... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Politisasi Masjid

Foto: Ahok saat di Yayasann Al Wathoniyah Asshodriyah 9, Jl Penggilingan No 36, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (23/7/2016).

KIBLAT.NET – Membahas politik sering kali membuat sebagian kalangan masyarakat menjadi alergi. Yang tergambar dalam benak mereka tingkah elit politik tak beradab serta kerap bersikap pragmatis, oportunis dan haus jabatan kekuasan.

Pemahaman sekuler demokratis yang akut sering menjadikan para praktisinya lebih mementingkan kepentingan pribadi dan partainya ketimbang memikirkan rakyat. Tidak mengherankan jika ada dari kalangan masyarakat yang memberikan penilaian buruk terhadap politik, bahkan muncul ungkapan “politik itu kotor”.

Melihat kebobrokan para pemain politik, masyarakat akhirnya bersikap apatis atau bahkan apriori terhadap mereka. Segala aktivitas buruk politiknya mengundang reaksi penolakan. Terlebih lagi jika menyangkut simbol agama seperti masjid, maka banyak kalangan yang menolak masuknya kegiatan politik di masjid.

Saking alerginya dengan bau-bau politik, banyak juga dewan kemakmuran masjid yang memohon kepada para khotib dan dai untuk tidak menyinggung soal politik, baik yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri. Sikap berlebihan pun muncul, di saat masjid digunakan untuk membentengi aqidah kaum muslimin dari makar kaum kafirin, sontak mendapatkan kritikan dan dianggap sebagai upaya “politisasi masjid”.

Konotasi negatif yang menyasar amalan mulia tersebut tak dapat dielakkan. Sementara lucunya, banyak juga yang tidak tahu apa sebenarnya politik itu. Gambaran penolakan terhadap aktivitas politik seperti ini muncul akibat dari dominasi keburukan dan kebatilan dalam sistem perpolitikan.

Ironisnya, di tengah resistansi umat Islam terhadap masuknya kegiatan politik di masjid-masjid, saat ini muncul kampanye politik “terselubung” (kalau tidak disebut secara terang-terangan) yang dilakukan oleh oknum kafir dan antek-anteknya di masjid-masjid dan bahkan masuk di pondok-pondok pesantren. Dengan kemasan bantuan sosial, pemberian santunan dan penyuluhan sosial menjadikan kampanye politik mereka bisa dengan mudah dan leluasa masuk ke wilayah paling sakral bagi kaum muslimin, dalam hal ini adalah masjid.

BACA JUGA  Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Sebagian dari kaum muslimin belum bisa menangkap misi tersembunyi yang dibawa oleh kaum kafirin dan antek-anteknya. Mereka hanya melihat dari sisi hukum lahiriyah semata dari masalah bolehnya menerima bantuan kaum kafirin. Namun mereka lalai terhadap makar dan tipu daya di balik “sumbangan sosial” yang diberikan.

Perkara inilah yang harus diwaspadai oleh segenap lapisan kaum muslimin. Ketika masjid telah terinjak kehormatannya dengan masuknya misi-misi kerusakan yang dibawa kaum kafirin dan antek-anteknya. Lebih buruk lagi kondisinya, jika fungsi masjid yang begitu vital bagi kemaslahatan umat terbajak oleh program-program pro kafir dan bahkan diurusi oleh mereka tanpa disadari oleh kaum muslimin. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dan masjid-masjid-Nya dari makar kaum kafir dan munafik.

Oleh sebab itu, memamurkan dan mengurusi masjid dengan “bashiroh” (sesuai petunjuk) menjadi perkara urgen yang tidak boleh dilepaskan oleh setiap individu beriman. Begitu pula dengan politik, haruslah menjadi wasilah yang bisa digunakan untuk kemaslahatan umat. Terkait dengan politik, tentu saja tidak boleh seorang muslim alergi dengannya. Karena politik itu menjadi kotor manakala di tangan orang yang kotor. Politik menjadi baik ketika berada dan hanya di tangan orang sholih.

Dalam Bahasa Arab, kata politik sering diungkapkan dengan kata siyâsah. Sementara kata siyâsah mengandung keluasan makna dan isyarat yang bermuara pada penjagaan, kebaikan, mencari kemaslahatan dengan berbagai sarana dan penunjang yang bisa digunakan oleh pemangku kebijakan dengan sungguh-sungguh dan serius.

BACA JUGA  Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Dalam literatur kamus Bahasa Arab, kata siyâsah sering diartikan sebagai pekerjaan yang mengatur dan melakukan perbaikan dan membuat kemaslahatan. Dari sini kita bisa memahami bahwa politik ataupun siyâsah merupakan aktivitas mulia yang bertujuan mengatur urusan agar lebih baik dan terwujudnya kemaslahatan bagi semua. Ketika aktivitas politik dikaitkan dengan masjid, maka sewajibnya dalam konteks dan koridor syar’i.

