... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB: Bencana Kemanusiaan di Aleppo Saat Ini Paling Parah

Foto: Seorang anak menjadi korban serangan udara rezim Suriah beberapa hari lalu [foto: Al-Jazeera]

KIBLAT.NET, New York – Bencana kemanusiaan di Aleppo yang disebabkan gempuran militer Suriah dan Rusia menjadi bencana kemanusiaan paling parah di Suriah saat ini. Tak hanya pemukiman sipil, rumah sakit yang seharusnya menjadi zona merah tak luput dari sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan PBB Stephen O’Brien dalam pertemuan khusus Dewan Keamanan (DK) PBB di New York pada Kamis (29/09). Dia meminta pertanggung jawaban para pejabat yang terlibat dalam kejahatan perang itu.

“Kondisi di Aleppo saat ini merupakan bencana kemanusiaan paling parah di Suriah,” tegasnya dalam pertemuan yang khusus membahas situasi terkini di Aleppo itu.

Dia menambahkan, sistem pelayanan kesehatan di Aleppo Timur kini di ambang kehancuran total. Anak-anak lah yang paling berdampak akibat kondisi itu.

PBB, klaimnya, telah berupaya mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah terkepung melalui darat dan sebagian melalui udara. Setidaknya 186 kali PBB menerjunkan bantuan kemanusiaan di wilayah Dier Zour.

Namun, katanya menyayangkan, tak adanya pengamanan dan prosedur yang rumit membuat bantuan-bantuan itu mandek, tidak sampai ke warga Suriah.

O’Brien mendesak diberlakukannya kembali gencatan senjata selama 48 jam untuk menyalurkan bantuan-bantuan itu. Dia juga meminta para pejabat yang bertanggung jawab atas situasi itu diadili.

Terkait data korban, O’Brien menjelaskan sebanyak 320 sipil –100 diantaranya anak-anak— meninggal di Aleppo sejak runtuhnya gencatan senjata pada 19 September. Sementara korban luka-luka sebanyak 265 orang.

BACA JUGA  Momen Idul Adha, Jokowi Selamati Raja Salman Via Telepon

Badan Pertahanan Nasional mencatat, sedikitnya 1.700 serangan udara diluncurkan oleh jet Assad dan Rusia selama itu. Menurut lembaga yang bekerja di lapangan itu, jumlah korban tewas dan luka-luka mencapai 1000 orang lebih.

Sebelumnya, asosiasi dokter Suriah yang bekerja di wilayah oposisi melaporkan saat ini hanya 30 dokter saja yang aktif di wilayah Aleppo. Mereka harus menangani ratusan korban di tengah keterbatasan peralatan dan obat-obatan.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi Menyimpang, Ini Buktinya

"Yang bersangkutan ajarannya menyimpang, bahkan penipuan," kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad

Kamis, 29/09/2016 20:21 1

Artikel

Ada yang Percaya Shimon Peres Jadi Duta Perdamaian? Lihat Nih Dosa-Dosanya terhadap Bangsa Palestina

Di kalangan masyarakat Barat, Peres mungkin paling dikenal berperan dalam perundingan Oslo tahun 1993 bersama Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat. Sehingga dirinya mendapat hadiah Nobel Perdamaian. Namun bagi Palestina dan negara tetangga di Timur Tengah, track record Peres jauh berbeda dari reputasinya di Barat.

Kamis, 29/09/2016 19:54 0

Indonesia

Dimas Kanjeng Taat Pribadi Disebut Punya Karomah, Begini Pandangan MUI

"Kalau penipu masa ya karomah," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU) Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori

Kamis, 29/09/2016 17:27 1

Indonesia

MUI Tegaskan Tempat Dimas Kanjeng Bukan Pondok Pesantren

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengumpulkan informasi dan menggelar rapat intensif terkait kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ditegaskan bahwa padepokan yang menjadi markasnya bukanlah pondok pesantren.

Kamis, 29/09/2016 15:51 0

Indonesia

Soal Dugaan Penyimpangan Dana Setoran Awal Haji, Pemerintah Didesak Bentuk BPKH

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan penyimpangan dana setoran wajib calon jemaah haji disesalkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).

Kamis, 29/09/2016 13:10 0

Indonesia

MUI Jatim Bentuk Tim Khusus Kaji Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Sekretaris MUI Probolinggo, Yasin mengatakan, jika itu diartikan maka artinya berbeda dari makna sesungguhnya. "Kami sudah mencoba mengartikannya, kurang lebih artinya itu: Ya Allah beri rahmad kepada nabi muhammad dengan salawat dan rahmat yang bisa melipat gandakan harta, uang, pakaian, makanan dengan nafas yang dihembuskan di antara mereka kembali," katanya, Rabu.

Kamis, 29/09/2016 12:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kaidah Menjaga Keberlangsungan Masyarakat Islam

Kaidah tersebut mengatakan (Kaidah Rabbani dalam kamus kehidupan masyarakat): “Sesungguhnya orang-orang yang suka agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang beriman, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”

Rabu, 28/09/2016 20:00 0

Indonesia

KontraS: Penggusuran Bukit Duri Berdalih Relokasi Tunjukkan Watak Busuk Ahok

Menurut KontraS penggusuran yang dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah merampas hak hidup dan rasa aman warga Bukit Duri.

Rabu, 28/09/2016 17:43 0

Artikel

Asal-usul Penamaan Bulan Hijriyah

Berbicara tentang tahun hijriyah, Ada satu hal yang jarang diketahui oleh banyak kaum muslimin, yaitu tentang asal-usul penamaan bulan-bulan yang ada di dalamnya.

Rabu, 28/09/2016 17:06 0

Rohah

Lari dari Terkaman Beruang

Seorang guru mengajak muridnya melancong ke Alaska, wilayah yang masih masuk benua Amerika. Tepatnya, mereka berdua mengunjungi Taman Nasional Denali yang masih rawan beruang liar.

Rabu, 28/09/2016 16:39 0

Close