... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Dari Kuburnya Terdengar Pekikan Takbir

Foto: Allahu Akbar

KIBLAT.NET – Ada pemuda dari Mesir yang harus mengumpulkan Qirsy (jenis mata uang) selama dua tahun dan harus membayar tiket tiga kali lipat agar bisa sampai ke Afghan. Seorang pemuda bernama Sa’ad Ar-Rusyud dari Nejed, dari Qashim, dari Iskaka, dia bekerja di angkatan bersenjata Saudi. Dia mengambil cuti dan lari ke Afghanistan. Selama enam belas bulan dia mencari syahadah di Afghanistan. Ia sampai di daerah perbatasan wilayah Rusia sebulan sebelum syahid. Dia pernah berkata kepada syaikh Abdullah Azzam, “Syaikh Abdullah, saya akan memberikan pada Anda keputusan atas perjalanan saya ini.”

Syaikh tahu bahwa dia sudah beristri dan mempunyai tiga orang anak perempuan. Syaikh menawarkan padanya, “Bagaimana kalau saya datangkan keluargamu ke sini?”

Dia menjawab, “Biarkan mereka berjihad dengan kesabaran atas perpisahan mereka dengan saya.”

“Bagaimana kalau kami berikan kepadamu sejumlah uang untuk kamu kirimkan kepada mereka?” kata syaikh.

Dia menjawab, “Mereka mempunyai uang yang bisa mencukupi keperluan mereka. Saya tidak ingin mereka berenak-enak dan berlapanglapang dalam kehidupannya.”

“Ya, Syaikh Abdullah, apakah Anda tahu bahwa saya sudah lupa dengan wajah anak-anak perempuan saya? Tapi, suatu malam saya bermimpi melihat rupa salah seorang putri saya. Hati saya pun iba dan rindu padanya.

Lalu saya terbangun dari tidur dalam keadaan terkejut seolah-olah terpatuk ular. Lalu saya meludah ke sebelah kiri tiga kali dan meminta perlindungan kepada Allah. Saya berkata dalam hati, ‘Putri saya hendak mengembalikanku kepada kehidupan duniawi kembali’,” kisahnya.

Suatu ketika, ia berada di front depan menghadapi musuh. Kebetulan dia berada satu lubang pertahanan dengan Abdul Wahab Al-Ghamidi. Malamnya mereka bermimpi berjumpa dengan wanita-wanita yang sangat cantik yang belum pernah mereka lihat. Berujarlah mereka, “Usailah penantian. Surga telah dekat. Itu adalah bidadari.” Setelah itu sebuah roket datang menghantam posisi antara kedua orang ini. Keduanya menemui kesyahidan di siang hari itu.

Mujahidin tidak dapat turun mengambil mayat mereka saat itu juga. Mereka menunggu malam. Ketika hari telah gelap, mereka turun dan mengambil jasadnya. Abdul Matin, komandan mujahidin Afghan yang membawahinya menceritakan kepada saya, “Ketika kami membawa jasad Sa’ad Ar-Rusyud, bumi di bawah kaki kami bergoyang,maka kami meletakkan kembali kedua jasad Abdul Wahab dan Sa’ad ArRusyud. Seorang syaikh Afghan datang membacakan Al-Qur’an setelah delapan jam kesyahidan mereka. Jasad Sa’ad Ar-Rusyud bergetar tatkala Syaikh tersebut membaca Al-Qur’an, seolah-olah dia masih hidup. Ketika mendengar bacaan Al-Qur’an, jasad tersebut menjadi tenang.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.” (Ar-Ra’d: 28)

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (Az Zumar: 22-23)

Sa’ad Ar-Rusyud dan Abdul Wahhab Al-Ghamidi dikuburkan di dua makam secara berdampingan. Ada cahaya yang keluar dari dalam kubur mereka pada malam Senin dan malam Kamis. Hari-hari di mana amal baik anak Adam diangkat kepada Rabbul ‘Alamin. Orang-orang Afghan pun membicarakan tentang Sa’ad Ar-Rusyud dan Abdul Wahhab Al-Ghamidi dan tentang cahaya yang keluar dari dalam kubur mereka. Demikian juga orang-orang Arab, mereka pergi dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri cahaya itu keluar dari kubur mereka.

Abdullah Al-Ghamidi berusia 18 tahun saat mati syahid. Suara takbir keluar dari dalam kuburnya selama satu setengah tahun, Allahu Akbar. Ketika mujahidin lewat disamping kuburnya, mereka mendengar pekikan Allahu Akbar dari kuburnya.

