... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Ulama yang Menjadi Alat Legitimasi bagi Penguasa

Foto: Ilustrasi. (Sumber: Laha Online)

KIBLAT.NET – Di tengah pertarungan antara hak dan batil, terlebih pasca berhasilnya kekuatan batil menguasai pemerintah kaum muslimin. Kebatilan tahu bahwa mereka tidak akan menang selama ada sekelompok dari umat ini yang berpegang dengan din-nya. Karena itu adalah sumber kekuatan dan kemuliaan umat ini. Melihat fenomena itu musuh akan senantiasa berusaha menghapus identitas umat ini, yaitu dengan menjauhkannya dari sumber kekuatannya.

Setelah berulang kali mereka gagal menyelewengkan teks-teks syariat, mereka mulai mencoba untuk menyelewengkan pemahaman terhadap nash-nash tersebut. Yaitu dengan cara membuat penafsiran alternatif atau mencari-cari ketergelinciran para ulama guna memberikan warna baru terhadap pemahaman nash syariat yang bertentangan dengan pemahaman salaf.

Dalam menempuh upaya ini mereka mengeluarkan sumber daya yang begitu besar. Dan rencana mereka tidak akan berhasil kecuali dengan memanfaatkan para penuntut ilmu dan ulama, baik disadari atau tidak. Sebaliknya, para penuntut ilmu dan ulama yang mengganggu usaha mereka selalu dihalang-halangi dan dipersulit dalam meyampaikan kebenarannya.

Posisi Ulama dalam Islam

Di dalam Islam ulama memiliki kedudukan yang sangat mulia. Allah meninggikan derajat orang yang berilmu. Dan Rasulullah SAW menjadikan para ulama sebagai pewarisnya. Akan tetapi, “al jaza’ min jinsil amal” (balasan yang diterima berbanding lurus dengan usaha). Seiring dengan agungnya kedudukan ulama di sisi ulama dan rasulnya ada jalan berat yang harus ditempuh. Jalan berat tidak hanya dalam menuntut ilmu, akan tetapi saat mengamalkan dan mendakwahkan ilmu itu.

Ibnu Jama’ah Al-Kinani Asy Syafi’i berkata, “Pahamilah bahwa semua dalil tentang keutamaan ilmu dan ulama hanya diperuntukkan bagi ulama yang mengamalkan ilmunya, yang baik, dan yang bertakwa. Dengan ilmunya ia hanya mencari ridha Allah dan kedudukan mulia di sisi-Nya, kelak di dalam surga yang penuh nikmat. Bukan ulama yang mencari ilmu untuk maksud jahat, atau dengan kebiasaaan buruk, atau untuk memperoleh materi duniawi, seperti harta, kedudukan, dan pengikut yang banyak.” (Tadzkiratus Sami’ wal mutakallim, Hal 46)

Perkataan di atas mengisyaratkan bahwa tidak semua orang yang memiliki ilmu berhak mendapat keutamaan ahlul ilmi yang disebutkan oleh Allah maupun Rasul-Nya. Dapat kita simpulkan bahwa ulama yang berhak mendapatkan keutamaan sebutan rabbani ialah mereka yang mampu mengemban ilmu yang mewariskan amal saleh, yang berani lantang menyuarakan kebenaran dan beramar makruf nahi munkar.

Ibnu Jama’ah menukil di dalam buku beliau wahyu Allah kepada nabi Daud. Diriwayatkan dari Bisyr bin Harits, bahwa Allah mengirimkan wahyu kepada Daud yang berbunyi, ”Jangan kau jadikan antara Aku dan dirimu para alim yang terfitnah (dengan dunia), karena dengan mabuk (terhadap dunia) dia akan menghalangimu dari kecintaan terhadap-Ku. Mereka itu (Ulama yang terfitnah dunia) adalah pemutus jalan terhadap hamba-hamba-Ku.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim).

Nukilan di atas memberi gambaran kepada kita bahwa tidak semua orang yang memiliki ilmu mampu memberikan petunjuk kebenaran. Ada kalanya justru orang berilmu menjadi penghalang dan perintang dakwah.

