Gencatan Senjata Yaman Jadi Momentum Iran Selundupkan Senjata untuk Hutsi

KIBLAT.NET, Muskat – Iran meningkatkan pengiriman senjata kepada pemberontak Syiah Hutsi di Yaman melalui Oman, meskipun terjadi kesepakatan gencatan senjata di negara itu. Demikian dikutip dari Middle East Eye, Kamis (20/10).

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Washington telah menyampaikan keprihatinan kepada Oman tentang pengiriman yang diduga senjata ke negara tetangga Yaman.

Diplomat Barat lainnya baru-baru ini mengatakan telah terjadi peningkatan frekuensi terkait pengiriman senjata yang dipasok Iran untuk Hutsi melalui perbatasan Oman.

“Apa yang mereka bawa via Oman adalah rudal anti-kapal, bahan peledak… uang dan tenaga,” kata pejabat AS yang lain.

Oman telah membantah bahwa wilayahnya sedang digunakan sebagai rute penyelundupan senjata untuk Hutsi. Menteri Luar Negeri Oman Yousef bin Alwi pekan lalu menyatakan klaim itu tidak benar. Namun, para pejabat daerah Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa Oman sebenarnya menutup mata akan hal ini.

Sementara itu Arab Saudi dan AS mengatakan bahwa Iran telah memasok senjata ke Hutsi, meskipun Teheran membantahnya. Namun, seorang diplomat senior Iran mengatakan telah terjadi lonjakan tajam pengiriman bantuan Iran untuk Hutsi di Yaman sejak Mei, baik berupa senjata, pelatihan dan uang.

Runtuhnya Gencatan Senjata

Pertempuran sengit terjadi pada hari Kamis, hanya berselang beberapa jam setelah kesepakatan tiga hari gencatan senjata diberlakukan. Sebelumnya, kedua belah pihak berjanji untuk mematuhi kesepakatan tersebut.

Setidaknya 11 orang tewas dalam bentrokan tersebut, meskipun kedua pihak berjanji untuk mematuhi gencatan senjata dan menghentikan pertempuran.

Mayor Jenderal Ahmed Assiri, juru bicara koalisi, mengatakan tidak ada gencatan senjata sama sekali karena pelanggaran pemberontak berulang.

“Ini adalah situasi yang sama seperti waktu sebelumnya ketika kita menyerukan gencatan senjata,” kata Assiri. Media resmi Saudi mengatakan terdapat lebih dari 43 pelanggaran yang dilakukan Hutsi di sepanjang perbatasan.

Ini adalah upaya keenam untuk mengakhiri pertempuran sejak Arab Saudi terlibat konflik memerangi pemberontak Hutsi untuk mendukung pemerintahan Abdur Rabbu Mansour Hadi di Yaman. Upaya gencatan senjata yang dimulai pada bulan April lalu runtuh bersama pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Eye

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat