... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemikir Barat: Jangan Kalahkan ISIS Dulu

Foto: Pasukan Pershmerga dalam operasi untuk merebut desa di bawah kontrol ISIS di Tenggara Mosul, Agustus 2016. (foto: nytimes)

KIBLAT.NET – Jangan kalahkan ISIS dulu. Sebab ketika ISIS dikalahkan, etnis dan warga Irak akan masuk dalam fragmentasi dan tidak akan membentuk otoritas sentral, yang menguntungkan Amerika Serikat.

Seperti diungkapkan oleh pemikir Barat Ramzy Mardini, di bagian Irak yang telah direbut kembali dari militan, tanda-tanda otoritas sentral tidak ada. “Sebaliknya, yang ada adalah tambal sulam kompleks milisi etnis, suku dan agama yang mengklaim sebagai pemegang otoritas atas wilayah tertentu,” ungkapnya di koran The New York Times, Rabu (28/9).

Peneliti di Dewan Atlantik Rafik Hariri Center untuk Timur Tengah itu menyebutkan salah satu contohnya adalah di bagian yang dibebaskan dari kota Sinjar. Pembantaian terhadap Yazidi yang dilakukan oleh ISIS membuat Amerika Serikat campur tangan secara militer pada tahun 2014.

Namun setelah ISIS dikalahkan, masyarakat Yazidi terbagi-bagi dalam satuan milisi. Setiap milisi didukung oleh faksi Kurdi yang berbeda, dan masing-masing faksi pada gilirannya didukung oleh kekuatan regional yang berbeda pula.

Sebuah dorongan militer untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua Irak, dan sisanya dari Provinsi Ninaweh dari ISIS diharapkan segera. Sayangnya, jika kampanye ini berhasil, pembebasan Mosul tidak akan menstabilkan negara. Penaklukan tidak akan menyelesaikan masalah yang memicu pemberontakan.

Setiap kelompok sekarang menuntut otonomi politik. Di wilayah utara Irak, perang telah mendorong aspirasi nasionalis Kurdi mengkristal menjadi tuntutan mendesak untuk kenegaraan. Sulit untuk menemukan orang yang merasa bahwa mereka milik bangsa Irak. Di Provinsi Anbar, misalnya, lebih dari 100 orang sekarang mengaku sebagai seorang syekh atau pemimpin suku.

BACA JUGA  Betulkah Vaksin Senjata Barat Habisi Kaum Muslimin?

Surat perintah rezim Baghdad tidak berlaku di sebagian besar Irak. Otoritas pemerintahan yang lemah telah memaksa perdana menteri Haidar Al-Abadi, bergantung pada puluhan milisi Syiah untuk menopang keamanan nasional.

Selain kenyataan tersebut, Mardini juga mengkritik pemikiran jangka pendek Amerika Serikat. Menurutnya, pengalaman Amerika di Irak didasari oleh serangkaian asumsi dan keyakinan salah, serta pandangan ke depan yang buruk. Dalam manifestasi terbaru, sejak 2014, Gedung Putih telah terjebak pada prioritas sempit dan tujuan militer jangka pendek, yaitu mengalahkan ISIS.

Menurutnya, warga Irak secara keseluruhan berbagi kesamaan paham bahwa Amerika akan segera melepaskan diri sepenuhnya dari negara mereka. Mereka bisa saja bekerja untuk atau dengan Amerika, tetapi sangat mungkin keluar dari komitmen pada akhirnya.

Sebab, tidak ada rantai komando efektif, sehingga tidak mungkin aturan keterlibatan akan ditaati. Dengan demikian, kepatuhan dan akuntabilitas juga lemah. Mereka yakin bahwa Amerika tidak akan selamanya, sehingga para pihak bekerja untuk membangun kekuatan politik masing-masing.

Reporter: Salem
Sumber: nytimes.com


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Sunnah Membaca Surat Qof Dalam Sholat dan Khutbah Jum’at [ Ust. A. Zain An Najah MA]

KIBLAT.NET – Sholat jumat merupakan sebuah kewajiban pekanan bagi seluruh muslim yang sudah baligh. Masjid...

Jum'at, 30/09/2016 10:01 0

Indonesia

Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi Menyimpang, Ini Buktinya

"Yang bersangkutan ajarannya menyimpang, bahkan penipuan," kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad

Kamis, 29/09/2016 20:21 1

Artikel

Ada yang Percaya Shimon Peres Jadi Duta Perdamaian? Lihat Nih Dosa-Dosanya terhadap Bangsa Palestina

Di kalangan masyarakat Barat, Peres mungkin paling dikenal berperan dalam perundingan Oslo tahun 1993 bersama Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat. Sehingga dirinya mendapat hadiah Nobel Perdamaian. Namun bagi Palestina dan negara tetangga di Timur Tengah, track record Peres jauh berbeda dari reputasinya di Barat.

Kamis, 29/09/2016 19:54 0

Indonesia

Dimas Kanjeng Taat Pribadi Disebut Punya Karomah, Begini Pandangan MUI

"Kalau penipu masa ya karomah," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU) Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori

Kamis, 29/09/2016 17:27 1

Indonesia

MUI Tegaskan Tempat Dimas Kanjeng Bukan Pondok Pesantren

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengumpulkan informasi dan menggelar rapat intensif terkait kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ditegaskan bahwa padepokan yang menjadi markasnya bukanlah pondok pesantren.

Kamis, 29/09/2016 15:51 0

Indonesia

Soal Dugaan Penyimpangan Dana Setoran Awal Haji, Pemerintah Didesak Bentuk BPKH

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan penyimpangan dana setoran wajib calon jemaah haji disesalkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).

Kamis, 29/09/2016 13:10 0

Indonesia

MUI Jatim Bentuk Tim Khusus Kaji Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Sekretaris MUI Probolinggo, Yasin mengatakan, jika itu diartikan maka artinya berbeda dari makna sesungguhnya. "Kami sudah mencoba mengartikannya, kurang lebih artinya itu: Ya Allah beri rahmad kepada nabi muhammad dengan salawat dan rahmat yang bisa melipat gandakan harta, uang, pakaian, makanan dengan nafas yang dihembuskan di antara mereka kembali," katanya, Rabu.

Kamis, 29/09/2016 12:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kaidah Menjaga Keberlangsungan Masyarakat Islam

Kaidah tersebut mengatakan (Kaidah Rabbani dalam kamus kehidupan masyarakat): “Sesungguhnya orang-orang yang suka agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang beriman, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”

Rabu, 28/09/2016 20:00 0

Indonesia

KontraS: Penggusuran Bukit Duri Berdalih Relokasi Tunjukkan Watak Busuk Ahok

Menurut KontraS penggusuran yang dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah merampas hak hidup dan rasa aman warga Bukit Duri.

Rabu, 28/09/2016 17:43 0

Artikel

Asal-usul Penamaan Bulan Hijriyah

Berbicara tentang tahun hijriyah, Ada satu hal yang jarang diketahui oleh banyak kaum muslimin, yaitu tentang asal-usul penamaan bulan-bulan yang ada di dalamnya.

Rabu, 28/09/2016 17:06 0

Close