Dengan kata lain, politisasi masjid haruslah dilakukan demi menjaga dan mewujudkan kemaslahatan dan keberpihakan bagi kaum muslimin bukan untuk kepentingan kafir. Jadi, tidak selamanya “politisasi masjid” berkonotasi negatif bahkan dalam kondisi tertentu bisa menjadi perkara yang wajib dilakukan demi tercapainya maqoshid syar’iyyah (tujuan-tujuan syari’ah).

Baca halaman selanjutnya: Terkait siyâsah Masjid,...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Diduga Terlibat Kudeta, Polisi Turki Tangkap Saudara Gulen

Sebelumnya, polisi anti-teror Turki mulai mencarinya di distrik Gaziemir. Setelah menerima informasi dari pihak intelijen, Kutbettin ditangkap di rumah seorang kerabatnya.

Senin, 03/10/2016 13:45 0

Suriah

Dibantu Kurdi, Pasukan Assad Serang Oposisi di Aleppo

Pasukan gabungan itu mengklaim telah menebar ancaman kepada oposisi untuk meninggalkan posisi, sembari menjanjikan bala bantuan dan perlengkapan.

Senin, 03/10/2016 12:52 0

Artikel

Kaum Merah di Ranah Minang

Kolonialisme menjerat rakyat minang dengan penghapusan hak ulayat rakyat minang terhadap tanah mereka dan system tanam paksa kopi yang membebani pundak mereka hingga 1915. Ironisnya setelah tanam paksa dihapuskan, sistem pajak uang langsung diberlakukan pada tahun yang sama. Perubahan sistem pajak ini turut mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pajak yang menimpa rakyat bukan hanya satu tetapi berbagai macam, dirasakan sebagai timpaan yang bertubi-tubi.

Senin, 03/10/2016 12:40 0

Inggris

Media Inggris Ungkap Jumlah Pasukan Khusus Turki dalam Operasi Efrat Shield

Terkait operasi itu, surat kabar Inggris, The Independent, mengungkapkan jumlah pasukan khusus Turki yang terlibat dalam operasi Efrat Shield di wilayah utara Suriah yang berbatasan dengan Turki tersebut. Demikian dikutip dari El-Dorar, Ahad (02/10).

Senin, 03/10/2016 12:30 0

Wilayah Lain

Lagi, Umat Islam Jerman Diteror dengan Bangkai Kepala Babi

Polisi Postdam mengatakan, aksi teror pada Ahad itu (02/10) diketahui setelah seorang wanita melapor. Dia melihat potongan kepala babi yang ditinggalkan di depan pintu utama masjid.

Senin, 03/10/2016 11:17 0

News

Kisah Haru Yahya Selamatkan Bayi Mungilnya dari Bawah Reruntuhan

Jet tempur rezim Suriah pada Kamis (29/09/2016) pukul lima sore menggempur komplek sipil di Idlib. Akibatnya, sejumlah rumah warga hancur, termasuk rumah Yahya. Lembaga pengawas HAM melaporkan, sedikitnya enam korban tewas, empat di antaranya anak-anak, akibat serangan itu.

Senin, 03/10/2016 10:33 0

Rohah

Khasiat Surat Al-Zalzalah

Abdullah bin Amru bin Ash mengisahkan, “ Seorang lelaki pernah menemui Rasulullah lalu berkata, ‘Bacakanlah untukku (ajarilah aku) wahai Rasulullah.’

Senin, 03/10/2016 10:30 0

Profil

Muhammad Zia-ul Haq, Sosok Pemimpin Shalih Pembela Islam

Dia berkata, “Saya tidak tahu atas dasar apa kita menyanjung dan memberikan pujian kepada Rusia. Rusia adalah pencuri yang masuk sebuah rumah, membakar harta benda yang ada di dalamnya dan membunuh penghuninya. Lantas pantaskan seorang pencuri mendapatkan pujian?”

Senin, 03/10/2016 10:00 2

Irak

Bayang-Bayang Pembantaian Hantui Warga Mosul Jelang Operasi Militer

“Sedikitnya 23 sipil tewas, 17 di antaranya wanita dan seorang anak kecil, akibat serangan udara yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan An-Najar di pusat kota Mosul. Serangan ini diluncurkan jet tempur AS,” lapor sumber medis kepada Al-Araby Al-Jadid.

Senin, 03/10/2016 09:05 0

Info Event

Ayo Gabung!! Apel Siaga Laskar Forum Umat Islam Semarang Tolak PKI dan Syiah

FUIS (Forum Umat Islam Semarang) akan mengadakan apel siaga laskar Islam se-DIY dan Jawa Tengah untuk menolak PKI dan Syiah pada Selasa, 11 Oktober 2016.

Senin, 03/10/2016 08:37 0

Close