... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Menelisik Siapa Sesungguhnya yang Membodohi Umat

Foto: Ahok

KIBLAT.NET – Alangkah lucunya negeri ini, namun tak bisa tertawa rasanya melihat kelucuan ini. Alangkah ramainya negeri ini, namun ramainya karena ada manusia-manusia yang berbicara sekata-katanya saja. Alangkah aneh bangsa ini, yang benar jadi salah dan salah jadi benar. Semua menjadi chaos yang bergemuruh yang menghancurkan dan menyakiti perasaan dan hidup mayoritas rakyat di negeri ini terutama kaum Muslimin.

Wajar jika usai sidang di Mahkamah Konstitusi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya alias Ahok tiba-tiba saja diteriaki ‘gila’ oleh Habib Novel, karena tak terima Ahok yang dianggap telah mempermainkan ayat suci Al Quran, di mana sebelumnya Ahok setelah menyapa warga kepulauan Seribu, Ahok sempat menyebut kalau warga dibohongi dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk tidak memilih dirinya (IslamIndonesia.id,7 0ktober 2016).

Wajar, jika 32 cuitan berseri soal Ahok dan Al Maidah 51 disiulkan dalam komentar Ustadz Felix Siauw dalam akunnya, menggambarkan ketidakbaikan Ahok dalam beretika sebagai pejabat negara dan ketidakberadaban Ahok sebagai manusia, yang intinya ada nista yang dilontarkan Ahok terhadap Al Quran sebagai Kitabullah yang dijadikan sebagai pedoman hidup bagi kaum Muslimin. Akhirnya banyak keadaan yang wajar dan tidak wajar terjadi dari reaksi reaksi sebagian besar kaum Muslimin menyikapi soal Ahok dan Surat Al Maidah ini, baik yang terhina (terutama kaum Muslimin) mau pun yang tidak merasa terhina (ini yang tidak wajar).

Alih alih setelah peristiwa ini, sang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama pun memberikan klarifikasinya atas dugaan pelecehan ayat suci Al Quran Surat Al Maidah: 51 (Tribunnews,7 Oktober 2016). Ahok mengeluarkan pernyataannya terkait hal ini, dan dia mencoba klarifikasi setelah banyaknya berita yang beredar dan dia menilai kurang sesuai bahwa dia tidak berniat melecehkan ayat suci Al Quran, tetapi dia tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci, baik itu Al Quran, Al Kitab, maupun kitab lainnya (Tribunnews,7 Oktober 2016).

BACA JUGA  Entah Apa yang Merasuki Sukmawati

Seiring dengan fakta ucapan Ahok terkait Quran Surat Al Maidah ayat 51 ini pun  ternyata umat disuguhkan pula dengan tafsiran yang mendangkalkan makna yang sudah jelas jelas dipaparkan oleh para ulama dan mufassirin hakiki (semoga Allah selalu memberikan kekuatan pada mereka untuk senantiasa tegas mengemban kebenaran di tengah unat) yaitu bahwa ayat 51 dalam Al Maidah tegas dan jelas tiada penafsiran lain adalah menolak kepemimpinan kafir diperkuat firman Allah pada ayat lainnya dalam Al Quran (QS.3:28,118,149-150, QS.4:138-139,141,144, QS.5:57, 80-81, QS.9:16,23, QS.28: 86, QS.58:14-15, QS.60:1,13), diburamkan oleh penafsiran tentang kepemimpinan dengan mengambil contoh dangkal yang jauh dari maksud yang sesungguhnya.

Pernyataan Quraish Shihab tentang “Contohnya, jika mereka juga menginginkan kemaslahatan untuk kita, boleh tidak kita bersahabat?” Kemudian kembali beliau bertanya, “jika ada pilihan antara pilot pesawat yang pandai namun kafir dan pilot kurang pandai yang Muslim, “pilih mana?” saat itu para hadirin tertawa. Atau, pilihan antara dokter kafir yang kaya pengalaman dan dokter Muslim tapi minim pengalaman. Dalam konteks seperti ini, bagi Quraish Shihab, tidak dilarang. Yang terlarang ialah melebur sehingga tidak ada lagi perbedaan termasuk dalam kepribadian dan keyakinan. Karena tidak ada lagi batas, kita menyampaikan hal-hal yang berupa rahasia pada mereka. “Itu yang terlarang”(IslamIndonesia.id, 7 Oktober 2016), memunculkan pemahaman lain di benak umat, berarti boleh boleh saja mempercayakan kepemimpinan pada orang kafir. Muncul polemik di tengah umat denganpertanyaan siapa yang membodohinya, Ahok kah atau Al Quran kah?

BACA JUGA  Merenda Nalar di Balik Cadar

Terlebih lagi, muncul pula beragam status terkait Al Quran. Salah satu status yang kembali membongkar ingatan kita dan cukup membuat geram adalah status yang pernah ditulis Soe Tjen Marching seorang Feminis sekaligus aktifis yang memperjuangkan hak-hak korban 1965, bahwa “Terjemahan Quran akan direvisi? Ini sih bukan barang baru. Lha, memang Kitab Suci itu bisa salah dan bisa jadi objek revisi. Yang parah, yang sudah telanjur percaya sampai ngotot dan bahkan tidak saja ngorbankan nyawa sendiri, tapi juga nyawa yang lain. Eh, tahu-tahu keliru dan ayat yang dipercaya harus direvisi, yang percaya sudah telanjur mati (sambil bawa nyawa orang lain) “(Republika.co.id, 31 Januari 2016), semakin jelas sorotan nya adalah bahwa Quran itu telah membodohi karena menurutnya Quran itu bisa salah dan bisa jadi objek revisi.

Baca halaman selanjutnya: Kebebasan Berpendapat Pangkal...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Demonstrasi di Mesir, Rakyat Tuntut As-Sisi Mundur

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Mesir pada Selasa (18/10) malam untuk memprotes meningkatnya biaya perumahan di negara tersebut.

Kamis, 20/10/2016 18:06 0

Lebanon

Belum Genap Sebulan, 12 Militan Syiah Hizbullah Tewas di Aleppo

Sejumlah media Lebanon loyalis Hasan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, mengatakan dua anggota Hizbullah bernama Ala Hasan Najmah dari kota Adlun dan Hasan Muhammad Ghandur dari kota Nabthiyah Al-Fuqa tewas di Aleppo.

Kamis, 20/10/2016 17:30 0

Munaqosyah

Berlepas Diri dari Kekafiran, Konsekuensi Akidah yang Diajarkan Al-Quran

Sayid Quthbmenggambarkan tentang konsekuensi perjalanan perasaan dan hati orang yang mengucapkan kalimat syahadat. Kalimat syahadat yang menghasilkan ketundukan dan kepatuhan absolut kepada Allah sembari meninggalkan kekufuran dan pelaku kekufuran

Kamis, 20/10/2016 16:43 0

Indonesia

Ini 5 Tuntutan Mahasiswa terhadap Pemerintahan Jokowi-JK

Ratusan massa yang merupakan gabungan buruh dan mahasiswa melakukan aksi damai di depan Istana Negara, Kamis (20/10), menyikapi dua tahun pemerintahan Jokowi-JK. Para peserta aksi mengajukan lima tuntutan kepada pemerintah atas kasus-kasus yang dinilai merugikan rakyat.

Kamis, 20/10/2016 16:17 0

Indonesia

Warga Korban Penggusuran Pasar Ikan Terancam Diusir dari Rusun Rawa Bebek

Warga korban penggusuran Pasar Ikan, Kampung Luar Batang terancam terusir dari wilayah relokasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rawa Bebek, Jakarta Timur. Penyebabnya, mereka masih menunggak pembayaran uang sewa rusun.

Kamis, 20/10/2016 15:38 0

Indonesia

BNPT: Tidak Ada Teroris dan Radikalisme, Karena di Luar Negeri yang Digunakan CVE

“Saya lebih banyak menggunakan istilah radikal anarkis. Karena di luar negeri digunakan CVE, tidak ada teroris, tidak ada radikalisasi, tidak ada radikal. Counter Violent Ekstrimisme (CVE) jadi lebih kepada ekstrimis bukan radikal,” sambung dia. Karena, menurut dia, radikal itu bermakna positif. Irfan mencontohkan bagaimana teman-teman wartawan yang bekerja di media jika tidak radikal tidak bisa menjawab pertanyaan dasar 5 W 1 H (konsep dasar pemberitaan, red).

Kamis, 20/10/2016 15:35 0

Indonesia

Berkaca dari Ramadi, Inikah yang Akan Terjadi di Mosul?

"Ini akan menjadi laga yang sulit dan pertarungan yang sulit," kata Presiden Obama pada Selasa (18/10) lalu. Lebih banyak tanda-tanda perlawanan yang muncul dari kubu ISIS.

Kamis, 20/10/2016 14:50 0

Indonesia

Terungkap! Penyerang Polisi di Tangerang Warga Asrama Polri dan Adik Anggota Polisi

Karawaci Tangerang itu pada 2015 pernah berada di Ciamis. Ia juga disebut sebagai adik seorang anggota polisi bagian narkoba di Polres Metro Tangerang. Namun, polisi belum bisa membenarkan hal itu.

Kamis, 20/10/2016 14:05 0

Irak

Militer Irak: Kekuatan ISIS di Mosul Lima sampai Enam Ribu Pasukan

"Informasi intelijen menunjukkan jumlah mereka antara 5000 hingga 6000 pasukan," kata komandan pasukan khusus Irak, Letjen Thalib Syaghani, dalam jumpa pers di kota Erbil, ibukota Kurdistan, Rabu (19/10).

Kamis, 20/10/2016 14:04 0

Indonesia

Bareskrim Polri Periksa Staf Ahok Terkait Dugaan Penistaan Surat Al Maidah 51

Satu orang staf Ahok telah diperiksa penyidik terkait pidato sang gubernur yang salah satunya mengutip Alquran surat Al Maidah ayat 51. "Sudah satu (staf Ahok). Alhamdulillah kita sudah periksa sudah kita klarifikasi," kata Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto saat dihubungi, Kamis (20/10/2016).

Kamis, 20/10/2016 13:05 0

Close