... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pleidoi Kasus Mojokerto: Dari Senapan Angin, Hidroponik Hingga Tuduhan JI

Foto: Farid Ghozali, kuasa hukum dari Tim Pengacara Muslim.

KIBLAT.NET, Jakarta – Persidangan kasus terorisme dengan terdakwa Choirul Anam alias Bravo telah memasuki masa penyampaian pembelaan (pleidoi). Penasihat hukum dari Tim Pengacara Muslim (TPM) menegaskan bahwa tuntutan jaksa terhadapnya mengada-ada.

Jaksa penuntut umum menuduh Anam terlibat dalam tindak pidana terorisme, dan mendakwanya dengan dua pasal. Pria yang ditangkap di Mojokerto tersebut didakwa dengan Pasal 15 jo pasal 7 dan pasal 15 jo pasal 9 Perpu No.1 tahun 2002 sebagaimana telah disahkan menjadi UU nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi undang-undang.

Anam dituduh bersalah dengan alasan terkait dengan kelompok yang memiliki bengkel las tempat pembuatan senapan angin di Klaten. Selain itu dia juga disebut sebagai bagian dari Jemaah Islamiyah (JI).

Dalam pledoinya, penasihat hukum dari TPM membantah semua tuduhan jaksa. Terkait senapan angin, misalnya, yang ditemukan di bengkel Klaten bukanlah termasuk senjata yang dilarang peredarannya di Indonesia.

“Terkait tuduhan jaksa dalam surat dakwaannya bahwa adanya senjata yang ditemukan di bengkel itu, kemudian dihadirkan dipersidangan sebagai bukti, kami berpendapat senapan yang dihadirkan itu bukanlah senjata api yang dimaksud yang kemudian dilarang peredarannya,” kata Farid Ghozali, SH dari TPM seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (19/10).

Farid menjelaskan bahwa dalam keterangan yang disampaikan saksi ahli senjata yang dihadirkan di persidangan hanyalah senapan angin. Saksi Maruli Simanjuntak dari Mabes Polri mengatakan bahwa sebapan itu sama dengan yang biasa dijumpai di masyarakat. Prinsip kerjanya pun menggunakan angin sebagai pendorongnya, bukan menggunakan api yang kemudian disebut senjata api.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan Pemuda ASEAN, KAMMI Malaysia Resmi Dilantik

“Jaksa pun dalam tuntutannya tidak menggunakan senjata api, tapi senjata angin. Adapun dia menyebut senjata api, itu tidak pernah dihadirkan di persidangan,” imbuhnya.

Selain itu, jaksa juga menuduh Anam atas kepemilikan bahan peledak. Bahan-bahan pembuatan hidroponik, yang menjadi usahanya, dihadirkan di persidangan dan disebut sebagai bahan peledak. Sementara, jaksa juga tak pernah menghadirkan saksi ahli terkait bahan-bahan yang dijadikan bukti.

“Kalau pun jaksa berpendapat itu sebagai bahan peledak kami pun berpandapat itu bukan bahan peledak, jadi subjektif,” tandas Farid.

“Jika jaksa menuntut bahwa terdakwa terbukti ada keterkaitan dengan senjata api atau bahan peledak, itu pernyataan yang fiktif dan mengada-ada,” ungkapnya.

Terkait tuduhan adanya maksud melakukan teror, seperti yang dimaksud dalam pasal 7, Farid pun menegaskan bahwa jaksa gagal membuktikannya di persidangan.

Menurutnya, Anam dan organisasinya tak pernah memiliki perencanaan dan target terkait hal itu. Sebaliknya, yang terbukti organisasinya justru ketat dalam mengawasi ibadah anggotanya baik yang sifatnya wajib maupun yang sunnah.

“JI itu mengawasi ibadah anggota-anggotanya untuk melaksanakan ibadah fardhu maupun sunnah, tidak pernah ada perencanaan untuk melakukan aksi teror,” tandas Farid.

