... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Didukung Faksi Lain, JFS Bantah Keluar dari Aleppo

KIBLAT.NET – Jabhah Fath Syam (JFS) mengomentari laporan pers, yang mengutip beberapa pemimpin faksi bahwa mereka menuntut JFS keluar dari Aleppo. JFS diminta keluar  untuk memenuhi persyaratan Rusia dan Barat untuk menghentikan penembakan terhadap kota.

Abu Anas Asy-Syami, anggota Kantor Informasi JFS mengatakan, “Pidato (tuntutan) yang disebutkan itu dusta. Pernyataan tersebut tidak dikeluarkan oleh faksi mana pun.”

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Arab 21 Senin (24/10), Asy-Syami menjelaskan bahwa para pemimpin faksi-faksi, sebagian besar selalu menyuarakan bahwa mereka adalah Jabhah Fath Syam dan Jabhah Fath Syam adalah mereka. Dan semua tidak akan meninggalkannya (Aleppo).”

Sebelumnya, media cetak mengatakan bahwa beberapa faksi di Suriah menyampaikan bahwa JFS meninggalkan Aleppo, menyusul kesepakatan Turki-Rusia yang meminta JFS keluar dari Aleppo untuk menghentikan pengepungan di lingkungan timur kota dan menjamin akses bantuan kemanusiaan.

Surat kabar lain menyatakan bahwa JFS telah setuju untuk mengosongkan posisi mereka di Aleppo, dan pengunduran diri dari kota, tunduk pada penerimaan beberapa lokasi kelompok di Idlib.

Namun pernyataan itu tidak benar. Beberapa faksi terkemuka di Aleppo mengumumkan penolakan total tentang keluarnya JFS dari Aleppo. Di antaranya adalah kelompok Nuruddin Zanki, Liwa Al-Haq dan Jabhah Ansharuddin.

Perlu dicatat bahwa semua konvensi internasional mengenai urusan Suriah mengecualikan JFS dan mengaitkannya dengan Al-Qaidah, meskipun faktanya JFS telah melepaskan dari organisasi selama beberapa bulan lalu.

BACA JUGA  Oposisi Suriah Luncurkan Tiga Operasi Ofensif di Pedesaan Idlib

Reporter: Salem

Sumber: Arab 21

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Paradigma Hukum Progresif dalam Menyikapi Penodaan Agama

Melihat cara berhukum yang positivistik, Satjipto Rahardjo memperkenalkan gagasan hukum progresif. Hukum progresif merupakan antithesis dari ajaran ilmu hukum positif (analytical jurisprudence) yang dipraktikkan di Indonesia, warisan kolonial Belanda. Hukum progresif melampui pikiran sesaat dan karena itu juga memiliki nilai ilmiah tersendiri. Hukum progresif bertumpu pada paradigma holistik. Sifat holistik dalam hukum progresif terlihat dalam pandangan Satjipto Rarhardjo yang menyatakan bahwa hakekat hukum tidak saja berkaitan dengan perundang-undangan, tetapi juga lingkungan, manusia, alam, dan orde kehidupan yang lebih besar. Memasukkan studi hukum ke dalam orde yang lebih besar bertujuan untuk menghilangkan pemisahan antara hukum dan kehidupan manusia. Menurutnya, inilah yang dinamakan mengembalikan hukum ke dalam keutuhan.

Senin, 24/10/2016 18:13 0

Indonesia

Nusron Kembali Singgung Tafsir Al-Maidah 51, Netizen: Istighfar, Nus!

Ketua BNP2TKI, Nusron Wahid kembali berkomentar soal Surat Al-Maidah ayat 51. Ia mengatakan bahwa dalam ayat tersebut tidak ada yang memaknai mutlak dengan kata pemimpin.

Senin, 24/10/2016 17:45 1

Opini

Analisis Yuridis Perlunya Izin Presiden dalam Proses Hukum Ahok

Proses hukum ahok oleh Bareskrim “semakin jelas ketidakjelasannya”. Di sisi lain dukungan masyarakat demikian kuat agar Bareskrim segera melakukan langkah-langkah hukum terkait penistaan agama dan penghinaan terhadap ulama yang dilakukan oleh petahana. Berbagai spekulasi mulai bermunculan terkait dengan pengajuan izin kepada Presiden dimaksud.

Senin, 24/10/2016 16:11 0

Artikel

Tiga Kelompok Manusia yang Paling Dibenci Allah

Ada tiga golongan manusia yang paling dimurkai oleh Allah. mereka adalah pertama: orang yang melakukan dosa besar di tanah haram, kedua; orang yang menginginkan tradisi jahiliyah padahal telah masuk Islam, ketiga; memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.

Senin, 24/10/2016 15:00 0

Indonesia

Ini Penjelasan Kata ‘Auliya’ dalam Mushaf Al-Quran Terjemahan Kemenag

“Pada kata wali diberi catatan kaki: wali jamaknya auliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata wali pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya auliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.

Senin, 24/10/2016 14:01 0

Opini

Refleksi 2 Tahun Jokowi-JK: Antara Janji Manis dan Realitas

Lalu bagaimanakah hasil kinerja Jokowi-JK? Sudahkah sesuai antara realitas dan janjinya selama kampanye? Di bidang ekonomi, kesulitan ekonomi masih membelit masyarakat, tingginya harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat semakin rendah, lapangan kerja pun semakin sulit diperoleh. Janji Jokowi-JK untuk membuka 10.000 lapangan kerja pun tak terealisir, pengangguran semakin banyak. PHK sebagai dampak krisis keuangan akibat tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar, menambah tinggi jumlah pengangguran di Indonesia.

Senin, 24/10/2016 13:39 0

Indonesia

BNPT Bisa Fasilitasi Mantan Napi Teroris Berdakwah, Asalkan….

Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen. Pol. Arief Dharmawan menyatakan bahwa kegiatan kontra ideologi yang dilakukan oleh para mantan napi teroris merupakan langkah yang positif dan efektif dalam memerangi paham teroris di Indonesia.

Senin, 24/10/2016 13:01 0

Rohah

Setangkai Mawar Dari Jannah Bukti Kesyahidan

Tiba-tiba terdengan seperti benda jatuh...cepat-cepat keluarganya mengambil lampu dan menerangi benda yang jatuh itu. Ternyata setangkai bunga mawar yang sangat indah, rasanya belum pernah ada bunga mawar seindah itu. Di antara kelopaknya terdapat cairan yang mengalir seperti madu dan mengeluarkan aroma harum, sehingga seluruh ruangan menjadi harum karenanya.

Senin, 24/10/2016 12:07 0

Indonesia

Ormas PUI Resmikan Kampus Universitas Halim Sanusi

Setelah berjalan satu abad, Ormas PUI (persatuan Ummat Islam) kini telah memiliki Universitas Halim Sanusi (UHS) PUI.

Senin, 24/10/2016 11:37 0

Indonesia

Demo Tolak Ahok, Umat Islam Surabaya Bertekad Teruskan Cita-cita Mujahid

"Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, hari ini kami hadir meneruskan cita-cita para mujahid, meneruskan cita-cita para pejuang kita bahwa negeri ini harus diteruskan dengan Al-Quran sebagai spirit perjuangan."

Senin, 24/10/2016 11:01 0

Close