... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terkumpul Dana 3,1 Miliar, Akhirnya Masjid Chiba Jepang Dilunasi

Foto: Masyarakat Muslim di Masjid Chiba. (Foto: Kitabisa.com)

KIBLAT.NET, Jakarta – Muslim Chiba kini telah memiliki masjid sendiri setelah bertahun-tahun mengontrak bangunan untuk dijadikan tempat ibadah. Aksi patungan online masyarakat Indonesia melalui situs crowdfunding kitabisa.com berhasil mengumpulkan dana Rp 3,1 miliar dari 7300 donatur bagi komunitas muslim di Chiba, Jepang.

Selain melalui kitabisa.com, komunitas muslim Chiba juga melakukan penggalangan dana dengan menyebarkan poster, berkeliling dengan kotak donasi, dan terakhir juga mendapatkan pinjaman dana dari beberapa dermawan hingga akhirnya secara total terkumpul dana 52 juta Yen (Rp 6,6 miliar).

Terkait penggalangan dana online di kitabisa.com sempat menjadi viral karena salah satu postingan di facebook yang dishare hingga puluhan ribu kali oleh netizen. Postingan ini telah menjangkau jutaan audience yang akhirnya menjadi donatur.

“Selain memecahkan rekor sebagai kampanye terbesar di website Kitabisa, kami juga sangat terharu karena ini adalah gotong royong manusia dari lintas suku, ras, negara hingga agama,” ujar CEO Kitabisa.com Alfatih Timur.

Dengan terdanainya masjid Chiba Jepang, kitabisa.com secara total sudah memfasilitasi penggalangan dana sebesar Rp 40 miliar untuk lebih dari 2000 kampanye sosial.

“Dengan teknologi kami berusaha membuat galang dana antar sesama teman, alumni dan komunitas menjadi lebih mudah, viral dan transparan,” tambah Alfatih

Angka Rp 3 miliar dibayarkan pada hari Selasa 4 Oktober, tepat satu hari sebelum deadline pelunasan gedung. Awalnya jika tidak dilunasi uang muka yang sudah dibayarkan akan hangus.

BACA JUGA  KAMMI: Jangan Sampai Perairan Natuna Hilang karena Pemerintah Tak Tegas

“Alhamdulillah akhirnya lunas juga, saat terima kabar gembira ini semua pada nangis bahagia, sujud syukur,” kata Dian Mertani, salah satu anggota Chiba Islamic Culture Centre (CICC).

Kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan Muslim Indonesia, namun juga ratusan anggota CICC lainnya yang berasal dari Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Ughyur, dan Arab.

“Mayoritas diantara mereka adalah mahasiswa (S1-S3), karyawan dan ibu rumah tangga,” ujar Dian.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Indo Telko

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Bila Rusia dan AS “Adu Sikut”, Turki Akan Lindungi Kepentingan Sendiri di Suriah

Dikutip dari Anadolu Agency pada Selasa (04/10) bahwa Pemerintah Turki akan melindungi keuntungannya sendiri bila Washington dan Moskow saling berhadapan di Suriah.

Rabu, 05/10/2016 11:10 0

Turki

Turki: Kami Hanya Ingin Membersihkan Suriah dan Irak dari “Terorisme”

Juru bicara kepresidenan Ankara, Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Turki akan mendukung operasi untuk menggempur ISIS di Raqqa.

Rabu, 05/10/2016 10:20 0

Wilayah Lain

Militan Kashmir Kembali Tewaskan Tentara India

Serangan terjadi di kamp Rashtriya Rifle 46 di Baramulla yang juga menjadi markas Pasukan Keamanan Perbatasan pada sekitar jam 10:30 malam waktu setempat, diikuti dengan kontak senjata antara militan Kashmir dengan tentara India. Rashtriya Rifles atau juga disebut National Rifles berada di bawah Angkatan Darat India, merupakan unit kontra-insurjensi & anti-teroris yang anggota-anggotanya direkrut dari satuan-satuan AD yang lain.

Rabu, 05/10/2016 09:45 0

Suriah

Mortir Pejuang Suriah Hantam Kedutaan Besar Rusia

Dikutip dari Anadolu Agency pada Selasa (04/10), mortir yang diluncurkan dari wilayah Jabhat Fateh al-Syam berhasil memukul kedutaan Moskow di Damaskus.

Rabu, 05/10/2016 08:45 0

Afghanistan

Lagi, Tentara AS Tewas di Afghanistan

Juru bicara Pentagon, Peter Cook, mengungkapkan kepada media bahwa pihaknya tengah menyelidiki insiden ini. Dia mengaku tidak mengetahui ada korban lainnya.

Rabu, 05/10/2016 07:57 0

Philipina

AS Tolak Jual Senjata ke Filipina, Duterte pada Obama: Pergilah ke Neraka!

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa, (04/10) menghina Presiden AS Barack Obama dengan ungkapan "pergilah ke neraka" dan mengatakan Amerika Serikat telah menolak untuk menjual beberapa senjata ke negaranya, tapi dia tidak peduli. Karena Rusia dan China telah bersedia menjadi pemasok senjata untuk Filipina.

Rabu, 05/10/2016 07:07 0

Afrika

30 Imigran Tanpa Dokumen Tewas di Laut Libya

KIBLAT.NET – Sekurang-kurangnya 30 orang tewas ketika dua kapal membawa migran tidak berdokumen dari berbagai...

Rabu, 05/10/2016 06:56 0

Myanmar

Parlemen Myanmar Batalkan UU Darurat Bentukan Rezim Junta Militer

Sebuah pertemuan sesi gabungan dua parlemen Myanmar telah menyetujui untuk menghapuskan undang-undang berusia 66 tahun yang digunakan oleh mantan junta militer untuk menindas lawan politiknya.

Rabu, 05/10/2016 06:25 0

Amerika

Amerika Akhiri Pembicaraan Perdamaian Suriah Dengan Rusia

KIBLAT.NET – Amerika Serikat menyalahkan Rusia karena terus menimbulkan korban sipil besar-besaran di kota-kota Suriah,...

Rabu, 05/10/2016 06:07 0

Suriah

OKI Serukan Pertemuan Darurat Bahas Situasi Aleppo

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin, OKI mengatakan pertemuan - yang akan diselenggarakan di kota Jeddah Saudi atas permintaan Kuwait - akan melihat situasi dan perkembangan terakhi kota Aleppo yang telah porak poranda.

Rabu, 05/10/2016 06:01 0

Close