... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Jihad Apakah yang Paling Mulia?

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa merupakan bagian dari amar ma’ruf dan nahi munkar. Dalam Islam, Ia termasuk salah satu kewajiban seorang mukmin dalam meluruskan kebijakan para penguasa. Terlebih ketika para penguasa semakin kerap melakukan kezaliman terhadap rakyatnya.

Bersuara lantang menyampaikan kebenaran di hadapan pengusa zalim termasuk bentuk jihad fi sabilillah. Bahkan oleh Nabi SAW, amalan ini dikategorikan sebagai jihad yang paling utama di dalam Islam. Ada banyak hadist yang menyebutkan tentang keutamaan jihad ini, di antaranya adalah apa yang disampaikan oleh Umair bin Qatadah Al-Laitsi r.a, Ia berkata, “Aku memendam suatu pertanyaan di dalam hati yang selalu membuatku sedih karena aku belum menanyakannya kepada Rasulullah SAW, dan aku juga tidak pernah mendengar orang lain menanyakannya.

Lalu, aku pun mencari-cari kesempatan untuk menanyakannya. Maka, pada suatu hari aku menemui beliau yang sedang berwudhu. Aku menemui beliau dalam dua keadaan yang sangat aku inginkan; aku mendapati beliau tidak sibuk dan dalam keadaan hati yang tenang.

Kemudian aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Bolehkah aku bertanya kepada Anda?’ Beliau menjawab, ‘Iya, tanyakanlah apa yang tersimpan di dalam hatimu.’ Maka aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah iman itu?’

Nabi menjawab, ‘Berlapang dada dan bersabar.’

Aku bertanya lagi, ‘Siapakah orang beriman yang paling mulia imannya?’

Beliau bersabda, ‘Orang yang paling baik akhlaknya.’

Aku bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang paling baik keislamannya?’

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

Beliau bersabda, ‘Orang yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya.’

Aku bertanya lagi, ‘Lantas jihad apakah yang paling mulia?’

Kemudian Nabi nmengangguk-anggukkan kepalanya dan terdiam lama sekali, hingga aku takut telah menyinggungnya, dan berharap seandainya aku tidak pernah menanyakannya, padahal baru kemarin aku mendengar beliau bersabda:

 إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ فِي الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ عَلَى النَّاسِ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

“Sesungguhnya, orang Islam yang paling besar dosanya terhadap kaum muslimin ialah orang yang menanyakan sesuatu yang tidak diharamkan atas mereka, lalu hal itu diharamkan karena pertanyaannya.”

Aku berkata dalam hati, ‘Aku berlindung kepada Allah dari murkaNya dan murka Rasul-Nya,’ lantas Nabi mengangkat kepalanya dan berkata, ‘Apa yang engkau tanyakan?’ Aku berkata, ‘Jihad apakah yang paling mulia?’ Nabi menjawab:

كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ إِمَامٍ جَائِرٍ

“Berkata yang benar di hadapan imam yang zalim.” (HR.Tabrani dan Al-Hakim)

Dengan makna yang sama, dalam riwayat lain, secara spesifik Abu Sa’id Al-Khudri r.a, menyampaikan bahwa Nabi SAW bersabda;

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيْرٍ جَائِرٍ

“Sebaik-baik jihad ialah berkata yang benar di hadapan penguasa yang zalim atau pemimpin yang zalim.” (HR. Abu Dawub, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Karena itu, dalam riwayat yang lain dari Jabir r.a, Nabi SAW mengabarkan bahwa, “Pemuka para syuhada ialah Hamzah bin Abdul Muthtalib dan seorang lelaki yang menghadap kepada penguasa yang zalim, ia menyerunya (kepada yang ma’ruf) dan melarangnya (dari yang munkar), lantas penguasa itu membunuhnya’.” (HR. Al-Hakim)

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

Keutamaan amalan tersebut karena besarnya ancaman yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Abu Hasan As-Sindi, “Ia merupakan jihad yang jarang sekali pelakunya selamat ketika melaksanakannya. Sedikit orang yang membenarkannya. Bahkan, semua orang menyalahkan tindakannya sejak awal, lalu menyebabkan kepada kematiannya dengan cara yang paling kejam, tanpa adanya peperangan, namun ia tetap sabar.” (Hasyiyah As-Sindi ‘Ala Nasa’i, 7/161)

Besarnya pahala berbanding lurus dengan besarnya ujian dan cobaan yang dihadapi hamba. Demikian juga hakikatnya dengan amar ma’ruf nahi mungkar di hadapan penguasa zalim. Besarnya resiko dan ancaman yang terkandung di dalanya, menjadikan amal tersebut patut disebut sebagai jihad yang paling utama dalam Islam. Wallahu ‘alam bi shawab!

