... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Pemberontakan PKI di Madiun 1948 (Bag.3): Meletusnya Pemberontakan

Foto: Gambar 8. Kartun mengenai Indonesia, Belanda dan negara federal. Sumber foto: Sin Po 31 Juli 1948

Pemberontakan Madiun dimulai. Para penyerang membawa emblem dengan palu arit serta huruf-huruf WFYD-IUS. Serangan mereka berhasil, kemudian disusul dengan penjarahan, kepanikan di kalangan penduduk, penangkapan sewenang-wenang, tembak-menembak, dan ‘penyerbuan secara fasis’. Bendera merah putih disobek dan diganti dengan bendera palu arit, dan potret Sukarno diganti potret Musso.

KIBLAT.NET – Pukul 2.30 dini hari, sementara para petani Rejo agung masih terlelap, ada beberapa lelaki di rumah Soemarsono yang berdindingkan kayu. Soemarsono adalah Letkol Laskar Tentara Masyarakat. Dengan penerangan lampu minyak, mereka tampak bersenjata dan sibuk. Lalu dar der dor! Sabtu 18 September 1948 itu, dari desa kecil di tepi Madiun, mereka membuka hari dengan tembakan pistol tiga kali. Dengan kekuatan seribu lima ratus orang, mereka mengejutkan kesatuan-kesatuan Corps Polisi Militer dan Siliwangi sehingga perlawanan hanya berlangsung beberapa jam.

Tidak lama setelah fajar menyingsing, Madiun jatuh di tangan PKI. Mereka berhasil merebut kota setelah menyergap pasukan-pasukan pemerintah. Semua gedung vital dan kantor pemerintahan diduduki. Markas staf pertahanan Jawa Timur, markas CPM, serta tangsi polisi mereka rebut, dan senjata mereka ambil. Perwira-perwira yang tidak pro PKI mereka tangkap. Sekitar 350 orang lawan ditahan.

Koresponden “Murba” di Madiun, seperti dikutip Poeze, menulis reportasenya dari kota itu bahwa para penyerang membawa emblem dengan palu arit serta huruf-huruf WFYD-IUS (organisasi komunis berselubung World Federation of Democratic Youth-International Union of Students). Serangan mereka berhasil, kemudian disusul dengan penjarahan, kepanikan di kalangan penduduk, penangkapan sewenang-wenang, tembak-menembak, dan ‘penyerbuan secara fasis’. Bendera merah putih disobek dan diganti dengan bendera palu arit, dan potret Sukarno diganti potret Musso.

Sabtu malam 18 September 1948, radio Gelora Pemuda Madiun mengumumkan siaran yang menantang, “Kita khawatir bahwa pemerintah kita menjadi fasis militeristis, yaitu karena kekuasaan dipegang oleh satu orang, yang menjadi Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan. Mereka adalah pengkhianat-pengkhianat negeri yang telah mengarahkan puluhan juta teman-teman setanah air kepada Jepang yang kejam, sebagai romusha-romusha. Persatuan adalah sangat perlu, tetai tak boleh mengakibatkan perbudakan.

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

“Kita bertanya apakah tadinya tidak diadakan perundingan antara pemerintah Yogya dan Belanda tentang pembasmian sayap kiri. Kita sekarang mengetahui bahwa Belanda bekerja sama dengan Pemerintah Republik untuk menjajah rakyat. Fasis dan kolaborator Hatta kini mencoba mempergunakan Republik untuk menjajah kaum buruh dan kaum tani. Madiun telah membangun untuk membasmi semua musuh revolusi, polisi tentara dan tentara telah dilucuti senjatanya oleh rakyat. Kaum buruh dan tani telah membentuk suatu pemerintah baru. Senjata kita akan dipergunakan terus hingga seluruh Indonesia telah dimerdekakan. Saat untuk revolusi telah tiba.”

Seorang pemuda, tutur Soe Hok Gie, yang menyaksikan perebutan kekuasan tersebut menggambarkan keadaan kota saat itu, “Setelah di pelosok-pelosok dan lorong-lorong jalan penuh dengan para pemuda yang berpakaian kehitam-hitaman dengan sebagian ada yang memakai sapu tangan merah di lehernya, plakat, dan poster. Demikian pula pengumuman-pengumuman yang di bawahnya dengan tanda dan stempel: “PEMERINTAH FRON NASIONAL. Dengan adanya pengumuman-pengumuman ini barulah saya mengerti bahwa kota Madiun yang tadinya berbentuk PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA akhirnya menjadi PEMERINTAH FRON NASIONAL, sehingga orang sambil berbisik-bisik mengatakan ‘Kota Madiun telah jatuh ke tangan FDR’ (PKI –red); ada lagi yang mengatakan ‘PKI semalam merebut kekuasaan negara’”.