Baca halaman selanjutnya: Berilmu Tapi Bukan Ulama...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Bulgaria Larang Muslimah Memakai Cadar di Tempat Umum

Salah satu negara Eropa kembali menegaskan pelarangan cadar bagi para muslimah. Yang terbaru, parlemen Bulgaria pada hari Jum'at (30/09) menegaskan bahwa cadar atau niqab tidak boleh digunakan di tempat umum.

Sabtu, 01/10/2016 15:52 0

Indonesia

Minim Air Bersih, GTA Salurkan Pompa Air untuk Korban Banjir Garut

Griya Tabungan Akhirat (GTA) menyambangi Kampung Haurpanggung untuk memberikan pompa air. Hal ini dilakukan karena kebutuhan air bersih sangat minim.

Sabtu, 01/10/2016 15:22 0

Suriah

Rumah Sakit Bersalin di Aleppo Jadi Target Bom Fosfor

Sebuah bom fosfor putih dijatuhkan di sebuah fasilitas medis di timur Aleppo. Hal ini diungkapkan oleh The Independent Dokter Association (IDA), sebuah organisasi medis Suriah yang fokus menjalankan fasilitas kesehatan di Aleppo. Baik di kota atau desa sekitarnya.

Sabtu, 01/10/2016 14:51 0

Irak

Jelang Pertempuran Mosul, ISIS Bangun Tembok Penghalang di Pinggiran Kota

Organisasi Negara Islam (ISIS) dilaporkan tengah membangun parit di pinggiran kota Mosul, Iraq untuk menghadapi serangan dari pemerintah Iraq dan pasukan koalisi yang dijadwalkan segera mulai bulan Oktober.

Sabtu, 01/10/2016 13:36 0

Artikel

Peran Ulama dan Meletusnya Pemberontakan Kaum Merah

Pertemuan Prambanan membuka jalan bagi terciptanya pemberontakan melawan pemerintah kolonial di Jawa. Berbeda dengan di Batavia, pemberontakan di Banten berdiri diatas Jihad fi Sablilillah. Aktornya pun bukan kamerad, tetapi ulama.

Sabtu, 01/10/2016 12:57 0

Rusia

Rusia Kirim Tambahan Jet Tempur ke Suriah

Kantor berita Reuters melaporkan, sebuah surat kabar Rusia menulis pada Jumat (30/09), Moskow mengirimkan tambahan pesawat tempur ke Suriah untuk mengintensifkan kampanye serangan udara. Tidak dijelaskan rincian lebih lanjut terkait berita tersebut.

Sabtu, 01/10/2016 12:03 0

Artikel

Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.5-Tamat): Jalan Menuju ’Revolusi‘

Dalam surat terbukanya kepada PKI, Semaoen yang mewakili Komintern (setelah diusir dari Hindia Belanda), menyimpulkan,”…penting bagi kita untuk menyusupi organisasi Sarekat Islam, untuk terus mengusung kebijakan revolusioner di sana, guna menarik massa revolusioner ke pihak partai kita.”

Sabtu, 01/10/2016 11:25 0

Artikel

Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.4): Akhir Kaum Merah di Sarekat Islam

Keluarnya PKI dari Sarekat Islam membuat PKI berupaya terang-terangan untuk menarik massa dari Sarekat Islam. Pada kongresnya tahun 1923, PKI misalnya memutuskan untuk menolak peraturan pemerintah kolonial yang mengatur guru agama agar mendapat izin bupati. PKI menentang aturan ini karena menolak campur tangan negara dalam urusan agama.

Sabtu, 01/10/2016 11:00 0

Afrika

Intai Jihadis, AS Bangun Pangkalan Drone di Niger

Komando militer AS di wilayah Afrika, ketika dikonfirmasi Reuters, mengklaim pembangunan pangkalan pesawat pengintai itu atas permintaan dan koordinasi dengan pemerintah Niger. Keberadaan pangkalan udara ini dikatakan hanya sementara.

Sabtu, 01/10/2016 10:57 0

Artikel

Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.3): Lahirnya Partai Komunis Indonesia

Kongres PKI di bulan Desember tersebut memang sangat dipengaruhi sikap Tan Malaka yang ingin bekerjasama dengan gerakan Islam. Selain itu, kongres ini juga membahas kemungkinan PKI ikut serta dalam Volksraad, suatu opsi yang beberapa tahun lalu mereka cela habis-habisan kepada Sarekat Islam.

Sabtu, 01/10/2016 10:12 1

Close