... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

BNPT: Tidak Ada Teroris dan Radikalisme, Karena di Luar Negeri yang Digunakan CVE

Foto: Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris dalam workshop media di Hotel Sayriah, Surakarta pada awal Oktober 2016.

KIBLAT.NET, Solo – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solo Raya pada awal Oktober 2016 ini menggelar ‘Workshop Media tentang Isu Kekerasan dan Radikalisme’.

Dalam pembukaan acara tersebut, Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof Irfan Idris menegaskan, atas intruksi pimpinan di BNPT, wilayah Solo Raya menjadi sasaran utama kegiatan ini.

“Langkah yang kami lakukan merapat ke Solo Raya dan selanjutnya ke tempat yang lain yang pasti tujuannya adalah bagaimana kita ikut menyamakan persepsi dan ikut bagaimana tugas pokok media mengkritisi dan mencerdaskan masyarakat,” ujar Irfan Idris.

Irfan menegaskan, BNPT pada tahun 2012 bersama Dewan Pers pernah membuat MoU tentang peliputan media dalam isu-isu kekerasan dan terorisme.  Berangkat dari situ, BNPT membentuk pusat media damai. Hanya saja, Irfan mengaku pusat media damai kurang peminatnya atau pembacanya.

“Jadi kalau bapak-bapak dan temen-temen media mau melihat kegiatan-kegiatan kita di BNPT ada dua media online. Damailah indonesiaku.com itu sifatnya informatif, kalau jalan damai.org itu sifatnya edukatif,” jelasnya.

Ia menambahkan fungsi edukatif media menurut BNPT terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kontra narasi, kontra propaganda dan kontra ideologi.

“Kenapa kita butuh kontra narasi agar masyarakat memahami dulu persoalan sebenarnya. Agar tidak ada imej bahwa Islam itu teroris atau Indonesia itu sarang teroris, atau pesantren melahirkan teroris. Itu semuanya kita counter karena tidak ada dasarnya,” kata dia.

BACA JUGA  Polri Nilai Kebakaran Kejagung Tak Disengaja

Irfan menambahkan, kalaupun ada pesantren melahirkan teroris sifatnya hanya kasuistik dan tidak bisa digeneralisir. Karena lembaga-lembaga keagamaan jumlahnya kurang lebih ada 40.000 di Indonesia.

“Mungkin ada orang datang sambil lewat kemudian diberitakan bahwa pesantren ini (sarang teroris, red), karena hanya ada alumninya dari situ. Seperti di Lamongan, lembaga pesantren yang ditempati Wildan Muhaladun, kemudian dia studi di Kairo tahun pertama, tahun kedua di media ditemukan mayatnya di Irak. Temen-temen media tahu juga itu lantas pesantrennya dicap teroris, di mana nyambungnya?” Tanya Irfan secara retoris.

Dilanjutkannya, orang-orang yang ingin menjatuhkan seperti ini kemudian ‘menggoreng isu’ seolah-olah pesantren itu mengajari dia untuk anarkis.

“Saya lebih banyak menggunakan istilah radikal anarkis. Karena di luar negeri digunakan CVE, tidak ada teroris, tidak ada radikalisasi, tidak ada radikal. Counter Violent Ekstrimisme (CVE) jadi lebih kepada ekstrimis bukan radikal,” sambung dia.

Karena, menurut dia, radikal itu bermakna positif. Irfan mencontohkan bagaimana teman-teman wartawan yang bekerja di media jika tidak radikal tidak bisa menjawab pertanyaan dasar 5 W 1 H (konsep dasar pemberitaan, red).

“Tapi radikal yang mencerdaskan itu tentunya berpikir sistematis, global dan universal. Objektif dan tidak subjektif,” pungkasnya.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Militer Irak: Kekuatan ISIS di Mosul Lima sampai Enam Ribu Pasukan

"Informasi intelijen menunjukkan jumlah mereka antara 5000 hingga 6000 pasukan," kata komandan pasukan khusus Irak, Letjen Thalib Syaghani, dalam jumpa pers di kota Erbil, ibukota Kurdistan, Rabu (19/10).

Kamis, 20/10/2016 14:04 0

Afghanistan

Lagi, Dua Tentara AS Tewas Akibat Serangan Penyusup

Sejumlah pejabat pemerintah melaporkan, Rabu (19/10), seseorang berseragam tentara menyerang pasukan AS di sebuah fasilitas militer, Kamp Morehead, dekat ibukota Kabul

Kamis, 20/10/2016 11:27 0

Suriah

Ahrar Al-Syam: Kabar Kami Tinggalkan Aleppo Hanya Rumor

Juru bicara Ahrar Al-Syam menyatakan bahwa rumor pengosongan wilayah Aleppo timur dari pejuang oposisi tidak sesuai fakta yang ada.

Kamis, 20/10/2016 10:30 0

Manhaj

Menistakan Al-Quran, Ciri Kafir Kuadrat

KIBLAT.NET – Manusia diciptakan Allah SWT dengan dikaruniai akal sehat dan kehendak. Dengan akal sehat,...

Kamis, 20/10/2016 10:24 0

Irak

ISIS Luncurkan Serangan Balasan di Front Timur dan Barat Mosul

Al-Jazeera melaporkan dari wartawannya di pinggiran Mosul, pasukan ISIS meluncurkan banyak serangan bom menargetkan titik-titik pasukan Peshmerga di gunung Singar, Ninawe Barat, yang dekat dengan Mosul.

Kamis, 20/10/2016 09:23 0

Myanmar

Ditangkap Hidup-hidup, Dua Warga Rohingya Pulang Tinggal Nama

Petugas kepolisian mengaku bahwa kondisi kesehatan dua orang tersebut buruk ketika tentara menangkapnya.

Kamis, 20/10/2016 08:40 0

Artikel

Titik Balik Sejarah Hubungan AS dan Filipina

Salah satu tantangan tak terduga dan yang tidak diharapkan muncul dari “sekutu lama”, Filipina. Presiden baru negara itu, Rodrigo Duterte, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menarik diri dan keluar dari orbit Amerika dan selanjutnya menerapkan kebijakan luar negeri yang independen. “Saya anti-Barat,” katanya. “Saya tidak suka dengan orang-orang Amerika. Ini adalah masalah prinsip bagi saya,” imbuhnya lagi.

Kamis, 20/10/2016 08:13 0

Turki

OKI Masukkan Kelompok Gulen Dalam Daftar Organisasi Teroris

KIBLAT.NET – Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Rabu (19/10), memasukkan pergerakan yang dipelopori oleh cendekiawan Islam...

Kamis, 20/10/2016 06:43 0

Irak

Al-Baghdadi Diperkirakan di Mosul Bersama Ahli Peracik Bom ISIS

KIBLAT.NET – Pemimpin kelompok Daulah Islam, Abu Bakar Al-Baghdadi, diyakini masih berada di Mosul dalam...

Kamis, 20/10/2016 06:14 0

Opini

Ahok, Al-Maidah 51 dan Demokrasi Pancasila

KIBLAT.NET – Demokrasi adalah sebuah sajian politik yang paling banyak dinikmati oleh negara-negara di dunia...

Kamis, 20/10/2016 05:17 0

Close
CLOSE
CLOSE