Setelah itu, datang petugas-petugas yang menamakan diri mereka anggota Komite Front Nasional ke rumah-rumah penduduk. Mereka meminta penduduk agar mau menjadi anggota Front Nasional. Setiap laki-laki dan perempuan berusia 15 tahun ke atas boleh menjadi anggota tanpa memandang aliran politik, kebangsaan, dan agama. Asalkan mereka menyetujui Program Nasional. Iuran keanggotaannya Cuma Rp0,10. Jika tidak setuju,”Saudara harus menanggung akibatnya.” Anggota komite ini mendatangi penduduk dengan granat, karaben, dan sten.

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

Jam 10 pagi, Radio Gelora Pemuda, RRI Madiun yang sudah di tangan para pemberontak, menyiarkan:
“Sekarang sudah tiba saatnya untuk mengobarkan revolusi. Republik berusaha menyerahkan bangsa dan tanah air Indonesia kepada Belanda. Republik dengan Belanda bekerja sama untuk menindas bangsa Indonesia. Kolaborator fasis Hatta memperalat Republik untuk menjajah kaum buruh dan tani. Pemerintah Republik seluruhnya terdiri dari pengkhianat-pengkhianat. Madiun sudah bangkit. Revolusi sudah dikobarkan. Kaum buruh sudah melucuti polisi dan tentara Republik. Pemerintah buruh dan tani yang baru sudah dibentuk. Mulai saat ini senjata kita tidak boleh berhenti memuntahkan peluru sampai kemerdekaan, ketenteraman pulih di negeri Indonesia tercinta.”

Soemarsono menyatakan gerakan itu upaya membela diri. Maraknya penculikan dan penumpasan kawan-kawannya di Solo, membuat ia dan kawan-kawannya di Madiun merasa tinggal tunggu giliran untuk dihabisi dan diculik. “Wah ndak bisa begini. Kita menunggu sampai ditangkap, dipotong leher kita? Lebih baik kita berlawan! Kalau berlawan, masih ada kemungkinan kita hidup,” kata Soemarsono.

Dua atau tiga hari sebelum peristiwa itu, Soemarsono bertemu dengan Moesso dan Amir Sjarifoeddin di Kediri membicarakan masalah situasi di Madiun dan perimbangan kekutan. Situasinya, kata Soemarsono, tiga pemimpin Serikat Buruh Dalam Negeri diculik oleh pasukan gelap karena mogok. Mendengar laporan itu, Moesso dan Amir kompak menjawab, “Bertindak! Lucuti saja pasukan yang menculik itu.”


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Dengan tumbangnya pemerintah...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dokumen Investigasi TPF Munir Lenyap, Suciwati: Negara Kacau, Salah Urus!

Namun dalam kesempatan berbeda, mantan Sekretaris Negara itu mengatakan dirinya tak pernah menerima laporan TPF Munir. Karenanya, katanya, lembaga yang dipimpinnya kala itu tak pernah menyimpan dokumen itu. "Mungkin juga saya pada waktu itu hadir, saya tidak ingat persis lagi. Tapi tidak ada arsip yang diserahkan kepada saya," ujar Yusril kepada KBR, Senin (19/09/2016).

Senin, 10/10/2016 12:01 0

Turki

Dalam Sehari, Turki Hajar Ratusan Basis Pasukan ISIS di Suriah Utara

Sementara itu, empat pasukan ISIS dilaporkan terbunuh akibat baku tembak dengan pejuang FSA saat mereka mencoba memasuki desa yang dikuasai oposisi di Akhtarin dan Turkmen Bareh. Sehari sebelumnya, pihak Daulah juga kehilangan belasan pasukannya akibat serangan koalisi udara di wilayah yang sama.