 

Penulis : Dhani El_Ashim

Diambil dari Tarbiyah JIhadiyah jilid 11 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pentagon: Perseteruan Iraq-Turki Tak Pengaruhi Serangan ke Mosul

Juru bicara Pentagon di Baghdad, Kolonel John Dorrian menegaskan bahwa perseteruan antara Turki dan Iraq tidak akan mempengaruhi serangan terhadap ISIS di Mosul.

Kamis, 13/10/2016 13:45 0

News

Sejarawan Anhar Gonggong: Demokrasi Sering Disalahartikan dan Disalahgunakan

Sejarawan Anhar Gonggong menyatakan kemerdekaan Indonesia masih “cacat” karena kaitan demokrasi dan kesejahretaannya belum terhubung dengan benar. Menurutnya, demokrasi sering disalahartikan dan disalahgunakan.

Kamis, 13/10/2016 13:03 1

Indonesia

Terkait Penanganan Kasus Ahok, MUI Minta Polri Transparan 

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Zaitun Rasmin menegaskan bahwa kepolisian harus segera memproses pelecehan ayat Al-Qur'an yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kamis, 13/10/2016 12:35 0

Artikel

Azab yang Disegerakan Bagi Penghina Al-Qur’an

“Ada seorang lelaki Nashrani yang masuk Islam. Ia membaca surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Ia biasa menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba ia kembali ke agama Nashrani. Ia sering berujar, ‘Muhammad itu hanya tahu yang aku tuliskan untuknya saja.’ Maka Allah pun mencabut nyawanya. Setelah tubuhnya dikebumikan, paginya ia kembali dimuntahkan oleh bumi.

Kamis, 13/10/2016 12:05 3

Info Event

Ikutilah! Tabligh Akbar ‘Hukuman Buat Penista Agama’ di Jakarta Pusat

IKUTILAH… TABLIGH AKBAR “HUKUMAN BUAT PENISTA AGAMA” Bersama : 1. Ust. Haris Amir Falah (Amir JAS Jakarta) 2. Ust. Yusuf Muhammad Martak (Ketua BAKORPA) 3. Ust. H. Dani Anwar (Penasehat HAMAS) 4. Ust. Edy Mulyadi (Korps Mubaligh Jakarta)

Kamis, 13/10/2016 11:59 0

Indonesia

Ini Sejumlah Terobosan dalam Revisi UU Terorisme Menurut Ketua Pansus

Ketua Pansus RUU Terorisme, Muhammad Syafi'i, mengamini pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengatakan negara ini merupakan tempat paling nyaman bagi teroris bila hanya penindakan pidana diberikan atas kejahatan kemanusiaan.

Kamis, 13/10/2016 11:33 0

Wilayah Lain

Turki Klaim Tindakannya Terhadap Organisasi Gulen Sesuai HAM

"Untuk menghapus elemen dari Organisasi Teroris Fetullah dari mana mereka menyusup, terutama di lembaga-lembaga publik, kita harus melakukan apa saja yang diperlukan," katanya kepada Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE).

Kamis, 13/10/2016 11:23 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kaidah-Kaidah Rabbani

Kaidah-kaidah rabbani itu untuk menjaga kelangsungan masyarakat. Hukum-hukum yang menjadikan tegaknya masyarakat sebagaimana bumi dan langit tegak di atas hukum-hukum tersebut. Sehingga apabila matahari dan bulan menyimpang dari garis edarnya, seluruh alam semesta akan mengalami kehancuran.

Kamis, 13/10/2016 11:02 0

Wilayah Lain

Ratusan Muslim Rohingya Serang Pos Militer, 4 Tentara Tewas

Portal assabeel.net melansir dari surat kabar milik militer Myanmar Myawaddy, Rabu (12/10), menyebutkan jumlah penyerangan kurang lebih 300 orang. Dengan membawa pistol dan senjata tajam, mereka menyerbu sebuah pos militer di desa Biaongbet di kota Maungdaw.

Kamis, 13/10/2016 10:20 0

Amerika

Lagi, Facebook Blokir Akun Pusat Informasi Palestina

Dikutip dari Middle East Monitor pada Rabu (12/10), pemblokiran ini datang sebagai upaya untuk "mengepung semua konten jariangan Palestina".

Kamis, 13/10/2016 09:40 0

Close