 

Reporter: Imam S.
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Sekongkol di Cikokol

Ada-ada saja ulah netizen Indonesia. Bukannya takut dan tercekam, setiap kali peristiwa (yang dianggap) teror terjadi, selalu saja ada meme-meme guyon. Tak terkecuali dalam insiden penusukan beberapa anggota polisi oleh Sultan Aziansyah (SA) di Cikokol kemarin, 20/10/2016.

Jum'at, 21/10/2016 09:30 0

Irak

Kurdi Klaim Rebut 15 Desa di Timur Laut Mosul dari ISIS

KIBLAT.NET – Pasukan Peshmerga, Kamis (20/10) merebut kontrol beberapa desa sebelah timur laut Mosul, menurut...

Jum'at, 21/10/2016 07:31 0

Philipina

Rangkul China, Filipina Umumkan Cerai dari Amerika Serikat

KIBLAT.NET – Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari Kamis (20/10) mengumumkan pemisahan negaranya dari Amerika Serikat...

Jum'at, 21/10/2016 07:01 0

Suriah

Turki Latih Suku Suriah Untuk Bertempur Dengan ISIS di Raqqah

KIBLAT.NET – Militer Turki melatih ratusan warga suku Suriah, yang disiapkan untuk bertempur dengan ISIS...

Jum'at, 21/10/2016 06:21 0

Rohah

Weleh! Sapi Ini Jalani Persidangan karena Diduga Membunuh Orang

Seekor sapi betina harus berhadapan dengan pengadilan Jerman karena membunuh seorang wanita berusia 57 tahun. Sapi bernama Verona itu diduga membunuh seorang wanita yang tengah berjalan-jalan di dekat kota Greinfenstein bersama anjingnya pada tahun 2011.

Kamis, 20/10/2016 20:30 0

Manhaj

Nahi Munkar, Harga Mati!

amar makruf nahi munkar menjadi wajib bagi setiap umat ini. Bahkan barometer kebaikan umat ini sangat bergantung pada komitmen mereka dalam menjalankan kewajiban tersebut.

Kamis, 20/10/2016 20:00 0

Opini

Menelisik Siapa Sesungguhnya yang Membodohi Umat

Wajar jika usai sidang di Mahkamah Konstitusi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya alias Ahok tiba-tiba saja diteriaki’gila’ oleh Habib Novel, karena tak terima Ahok yang dianggap telah mempermainkan ayat suci Al Quran, di mana sebelumnya Ahok setelah menyapa warga kepulauan Seribu, Ahok sempat menyebut kalau warga dibohongi dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk tidak memilih dirinya.

Kamis, 20/10/2016 18:50 0

Mesir

Demonstrasi di Mesir, Rakyat Tuntut As-Sisi Mundur

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Mesir pada Selasa (18/10) malam untuk memprotes meningkatnya biaya perumahan di negara tersebut.

Kamis, 20/10/2016 18:06 0

Lebanon

Belum Genap Sebulan, 12 Militan Syiah Hizbullah Tewas di Aleppo

Sejumlah media Lebanon loyalis Hasan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, mengatakan dua anggota Hizbullah bernama Ala Hasan Najmah dari kota Adlun dan Hasan Muhammad Ghandur dari kota Nabthiyah Al-Fuqa tewas di Aleppo.

Kamis, 20/10/2016 17:30 0

Munaqosyah

Berlepas Diri dari Kekafiran, Konsekuensi Akidah yang Diajarkan Al-Quran

Sayid Quthbmenggambarkan tentang konsekuensi perjalanan perasaan dan hati orang yang mengucapkan kalimat syahadat. Kalimat syahadat yang menghasilkan ketundukan dan kepatuhan absolut kepada Allah sembari meninggalkan kekufuran dan pelaku kekufuran

Kamis, 20/10/2016 16:43 0

Close