Senin, 10/10/2016 11:30 0

Indonesia

PM Turki Dukung Pembersihan Kota Mosul dari Daulah ISIS

"Mosul milik orang Mosul. Jangan biarkan orang luar merusak demografi asli kota, yang mungkin menyebabkan perang saudara baru. Kami mengikuti ini dengan penuh perhatian," tandasnya. Sebelumnya, pemerintah di Baghdad mengkritik adanya militer Turki di wilayah Iraq utara. Namun, pemerintah Ankara masih melanjutkan misi nya di Bashiqa walaupun disebut "penjajah" oleh Baghdad.

Senin, 10/10/2016 11:09 0

Yaman

Tolak Klaim Syiah Hutsi, Koalisi Saudi Janjikan Penyelidikan Serangan Udara di Yaman

Dalam sebuah pernyataan, pihak koalisi membantah tuduhan pemboman ini dan berjanji akan melakukan penyelidikan oleh para ahli dari AS. "Pasukan kami memiliki intruksi yang jelas, tidak akan menargetkan warga sipil dan menghindarkan mereka dari bahaya," jelasnya pada Ahad (09/10).

Senin, 10/10/2016 10:49 0

Info Event

Hadirilah Tabligh Akbar Suriah ‘Tetap Hangat Di Musim Dingin’ di Cikarang!

Hadirilah Tabligh Akbar Suriah Tetap Hangat Di Musim Dingin di Cikarang! Pembicara: Cak Fuad Ramadhan dan Ustadz Ahmad Husein Tempat: di Masjid Tropikana Cikarang Hari: Ahad, 16 Oktober 2016 Jam: 09.00 WIB

Senin, 10/10/2016 10:32 0

Suriah

Mujahidin Jundul Aqsa Melebur dan Baiat pada Jabhah Fathu Syam

"Pembenahan perbedaan itu penting untuk menghindari melemahnya pejuang oposisi melawan rezim Assad," tegasnya pada Ahad (09/10). Sementara itu, kelompok mujahidin Suriah ini juga tengah berusaha untuk mengakhiri perpecahan dengan faksi jihad lainnya, terutama Ahrar al-Syam.

Senin, 10/10/2016 10:20 0

Amerika

Mantan Pekerja Yahoo Bocorkan Peretasan Surat Elektronik oleh NSA

Lebih spesifik, mereka mengatakan bahwa software yang berfungsi sebagai “email scanner” itu bukan rancangan Yahoo, melainkan dibuat sendiri dan dipasang oleh pemerintah AS. Sebagaimana dilaporkan Antiwar, para eks pekerja itu, termasuk sedikitnya seorang anggota tim keamanan internal Yahoo melaporkan, telah menemukan software tersebut berada di server email, dan meyakini bahwa server mereka mulai diretas.

Senin, 10/10/2016 10:08 0

Indonesia

Perayaan 1 Muharram, MUI Poso Ikut Angkat Bicara Soal Penistaan Ahok

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, KH. Arifin Tuamaka, S.Ag mengecam Ahok sebagai penghina Al-Quran yang harus dilawan dengan tegas oleh umat Islam. Dalam acara memperingati tahun baru Islam di Masjid Jami Baitul Makmur, Kelurahan Gebangrejo, Poso Kota, beliau menyampaikan hal ini adalah adalah penghinaan karena surat Al Maidah ayat 51 yang melarang orang kafir jadi pemimpin ini sudah qath’i (jelas ditegaskan) di beberapa surat dalam Al-Quran.

Senin, 10/10/2016 09:52 0

Indonesia

Ahok: Saya Minta Maaf

KIBLAT.NET, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya melayangkan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang merasa tersinggung dengan ucapannya. Seperti diketahui sebelumnya, Ahok menyebutkan kepada warga agar jangan sampai dibohongi dengan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Senin, 10/10/2016 09:20 2

Indonesia

Begini Konsekuensi Non Muslim Hina Al-Quran

"Karenanya, siapa saja kaum Muslim yang menghina Al Qur’an berarti telah melakukan dosa besar bahkan telah dinyatakan murtad dari Islam. Dan siapa saja orang kafir yang menghina Al Qur’an juga menghadapi konsekwensi hukuman berat," kata Juru Bicara Jama'ah Anshoru Syariah (JAS), Abdul Rochim Ba'asyir dalam rilis yang diterima Kiblat.net Sabtu (08/10).

Senin, 10/10/2016 09:15 0

Close