

Meneladani Generasi Unik Binaan Nabi

Maka dari itu, generasi yang dibina oleh Rasulullah di mata kita tampak sebagai generasi yang unik dan jalinan sesama mereka sangat kokoh. Musuh-musuh Allah yang paling sengit dan yang paling besar kekuatannya di muka bumi sekali pun tidak mampu menarik keluar salah seorang dari jalinan masyarakat mereka yang kokoh. (Karena dalam hati mereka tertanam betul ajaran Nabinya yang bersabda).

Kamis, 27/10/2016 16:08 0

Indonesia

MUI Bogor: Kemarahan Umat Islam di Indonesia terhadap Ahok Masih Terukur

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor, Drs. K.H. Adam Ibrahim, MA menegaskan bahwa kemarahan umat Islam di Indonesia terhadap Ahok adalah akibat dari arogansi kekuasaan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kamis, 27/10/2016 14:11 0

Opini

Kekuatan Itu Bernama Koalisi Umat Islam

Beberapa waktu terakhir, umat Islam DKI telah memberikan kita semua sebuah contoh dan pelajaran berharga yang bernama persatuan. Persatuan yang telah lama dirindukan, dicari dan dimimpikan kini telah terbit bak mentari terang dari kota Jayakarta.

Kamis, 27/10/2016 12:15 1

Artikel

Jihad Apakah yang Paling Mulia?

Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa merupakan bagian dari amar ma’ruf dan nahi munkar. Bahkan oleh Nabi SAW, amalan ini dikategorikan sebagai jihad yang paling utama di dalam Islam. Ada banyak hadist yang menyebutkan tentang keutamaan jihad ini, di antaranya adalah apa yang disampaikan oleh Umair bin Qatadah Al-Laitsi r.a. Ia berkata, “Aku memendam suatu pertanyaan di dalam hati yang selalu membuatku sedih karena aku belum menanyakannya kepada Rasulullah SAW, dan aku juga tidak pernah mendengar orang lain menanyakannya.

Kamis, 27/10/2016 11:01 0

Artikel

10 Langkah Untuk Melindungi Identitas Muslim Anak-anak Kita

KIBLAT.NET – Kita harus mencari jawaban bagaimana sulitnya untuk dapat tumbuh sebagai Muslim di dunia...

Kamis, 27/10/2016 10:22 0

Suara Pembaca

Mari Bantu, Aktifis Masjid Ini Menderita Infeksi Otak!

Aktivis Masjid yang waktunya habis terkuras untuk berdakwah, mengajar di SMP dan SDIT Muhammadiyah, serta ke sana ke mari mencari dana untuk anak Yatim, Dhuafa, dan anak asuh di Rumah Tahfizh Mutiara Hati kota Kendal ini atas kehendak Allah diuji dengan adanya infeksi pada beberapa titik dalam otaknya (Multiple Abscess Cerebri atau Abses Otak).

Rabu, 26/10/2016 17:48 0

Opini

12 Tahun Peringatan Tragedi Tak Bai: Ketika Demonstrasi Damai Dibalas Pembantaian

25 Oktober 2004 merupakan tanggal bersejarah yang tidak akan pernah bisa dilupakan kaum Muslimin Patani. Tepat 12 tahun lalu terjadi sebuah peristiwa yang disebut media sebagai Tragedi Tak Bai. Peristiwa ini terjadi di depan kantor polisi Daerah Tak Bai, Wilayah Narathiwat pada 25 Oktober 2004, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1425 H.

Selasa, 25/10/2016 17:23 0

Video Kajian

Halaqoh : Mengenal Khawarij [Ust. Muhajirin Ibrahim, Lc.]

KIBLAT.NET – Istilah Khawarij tentu sudah sering singgah di telinga kita. Namun, tentu tidak semua...

Selasa, 25/10/2016 16:58 0

Close