 

Penulis : Fakhruddin

Diringkas dari buku “Min Wasail Daf’il al-Ghurbah” Karya Syekh Salman Al-Audah


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Milisi Syiah Juga Culik Puluhan Pemuda Sunni di Rutbah

Seorang tokoh suku Rutbah, Ashim Al-Kubaisi, Rabu (26/10), menuturkan bahwa aksi penculikan dan pembakaran itu dilakukan di depan pasukan keamanan pemerintah. Mereka tak berbuat apapun bahkan seakan merestui kejahatan sektarian itu.

Kamis, 27/10/2016 11:00 0

Wilayah Lain

AS: Operasi Militer Merebut Raqqah Akan Dimulai

"Serangan akan diawali beberapa pekan ke depan," ujar Carter selepas menghadiri pertemuan para menteri koalisi NATO di Brussels kepada TV AS, NBC.

Kamis, 27/10/2016 10:00 0

Turki

Merasa Terancam, Turki Akan Invasi Irak

Ketegangan antara Turki dengan Irak dilaporkan semakin meningkat. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Selasa (25/10) mengumumkan bahwa negaranya ada kemungkinan akan menggunakan hak untuk melakukan invasi ke Irak jika terdapat ancaman terhadap Turki, termasuk dengan mengerahkan pasukan darat dalam jumlah besar.

Kamis, 27/10/2016 09:00 0

Wilayah Lain

NATO “Serang” Rusia Soal Aleppo

Bahkan, dia juga menyebut dukungan terus-menerus yang diberikan pemerintah Moskow terhadap rezim Assad "sangat menganggu".

Kamis, 27/10/2016 08:42 0

Irak

Komandan FSA Desak Turki Untuk Gabung Pertempuran Mosul

KIBLAT.NET – Komandan oposisi Suriah FSA mendesak Turki untuk bergabung dalam pertempuran Mosul. Tentara Turki...

Kamis, 27/10/2016 07:44 0

Eropa

Subhanallah! Muslim Spanyol Ini Berjalan Kaki 9000 km Untuk Umrah

KIBLAT.NET – Seorang Muslim dari Spanyol telah berjalan kaki lebih dari 9000 kilometer untuk melakukan...

Kamis, 27/10/2016 07:20 0

Palestina

Israel Bongkar Paksa Rumah Warga Palestina, 30 Keluarga Menjadi Tunawisma

KIBLAT.NET – Otoritas Israel membongkar paksa sebuah bangunan multi-unit di lingkungan Silwan di bawah otoritas...

Kamis, 27/10/2016 06:54 0

Suara Pembaca

Mari Bantu, Aktifis Masjid Ini Menderita Infeksi Otak!

Aktivis Masjid yang waktunya habis terkuras untuk berdakwah, mengajar di SMP dan SDIT Muhammadiyah, serta ke sana ke mari mencari dana untuk anak Yatim, Dhuafa, dan anak asuh di Rumah Tahfizh Mutiara Hati kota Kendal ini atas kehendak Allah diuji dengan adanya infeksi pada beberapa titik dalam otaknya (Multiple Abscess Cerebri atau Abses Otak).

Rabu, 26/10/2016 17:48 0

Myanmar

Jaringan HAM Burma Ungkap Kasus Pemerkosaan Tentara Myanmar terhadap Muslimah Rohingya

Seorang Muslimah Rohingya telah dipukuli dan diperkosa oleh dua tentara Myanmar saat sedang hamil tiga bulan pada 11 Oktober lalu.

Rabu, 26/10/2016 17:38 0

Irak

Rebut Kembali Rutbah, Milisi Syiah Bakari Masjid dan Rumah Sunni

Seorang tokoh suku di Rutbah, Syaikh Ashim Al-Kubaisi, mengatakan, milisi Syiah melampiaskan kemarahan kepada ISIS dengan menargetkan warga Ahlussunnah. Warga Sunni diserang dengan dalih mendukung gerakan pimpinan Al-Baghdadi itu.

Rabu, 26/10/2016 16:40 0

Close