... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Pemberontakan PKI di Madiun 1948 (Bag.2): Kembalinya Musso

Foto: Gambar 5. Muso. Sumber Foto: Koran Merdeka 1948

Kembalinya Musso ke tanah air membawa perubahan. Sayap dikiri dipersatukan di bawah PKI/FDR dan menjadi oposisi terhadap pemerintahan Hatta. Di Solo suasana mulai memanas. Konflik antara tentara Republik Indonesia memakan korban. FDR segera bereaksi keras.

KIBLAT.NET – Pemerintah Hatta secara resmi juga menerima Program Nasional FDR, yang dalam banyak hal sebenarnya hampir tidak berbeda dengan program yang sudah dibuatnya. Dengan begitu, partai-partai besar lain kemudian menarik kesimpulan bahwa kabinet Hatta tidak perlu diganti susunannya.

Meski gagal, FDR terus menyerang pemerintahan Hatta. Serangan mereka mendapat angin baru. Secara mengejutkan, pada 22 Mei 1948, Suripno, seorang anggota Central Comitee PKI, menukar nota dengan Silin, seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Soviet untuk Cekoslowakia. Nota itu berisi pembukaan hubungan diplomatik dan pertukaran konsul di antara Indonesia dan Soviet. Pemerintah Hatta seperti ditusuk dari belakang oleh Suripno lantaran hal itu bertentangan dengan perjanjian Renville. Di poin pertama perjanjian Renville dikatakan kedaulatan di seluruh wilayah kepulauan Indonesia berada dalam kekuasaan Kerajaan Negeri Belanda. Sehingga Indonesia dilarang mengadakan hubungan luar negerinya sendiri.

Tapi Suripno mengaku melakukannya karena mendapat mandat dari Presiden Sukarno dan Wakil Menteri Luar Negeri, Tamzil, untuk negosiasi dengan Soviet. Memang benar ada mandat itu. Tapi mandat itu diberikan saat Amir jadi perdana menteri. Karena perdana menterintya telah berganti menjadi Hatta. Otomatis mandat itu sudah kadaluwarsa. Ia tidak berwenang lagi. Kalaupun akan diteruskan hal itu, seharunya ada pemberitahuan kepada Hatta mau begitu, harusnya permisi dulu sama Hatta. Menteri Penerangan, M.Natsir, menerangkan Soeripno tidak mendapatkan perintah khusus untuk membuat perjanjian, tapi bertindak berdasarkan mandat umum yang diterimanya pada Desember tahun lalu. Jadi apa yang dilakukan Suripno ini bukan atas nama Indonesia.

Meski pemerintah Hatta menampik perjanjian dengan Soviet, tapi FDR melancarkan propaganda agar pemerintah meratifikasi perjanjian dengan Soviet yang dianggapnya ‘jago anti imperialis.’ Mereka mengklaim Soviet sudah bersumpah mau mengirim bantuan material kepada Indonesia begitu pembentukan Konsulat Soviet sudah membuka jalur-jalur dagang. Selain itu beberapa anggota FDR menggambarkan pesawat-pesawat dan kapal-kapal Soviet menerobos blokade laut Belanda dengan tujuan membawa senjata dan amunisi untuk republik. Propaganda ini ditentang oleh para tokoh Sayap kanan dan moderat. Dan pada akhirnya, pemerintah Indonesia tidak meratifikasi perjanjiandengan Soviet. Dan hubungan di antara kedua negara itu pun tak terjalin.

Gambar 4. Suripno. Sumber foto: Koran Sin Po 30 Agustus 1948

Gambar 4. Suripno. Sumber foto: Koran Sin Po 30 Agustus 1948

Kembalinya Moesso ke Indonesia
Atas ulahnya, Suripno diminta pulang oleh Hatta ke Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada 3 Agustus 1948 sebuah pesawat terbang yang membawa Suripno dan seorang yang diakui sekretarisnya dahulu di Praha, mendarat di Bukit Tinggi. “Sekretarisnya” yang belakangan diketahui ternyata Musso, seorang Tokoh PKI, mengirim sepucuk surat kepada seorang teman yang ditahan oleh pemerintah, bahwa ia akan segera membentuk kabinet.

Pada 11 Agustus, Suripno dan Musso terbang ke Yogyakarta. Suripno lalu menyerahkan teks perjanjian dan menjelaskan perjanjian yang telah dilakukannya dengan Uni Soviet ihwal pertukaran konsul. Di Yogyakarta, Moesso dan Soeripno diterima oleh Soekarno. Dalam pertemuan itu, Soekarno meminta Moesso memperkuat negara dan melancarkan revolusi. “Itu memang kewadjiban saja. Ik kom hier om orde te scheppen!”(Saya datang di sini untuk menertibkan keadaan!),” kata Musso.

