... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Ulama Ini Menegur Keras Penguasa Lewat Mimbar Jum’at

Foto: Mengingkari penguasa

KIBLAT.NET – Khalifah Al-Muqtafi li-Amrillah memiliki nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Mustazhir billah. Ia adalah khalifah ke-31 pada masa kekuasaan Khilafah Abbasiyah. Ia diangkat menjadi khalifah pada bulan Dzulqa’dah tahun 530 H, dan meninggal pada tahun 555 H. Dengan demikian, ia memerintah selama kurang lebih 25 tahun.

Khalifah Al-Muqtafi li-Amrillah Al-Abbasi

Pada masa kekhilafahan Al-Muqtafi li-Amrillah, kekuasaan dan pemerintahan kaum Syiah Rafidhah mulai melemah. Sebaliknya, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki sebagai seorang gubernur Ahlus Sunnah, berhasil melebarkan kekuasaannya dengan menguasai sebagian besar Mosul, Damaskus, Aleppo, dan Mesir. Sebagai bawahan dari khalifah Al-Muqtafi, Sultan Nuruddin Zanki gencar memerangi pasukan salibis Eropa yang telah menduduki Palestina dan wilayah pantai Lebanon.

Sejarah Islam, Imam Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa Khalifah Al-Mustaqfi li-Amrillah adalah termasuk salah seorang khalifah yang baik. Ia adalah sosok yang mencintai ilmu dan para ulama, sastra dan sastrawan. Ia juga seorang pemberani, penyantun, bagus akhlaknya, dan cermat kepemimpinannya. Ia memang layak menjadi seorang khalifah.

Pada saat itu, tiada satu urusan pemerintahan pun yang terjadi, melainkan dengan sepengetahuan dan persetujuannya. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya duduk manis di istana, tanpa terlibat langsung memimpin urusan negara dan rakyatnya. Pada abad tersebut, jarang dijumpai seorang khalifah yang memiliki kecakapan memimpin seperti dirinya. (Syamsuddin Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala’, juz XX hlm. 399 – 400)

Antara Abu Manshur Al-Abbadi dan Sultan Mas’ud As-Saljuki

Untuk menjalankan pemerintahannya dengan baik, Khalifah Al-Muqtafi li-Amrillah mengangkat para sultan, gubernur, hakim, panglima tentara, dan pejabat yang lebih rendah. Pada waktu itu tangan kanan khalifah untuk memimpin Baghdad dan wilayah-wilayah Irak lainnya adalah Sultan Mas’ud bin Muhammad bin Malik Syah As-Saljuki (wafat tahun 547 H).

Pada masa itu di kota Baghdad ada seorang mubaligh terkenal bernama Abu Manshur Muzhafar bin Ardasyir Al-Abbadi (wafat tahun 547 H). Ia seorang juru dakwah yang nasehat-nasehatnya banyak didengar dan dituruti oleh masyarakat Baghdad.

Sejarawan Islam, Imam Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa pada hari Jum’at, tanggal 15 Dzulqa’dah 541 H,  Abu Manshur Al-Abbadi naik ke mimbar selaku khatib Jum’at. Saat itu Sultan Mas’ud As-Saljuki bersama kaum muslimin lainnya duduk dengan khidmat. Dari atas mimbar, Abu Muzhaffar Al-Abbadi menyampaikan kritikan keras secara langsung kepada Sultan Mas’ud. Abu Muzhaffar mengkritik pajak perdagangan yang sangat tinggi, yang ditetapkan Sultan Mas’ud atas kaum muslimin.

