... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berkaca dari Ramadi, Inikah yang Akan Terjadi di Mosul?

Foto: Berkaca dari Ramadi, Inikah yang Akan Terjadi di Mosul?

KIBLAT.NET, Washington – Tiga hari setelah pertempuran Mosul diluncurkan pada hari Senin lalu, ISIS melakukan sejumlah serangan bom untuk memperlambat kemajuan pasukan koalisi. ISIS juga dilaporkan telah membuat beton dan jebakan di pinggiran kota Mosul.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dan pertarungan yang sulit,” kata Presiden Obama pada Selasa (18/10) lalu. Lebih banyak tanda-tanda perlawanan yang muncul dari kubu ISIS.

Mosul adalah kota terbesar di Iraq utara dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Hal ini memperkuat kekhawatiran bencana kemanusiaan yang terjadi jika serangan membabi buta terus digencarkan terhadap Mosul.

“Setiap menit berlalu seperti setahun,” kata seorang ayah dari tiga anak yang masih terjebak di Mosul.

Pertempuran di Mosul diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan, seperti saat pertempuran Ramadi di Iraq tengah. Pertempuran paling intens saat itu terjadi antara bulan November 2015 dan Januari 2016.

Warga harus mengalami masa-masa berat saat pertempuran melawan ISIS di ibukota provinsi Anbar itu. Menurut analisis oleh beberapa badan PBB, hampir 2.000 bangunan, jalan-jalan atau jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya dihancurkan antara Juli 2014 dan akhir Januari 2016, ketika sebagian besar pertempuran telah berakhir.

Pada saat ISIS akhirnya dipaksa keluar dari Ramadi pada awal tahun ini, sebagian besar kota sudah menjadi puing-puing. Kondisi Ramadi saat itu bisa menjadi dasar yang kuat bahwa Mosul ke depan akan menjadi seperti Ramadi karena pertempuran yang berlarut-larut.

BACA JUGA  BPIP Sebut Pelajar yang Demo Omnibus Law Perlu Diterapi Khusus

Pasukan pemerintah dan Kurdi Iraq masih jauh dari Mosul, tetapi upaya untuk mencapai kota akan menyisakan kehancuran. Dalam kasus Ramadi, sebuah jembatan layang harus hancur karena pertempuran yagn terjadi.

Kondisi lebih parah terjadi di Haji Ziad, salah satu kabupaten di Ramadi. Rudal menghancurkan bangunan dan jalan-jalan di seluruh daerah itu.

“Ramadi benar-benar hancur, tidak ada kekuatan untuk mengamankan kota, dan tidak ada kepercayaan antara pemerintah dan rakyat,” kata Raed al-Dahlaki, seorang anggota parlemen Sunni.

Ramadi berpenduduk mayoritas Sunni, sedangkan pemerintah yang berbasis di Baghdad dikuasai mayoritas Syiah. Isu sektarian sangat mungkin terjadi dalam setiap pertempuran.

“Jika pemerintah lamban atau tidak membangun kembali, maka tidak ada masa depan bagi kaum Sunni di negara ini.” lanjut Al-Dahlaki. Pemerintah Iraq terus fokus melawan ISIS, sementara upaya rekonstruksi telah terhenti di tengah penurunan pendapatan minyak. Rakyat ragu, apakah pemerintah akan sepenuhnya melakukan pembangunan kembali.

Berkaca dari Ramadi, pertempuran Mosul tampaknya akan menimbulkan hal serupa. Warga yang terlantar semakin bertambah, kerusakan infrakstruktur pun semakin parah. Otomatis, biaya perang ketika terjadi dan selanjutnya akan semakin tinggi.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The Washington Post


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Militer Irak: Kekuatan ISIS di Mosul Lima sampai Enam Ribu Pasukan

"Informasi intelijen menunjukkan jumlah mereka antara 5000 hingga 6000 pasukan," kata komandan pasukan khusus Irak, Letjen Thalib Syaghani, dalam jumpa pers di kota Erbil, ibukota Kurdistan, Rabu (19/10).

Kamis, 20/10/2016 14:04 0

Afghanistan

Lagi, Dua Tentara AS Tewas Akibat Serangan Penyusup

Sejumlah pejabat pemerintah melaporkan, Rabu (19/10), seseorang berseragam tentara menyerang pasukan AS di sebuah fasilitas militer, Kamp Morehead, dekat ibukota Kabul

Kamis, 20/10/2016 11:27 0

Suriah

Ahrar Al-Syam: Kabar Kami Tinggalkan Aleppo Hanya Rumor

Juru bicara Ahrar Al-Syam menyatakan bahwa rumor pengosongan wilayah Aleppo timur dari pejuang oposisi tidak sesuai fakta yang ada.

Kamis, 20/10/2016 10:30 0

Manhaj

Menistakan Al-Quran, Ciri Kafir Kuadrat

KIBLAT.NET – Manusia diciptakan Allah SWT dengan dikaruniai akal sehat dan kehendak. Dengan akal sehat,...

Kamis, 20/10/2016 10:24 0

Irak

ISIS Luncurkan Serangan Balasan di Front Timur dan Barat Mosul

Al-Jazeera melaporkan dari wartawannya di pinggiran Mosul, pasukan ISIS meluncurkan banyak serangan bom menargetkan titik-titik pasukan Peshmerga di gunung Singar, Ninawe Barat, yang dekat dengan Mosul.

Kamis, 20/10/2016 09:23 0

Myanmar

Ditangkap Hidup-hidup, Dua Warga Rohingya Pulang Tinggal Nama

Petugas kepolisian mengaku bahwa kondisi kesehatan dua orang tersebut buruk ketika tentara menangkapnya.

Kamis, 20/10/2016 08:40 0

Artikel

Titik Balik Sejarah Hubungan AS dan Filipina

Salah satu tantangan tak terduga dan yang tidak diharapkan muncul dari “sekutu lama”, Filipina. Presiden baru negara itu, Rodrigo Duterte, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menarik diri dan keluar dari orbit Amerika dan selanjutnya menerapkan kebijakan luar negeri yang independen. “Saya anti-Barat,” katanya. “Saya tidak suka dengan orang-orang Amerika. Ini adalah masalah prinsip bagi saya,” imbuhnya lagi.

Kamis, 20/10/2016 08:13 0

Turki

OKI Masukkan Kelompok Gulen Dalam Daftar Organisasi Teroris

KIBLAT.NET – Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Rabu (19/10), memasukkan pergerakan yang dipelopori oleh cendekiawan Islam...

Kamis, 20/10/2016 06:43 0

Irak

Al-Baghdadi Diperkirakan di Mosul Bersama Ahli Peracik Bom ISIS

KIBLAT.NET – Pemimpin kelompok Daulah Islam, Abu Bakar Al-Baghdadi, diyakini masih berada di Mosul dalam...

Kamis, 20/10/2016 06:14 0

Opini

Ahok, Al-Maidah 51 dan Demokrasi Pancasila

KIBLAT.NET – Demokrasi adalah sebuah sajian politik yang paling banyak dinikmati oleh negara-negara di dunia...

Kamis, 20/10/2016 05:17 0

Close
CLOSE
CLOSE