Kemudian Moesso bertemu Hatta. Ia mengusulkan agar perjanjian Renville tidak usah dilaksanakan. Mendengar itu Hatta bilang, “Dalam melaksanakan perjanjian Renville banyak sekali perbedaan pendapat antara delegasi pemerintah dengan delegasi Belanda. Ada kemungkinan Belanda menarik diri dan Belanda mengadakan aksi militer lagi. Dan dengan sendirinya, masalah itu kembali ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan itu kita makin dekat dengan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada kita.”

Kembalinya Musso bagi gerakan komunis di Indonesia mempunyai arti politis. Sebab ia membawa garis komunis internasional yang lazim disebut Garis Zhdanov. Garis ini menyatakan bahwa kerja sama dengan kaum imperialis tidak perlu dilanjutkan lagi dan partai-partai komunis harus mengambil garis keras dan memimpin perjuangannya di negara masing-masing. Kedatangan Musso disambut antusias oleh kalangan anggota dan pimpinan PKI. wajar karena golongan kiri saat itu sedang patah semangat karena kehilangan kekuasaan dan mengalami tantangan berat melawan Hatta. Dengan demikian hadirnya Moesso dianggap sebagai kedatangan tokoh internasional yang sangat dibutuhkan.

Musso kemudian mengkritik FDR atas berbagai kesalahan politik dan organisasi yang dibuatnya:
1. Para pemimpin FDR tidak menempuh jalan anti imperialis yang konsisten dan konsekuen. Oleh karena itu revolusi Indonesia terdorong selalu pada kedudukan defensi (bertahan)
2. Pimpinan revolusi tidak terpegang oleh tangan-tangan kelas buruh
3. Partai yang berdasarkan Marxisme ada beberapa buah, yaitu PKI, PBI, dan Partai Sosialis. Ini memecah kekuatan. Karenanya ketiganya harus dipersatukan menjadi satu partai saja, dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam konferensi partai tanggal 26-27 Agustus 1948, kecaman ini diterima dan disimpulkan dalam bentuk resolusi yang kemudian diberi nama Jalan Baru untuk Republik Indonesia.

“Jalan Baru” mengajukan tuntutan-tuntutan politik dan hubungan luar negeri yang tinggi. Kaum komunis menuntut kemerdekaan yang penuh, merdeka 100 %, dan untuk memperjuangkan ini kepemimpinan revolusi nasional harus berada di tangan komunis, sebagai partai buruh yang terbesar, bukan pada kaum borjuis komprador yang tidak dapat dipercaya. Indonesia harus bersatu dengan Uni Soviet, karena Uni Soviet adalah pelopor dalam perjuangan melawan blok imperialis yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sudah cukup jelas bahwa Amerika Serikat menggunakan Belanda untuk memerangi Indonesia yang demokratis.

Gambar 5. Muso. Sumber Foto: Koran Merdeka 1948

Gambar 5. Muso. Sumber Foto: Koran Merdeka 1948

Pada tanggal 31 Agustus 1948, Moesso berhasil membuat perubahan-perubahan organisasi PKI secara signifikan. Menindaklanjuti rencana PKI yang telah disepakati di dalam konferensi PKI tanggal 26-27 Agustus 1948, PKI mengumumkan bahwa Partai Buruh Indonesia dan Partai Sosialis menyatukan diri dengan PKI, dan membubarkan FDR. Susunan Politbiro PKI lalu diumumkan tanggal 1 September 1948 dengan formasi sebagai berikut:
Sekretaris Jenderal: Moesso, Maruto Daroesman, Tan Ling Djie, dan Ngadiman
Sekretaris Buruh: Adjidarmo Tjokronegoro, Aidit, Soetrisno
Sekretaris Pemuda: Wikana dan Soeripno
Sekretaris Wanita: sementara di bawah Sekretaris Jenderal
Sekretaris Pertahanan: Amir Sjarifoeddin
Prop. Agitasi: Lukman, Alimin, dan Sardjono
Sekretaris Organisasi: Soedisman
Sekretaris Hubungan Luar Negeri: Soeripno
Sekretaris Urusan Perwakilan: Nyoto
Sekretaris Urusan Kader: sementara di bawah Sekretaris Jenderal
Sekretaris Keuangan: Ruskak

PKI yang semula beranggotakan 3 ribu orang, mendadak menjadi Partai Besar dengan jumlah anggota 30 ribu orang, setelah Partai Sosialis dan Partai Buruh bergabung. Musso berhasil memecah belah FDR yang tidak solid dan mengubahnya menjadi organisasi komunis yang dapat dikendalikan secara sentral.