Di antara teguran keras tersebut,Abu Muzhaffar menyatakan,

يَا سُلْطَانَ الْعَالَمِ أَنْتَ تُطْلِقُ فِي بَعْضِ اْلأَحْيَانِ لِلْمُغَنِّى إِذَا طَرَبْتَ قَرِيبًا مِمَّا وَضَعْتَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ مِنْ هَذَا الْمَكْسِ فَهَبْنِي مُغَنِّيًا وَقَدْ طَرَبْتَ فَهَبْ لِي هَذَا الْمَكْسَ شُكْرًا لِنِعَمِ اللهِ عَلَيْكَ وَ أَسْقِطْهُ عَنِ النَّاسِ

Wahai  sultan penguasa dunia. Kadang-kadang engkau memberikan upah yang tinggi kepada seorang penyanyi, saat engkau berjoget, yang kurang lebih sama besarnya dengan pajak perdagangan yang engkau wajibkan atas kaum muslimin. Maka anggap-lah aku ini seorang penyanyi dan engkau sedang berjoget, maka serahkanlah kepadaku pajak tersebut sebagai wujud syukurmu atas nikmat-nikmat yang Allah karuniakan kepadamu. Dan, gugurkanlah pajak tersebut dari masyarakat!” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa An-Nihayah, juz XIV hlm. 114-115)

Sunggguh sebuah kritikan yang sangat berani dari sang khatib Jum’at! Ia mengkritik sang sultan yang mengambil harta dari rakyat dengan cara yang haram, yaitu menarik pajak perdagangan dari kaum muslimin. Padahal mereka bukan kafir dzimmi yang terkena kewajiban jizyah. Mereka juga bukan pula kafir harbi yang terkena kewajiban ‘usyur (pajak 10 persen dari perdagangan kafir harbi di negeri Islam).

Khatib Jum’at ini tidak hanya mengkritik cara mengumpulkan harta yang haram. Ia juga mengkritik kegemaran sultan mengundang para penyanyi. Ya, konser musik demi hiburan penguasa, dengan biaya dari pajak haram yang diambil dari rakyat muslim. Harta yang diambil dengan cara haram dan dipergunakan untuk hal haram, inilah yang menjadi kritikan keras khatib Jum’at di ibu kota kekhilafahan Baghdad pada hari itu.

Respon Bijak dari Sang Sultan

Kritikan sang khatib Jum’at tersebut sangatlah keras dan tajam. Wajar apabila telinga merah terbakar karenanya. Normal apabila hati menggelegak karena luapan amarah. Namun respon yang sangat luar biasa diberikan oleh Sulthan Mas’ud As-Saljuki. Ia memberikan respon di luar dugaan kita semua.

Sebagai seeorang jama’ah Jum’at, tentu saja Sultan Mas’ud tidak leluasa berbicara. Ia harus mendengar khutbah Jum’at dengan khidmat. Dengan isyarat gerakan tangannya, Sultan Mas’ud mengiyakan tuntutan sang khatib Jum’at.

Respon luar biasa sang sultan tersebut betul-betul menggegerkan seluruh jama’ah masjid. Tak heran apabila kemudian masjid bergemuruh oleh doa khatib dan jama’ah Jum’at demi kebaikan sang sultan. Seusai shalat Jum’at, keputusan sultan dicatat oleh sekretaris negara. Setelah itu keputusan penghapusan pajak perdagangan atas kaum muslimin diumumkan di seluruh wilayah Khilafah Abbasiyah. Kaum muslimin pun menyambut keputusan tersebut dengan riang gembira.

 

Penutup

Demikianlah, keberanian para ulama untuk menegur para penguasa yang melakukan kemungkaran akan membawa berkah bagi penguasa secara khusus dan seluruh umat Islam secara umum.

Semoga Allah melimpahkan keberanian dan kekuatan kepada para ulama kita zaman ini untuk menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar terhadap kezaliman-kezaliman para penguasa.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis : Fauzan

Referensi:

Ismail bin Katsir Ad-Dimasyqi, Al-Bidayah wa An-Nihayah, Damaskus: Dar Ibni Katsir, cet. 1, 1436 H.

Muhammad bin Ahmad Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala’, Beirut: Muassasah Ar-Risalah, cet. 1, 1405 H.