Baca halaman selanjutnya: Musso menekankan pentingnya...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Hadirilah! Daurah Ummahat Jamaah Ansharus Syariah di Tangerang

“PERAN PENDIDIKAN ANAK DALAM MENYIAPKAN PEMIMPIN UMMAT” Bersama : 1. Ustadz Fuad Al Hazimi (Mantan Imam Masjid Australia & Kepala Ponpes An-Nahl Magelang) 2. Ustadz Abu Tholut Al Jawi (Pemerhati Gerakan Islam)

Rabu, 05/10/2016 05:26 0

Fikih

Fikih Puasa Muharram

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram). Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Selasa, 04/10/2016 20:15 0

Mesir

Lagi, Aparat Mesir Tembak Mati Petinggi Ikhwanul Muslimin

Seorang petinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Kamal (61 th) tewas ditembak aparat keamanan Mesir pada Senin (03/10) kemarin.

Selasa, 04/10/2016 19:25 0

News

Pemberontakan PKI di Madiun 1948 (Bag.1): Hatta dan Oposisi

Pasca Indonesia merdeka, politik di tanah air terus bergerak dinamis. Kabinet naik dan jatuh karena persoalan politik. Persoalan semakin rumit ketika Belanda melancarkan serangan militernya ke Indonesia. Upaya diplomasi dilakukan, termasuk melalui perjanjian Renville yang ditandatangani Perdana Menteri Amir Syarifoedin dari sayap kiri. Namun sebuah peristiwa pemberontakan akan mengguncang republik yang baru lahir, yaitu pemberontakan di Madiun 1948.

Selasa, 04/10/2016 18:58 0

Turki

Erdogan Syaratkan Pembebasan Mursi untuk Normalisasi Hubungan Turki-Mesir 

Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menolak normalisasi hubungan dengan Mesir bila mantan presiden Muhammad Mursi dan pendukungnya tidak dibebaskan dari penjara. Demikian kata Erdogan dalam wawancara dengan presenter Saudi, Jamal Khashoggi, Ahad (02/10) lalu.

Selasa, 04/10/2016 17:58 0

Irak

Khalifah ISIS Dikabarkan Sakit Parah Setelah Diracun

Abu Bakar Al-Baghdadi dilaporkan sakit parah setelah seorang tak dikenal meracuni makanannya di kawasan Be'aaj, provinsi Ninawa, Iraq. Tiga komandan ISIS lainnya juga mengalami hal serupa.

Selasa, 04/10/2016 17:05 0

Amerika

Pentagon Bikin Video Rekayasa Jihadis, Disebar Jadi Alat Pelacak dan Barang Bukti

Ada yang menarik mengapa Pentagon menggunakan format RealMedia, karena player format tersebut akan secara otomatis terhubung ke internet. Videonya nge-link ke sebuah akun Google Analytics, dan melalui akun inilah Pentagon akan mendapatkan IP address setiap komputer yang menyetel propaganda buatan.

Selasa, 04/10/2016 16:17 0

Indonesia

Soal Uji Materi Pasal Perzinaan, MUI Minta MK Pertimbangkan Hukum Islam 

Anggota komisi fatwa MUI itu juga meminta agar pengertian zina dapat dikembalikan kepada pengertian yang semestinya. Yaitu bersenggama di luar nikah, baik diikat perkawinan atau tidak, baik dilakukan di ruang umum/pelacuran atau ruang privat.

Selasa, 04/10/2016 15:46 0

Irak

Sempat Berkilah, NATO Akhirnya Akui Taliban Berhasil Kuasai Kunduz

Zabihullah Mujahid menyatakan bahwa saat ini Kunduz berada di bawah kontrol kuat Taliban. “Upaya-upaya tengah dilakukan untuk mengembalikan kehidupan normal di #Kunduz, sehingga semua warga bisa kembali bekerja. Para mujahidin memperlakukan masyarakat dengan baik,” jelas Mujahid.

Selasa, 04/10/2016 15:35 0

Suriah

Dokter Tanpa Batas Kecam Pemboman Rumah Sakit di Aleppo

Lembaga Medicens Sans Frontiers (MSF) atau biasa disebut Dokter Tanpa Batas mengecam keras serangan rezim Suriah dan Rusia terhadap fasilitas medis di Suriah dan Yaman.

Selasa, 04/10/2016 14:42 0

Close