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Ingin Hafal Al-Qur’an? Ikuti 13 Langkah Praktis Ini

Bagi sebagian orang, aktivitas menghafal mungkin membutuhkan satu energi tersendiri untuk melakukannya. Namun, bagaimana halnya jika hafalan itu justru membuahkan faedah yang banyak jika itu serius dilakoni. Seperti ketika seorang Muslim mampu menghafalkan Al-Qur'an. Selain berbuah pahala, manfaat ilmu akan ia dapatkan ketika benar-benar memahami hakikatnya.

Kamis, 27/10/2016 17:31 0

China

Pertama Kalinya, Militer Cina Gelar Latihan Anti-Teror dengan Arab Saudi

Pasukan khusus Cina dan Arab Saudi telah mengadakan latihan anti-teror bersama untuk pertama kalinya. Pemerintah Cina mengatakan latihan ini untuk memperluas hubungan keamanan dengan negara-negara di Timur Tengah.

Kamis, 27/10/2016 16:45 0

Tarbiyah Jihadiyah

Meneladani Generasi Unik Binaan Nabi

Maka dari itu, generasi yang dibina oleh Rasulullah di mata kita tampak sebagai generasi yang unik dan jalinan sesama mereka sangat kokoh. Musuh-musuh Allah yang paling sengit dan yang paling besar kekuatannya di muka bumi sekali pun tidak mampu menarik keluar salah seorang dari jalinan masyarakat mereka yang kokoh. (Karena dalam hati mereka tertanam betul ajaran Nabinya yang bersabda).

Kamis, 27/10/2016 16:08 0

Turki

Masjid di Turki yang Dulu Pernah Jadi Gereja Itu Kini Miliki Imam Tetap

Menurut laporan media Turki Anadolu, seseorang telah ditunjuk menjadi imam tetap di Masjid Hagia Sophia. Posisi imam rawatib atau imam tetap tersebut sempat kosong sejak tahun 1935 setelah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah digantikan oleh sekularisme Kemalis.

Kamis, 27/10/2016 15:30 0

Myanmar

Setelah Lakukan Pemerkosaan, Tentara Myanmar Bakar dan Kencingi Al-Qur’an

Setelah merobek kitab suci umat Islam tersebut, mereka melanjutkan dengan membakar dan buang air kecil di atas lembaran-lembaran tersebut.

Kamis, 27/10/2016 14:50 1

Indonesia

MUI Bogor: Kemarahan Umat Islam di Indonesia terhadap Ahok Masih Terukur

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor, Drs. K.H. Adam Ibrahim, MA menegaskan bahwa kemarahan umat Islam di Indonesia terhadap Ahok adalah akibat dari arogansi kekuasaan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kamis, 27/10/2016 14:11 0

Myanmar

Tindakan Keji Polisi Myanmar terhadap Etnis Rohingya, Todong Suami Lalu Perkosa Istrinya

Kasus pemerkosan terhadap para muslimah etnis Rohingya kembali mencuat. Kali ini, tiga perempuan menjadi korban kekerasan seksual oleh tentara Myanmar dan Polisi Penjaga Perbatasan (BGP).

Kamis, 27/10/2016 13:40 0

Suriah

Belasan Anak SD di Idlib Tewas oleh Serangan Assad

Sejumlah pesawat tempur rezim Assad kembali menggempur wilayah oposisi Suraih di Idlib. Salah satu serangan mengahantam sebuah sekolah dasar.

Kamis, 27/10/2016 13:03 0

Opini

Kekuatan Itu Bernama Koalisi Umat Islam

Beberapa waktu terakhir, umat Islam DKI telah memberikan kita semua sebuah contoh dan pelajaran berharga yang bernama persatuan. Persatuan yang telah lama dirindukan, dicari dan dimimpikan kini telah terbit bak mentari terang dari kota Jayakarta.

Kamis, 27/10/2016 12:15 1

Wilayah Lain

Duterte Ancam Bersihkan Filipina dari Kehadiran Militer AS

"Kami ingin melihat militer asing keluar dari Filipina meskipun kami harus membatalkan perjanjian," tegas Duterte

Kamis, 27/10/2016 11:30 0

Close